BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 54


__ADS_3

"Kamu hari ini libur Nak?",tanya Bu Hasna pada Fathiya saat melihat jam dinding di rumah mereka sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi,namun putrinya masih terlihat belum beranjak mandi seperti hari sebelum-sebelumnya.Ia merasa khawatir bila putrinya sakit atau kandungannya kenapa-kenapa.


"Fathiya keluar dari pabrik Bu",jawab Fathiya dengan pandangan menunduk dan bibir gemetar.Pasalnya ia takut ibunya akan kembali kecewa dengan tindakan tergesa-gesa yang dilakukan suaminya kemarin saat memintanya berhenti bekerja.Meskipun Fathiya masih belum memaafkan semua kesalahan suaminya,namun ia juga tidak menginginkan bila sampai ibunya terlalu membenci suaminya.Karena sejelek apapun kelakuan suaminya,di hatinya hanya ada satu nama yakni Fatih seorang.Pria itu juga merupakan ayah kandung dari janin yang sekarang ini ia kandung.Jadi rasa-rasanya Fathiya tak merasa rela bila Fatih terlalu di benci oleh orang tuanya.


"Hah...Maksudnya?",tanya Bu Hasna dengan kening berkerut karena penasaran,pasalnya selama ini Fathiya belum pernah mendiskusikan masalah ini kepadanya.


"Iya Bu!Mulai hari ini Fathiya tidak diijinkan bekerja lagi sama Mas Fatih",jawab Fathiya pada ibunya.


"Apa alasannya Fa?",tanya Bu Hasna.


"Mas Fatih kasihan sama Fa Bu,perut Fa udah segede ini jadi Mas Fatih ga tega mungkin lihat Fa kerja",jawab Fathiya jujur.


"Oh gitu alasannya...",kata Bu Hasna yang merasa lega atas jawaban putrinya.


"Ibu tidak marah?",tanya Fathiya saat ibunya terlihat santai saat ia keluar bekerja.


"Kenapa ibu harus marah Nak?Benar apa yang dikatakan Fatih,dia harus bertanggung jawab memenuhi kebutuhanmu karena dia juga kan yang membuatmu hamil?",jawab Bu Hasna sembari terkekeh.

__ADS_1


Pada awalnya Bu Hasna terkejut dengan penjelasan Fathiya,namun Bu Hasna pun menyetujui saran dari Fatih karena kandungan putrinya yang semakin membesar.


"Ibu sudah tidak marah lagi sama Mas Fatih?",tanya Fathiya dengan ekspresi berbinar.


"Mau kamu gimana Nak?",Bu Hasna masih menggoda putrinya.Memang sih kemarin emosi,namun Bu Hasna memang bukanlah tipe orang pendendam.Dia hanya ingin melihat seberapa besar menantunya itu memperjuangkan putrinya.Itu saja yang ada di pikirannya.


"Ibu maafin Mas Fatih aja ya",bujuk Fathiya.


"Akan ibu maafkan kalau suamimu benar-benar berubah Fa!Kamu beneran mau balikan lagi sama suamimu Nak?",tanya Bu Hasna hati-hati.


Fathiya menganggukkan kepalanya.


...****************...


Sore harinya,Fatih kembali berkunjung ke rumah Fathiya.Pria itu membawa beberapa kantong plastik hitam berukuran besar yang berisi sembako,susu ibu hamil,buah-buahan,berbagai macam snack dan berbagai jenis kue yang membuat Fathiya dan Bu Hasna yang melihatnya begitu tercengang.


"Assalammualaikum Bu,Fa",sapa Fatih seraya mencium punggung tangan ibu mertuanya dan mengecup sekilas kening istrinya tanpa rasa takut sama sekali.

__ADS_1


"Waalaikum salam",balas ibu dan anak itu secara bersamaan.Bu Hasna sudah mau disalami Fatih meskipun wajahnya masih terlihat sedikit sinis pada Fatih.


Bu Hasna beranjak dari tempat duduknya dan berlalu ke kamarnya.Wanita paruh baya itu rupanya hendak memberikan ruang kepada sepasang suami istri yang hendak baikan tersebut.Namun,untuk beramah-tamah dengan Fatih pun,Bu Hasna belum sanggup.Alhasil,mungkin hal itu yang membuat Fatih tetlihat sendu saat menatap Bu Hasna meninggalkannya sendirian bersama istrinya.


"Ibu masih marah Fa sama aku?",tanya Fatih dengan raut wajah sendu menatap istrinya dalam-dalam.


"Sedikit Mas!Mas yang sabar ya!Perlahan-lahan Ibu pasti maafin mas kok",Fathiya mengusap lengan tangan suaminya,berupaya memberi semangat dan dukungan agar suaminya tidak menyerah.


"Oh ya Mas!Kenapa Mas belanja banyak banget kayak kek gini?Apa ga mubazir Mas?Kami hanya tinggal berdua kalau Mas lupa",tambah Fathiya saat melihat suaminya yang seperti baru habis memindahkan isi barang dari supermarket ke rumahnya.


Fatih yang mendengarnya terkekeh seraya memegang kedua bahu istrinya.Memandang wajah istrinya yang sudah sejak semalam ia rindukan.Ingin rasanya,Fatih tinggal satu atap lagi dengan istrinya itu.Namun,ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya sekarang.


"Seharusnya aku melakukan hal ini sejak lama Sayang",katanya seraya memeluk istrinya.


Cup,


Fatih kembali mencium kening istrinya lama.Menyalurkan rasa rindunya karena seharian tak berjumpa.Fatih berharap,agar secepatnya bisa menyelesaikan masalah dengan kedua orang tua istrinya dan kembali memboyong istri dan anaknya agar tinggal bersamanya lagi.

__ADS_1


Dibalik keromantisan mereka,ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan keduanya.Air mata penuh haru mengalir dari kedua pelupuk matanya.


__ADS_2