
Selama hampir satu minggu,Fatih benar-benar tak di perkenankan menemui Fathiya.Segala upaya telah dilakukan Fatih,namun usahanya selalu gagal membujuk Pak Jamal.Bapak mertua Fatih itu benar-benar memiliki prinsip yang kuat dan teguh hingga tidak mudah goyah hanya karena rengekan ataupun bujukan dari Fatih.
Fatih benar-benar putus asa menghadapi sikap bapak mertuanya yang terkesan menjauhkan dirinya dan juga sang istri,meskipun ia menyadari kesalahan fatal yang dilakukannya di masa lalu.
Kerinduan kini mulai membelenggu diri Fatih.Baru saja ia bertemu,bermanja-manja dan juga bisa bercinta dengan sang istri,kini masalah pelik kembali muncul tanpa bisa ia kendalikan dengan kekuasaan yang ia miliki.
Fatih men-scrool galeri layar ponselnya yang berisi foto-foto istrinya dan mulai memandanginya lekat-lekat.Ia menempelkan foto istrinya itu ke dadanya untuk mengobati rasa rindunya di sela-sela aktifitas kantornya seperti sekarang ini.Perasaan rindu begitu menggebu-gebu dan berkecamuk dalam dadanya.Ia ingin sekali menyentuh dan mengusap perut istrinya seperti hal yang ia lakukan beberapa hari terakhir tiap ia berkunjung ke rumah istrinya.Ia juga ingin mengendus aroma lavender yang ada dalam tubuh istrinya yang selalu membuatnya tenang.Namun,kini tak lagi bisa ia lakukan.Fatih benar-benar stres menghadapi ujian ini.Kini ia sadar,bahwa harta dan kekayaan tidak bisa menjamin kebahagiaan seseorang.Separuh hatinya hilang saat ia berjauhan dengan sang istri seperti sekarang ini.
Hingga tiba-tiba tanpa ia sadari asisten pribadinya, Dirga sudah duduk di depan mejanya."Kenapa mukanya Bos kusut amat?Ada masalah lagi Bos?",tanya Dirga yang melihat kegalauan pada diri Bosnya beberapa hari terakhir.
"Yang namanya orang hidup pasti ada masalah lah Ga!Kayak kamu aja mukanya datar terus kayak tanpa beban padahal selalu jadi jomblo abadi!",omel Fatih pada Dirga sebagai imbas dari suasana hatinya yang saat ini sedang buruk.
__ADS_1
'Ckckck...Si Bos di kasih perhatian malah nglunjak ya...Nyesal saya bertanya baik-baik',decak Dirga dalam hati.Asisten Fatih itu merasa kesal karena niat baiknya ingin membantu namun malah kena semprot dari atasannya yang sedang galau bin gabut tersebut.
"Kamu sedang mengumpat saya Ga dalam hati?",tanya Fatih dengan tatapan garang seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Dirga.
"Eh...Ga Bos!Mana berani saya mengumpat Anda!",bohong Dirga.Ia heran kenapa sang bos sudah seperti cenayang saja yang bisa membaca isi hatinya.
"Maksud saya!Kalau Bos mau berbagi masalah siapa tahu saya bisa meringankan beban yang ada di hati Bos saat ini",tambah Dirga mulai menjelaskan maksud dan tujuan baiknya.
"Cerita saja Bos!",
"Sebenarnya selama seminggu ini saya tidak bisa bertemu dengan Fathiya",kata Fatih mulai menjelaskan dengan pandangan kosong.
__ADS_1
"Hah???Kok bisa?Kenapa Bos?Bukannya kalian udah baikan?",tanya Dirga penasaran.
"Bapak Jamal yang melarang kami bertemu",
"Bos sudah minta maaf?",tanya Dirga
"Sudah sejak awal saat saya bertemu di rumah Fathiya yang ada disini Ga!Tapi permintaan maaf saya di tolak mentah-mentah!",jawab Fatih lesu.
"Kenapa tidak minta bantuan pada Oma atau Tuan Besar saja Bos?",Dirga mulai memberikan idenya.
"Kamu tahu sendiri kan bagaimana marahnya mereka kepadaku?",
__ADS_1
"Tapi tak ada salahnya di coba Bos!Apalagi Bos kan udah dapat maaf dari Nona Fathiya",bujuk Dirga agar Fatih memikirkan ulang sarannya.