
"Kenapa wajah Mama terlihat kusut?Ada hal yang sedang Mama pikirkan?Cerita dong sama Papa",tanya Aditya pada istrinya sepulang dari kantor.Saat itu Erlina tidak masak seperti biasanya.Pekerjaan dapur ia serahkan pada kepala pelayan dan asistennya.Wajahnya terlihat kusut dan pucat.Bahkan Si kembar,putri mereka tidak mampu membujuk Mamanya makan semenjak siang tadi.Untuk itulah,Aditya buru-buru pulang dari kantor untuk menemui istri tercintanya.
"Mama kangen sama Fatih dan menantu kita Pa!Mama dengar Fathiya sedang mengandung cucu kita!Yang Mama sesalkan kenapa putra kita bisa bersikap kurang ajar pada perempuan baik seperti Fathiya Pa!Padahal Mama sangat ingin mereka bersatu",jawab Erlina seraya menahan isak tangisnya.
"Saat ini pasti perut Fa sudah besar!Mama tidak bisa menjadi mertua yang baik untuknya sekarang.Bahkan,Mama tidak tahu apakah Fa minum susu hamil atau tidak?Makan makanan yang bernutrisi atau tidak?Mama tidak bisa melakukannya Pa!Mama sedih!",Erlina tak kuasa menahan isak tangisnya.Jujur,sudah lama sekali Erlina ingin menemui menantunya.Sayangnya hal tersebut belum diperbolehkan oleh suaminya dengan alasan Fatih akan berubah dan mampu menyelesaikan masalah rumah tangganya tanpa campur tangan keluarganya dan mampu membawa kembali menantu dan calon cucu mereka ke rumah ini dengan baik-baik.Namun,rasa-rasanya sekarang ini Erlina sudah tak sanggup menahan rasa rindu yang membuncah didadanya.
"Sayang!Tenanglah!Terkadang seseorang harus diuji dulu sebelum mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya!Begitu pula dengan rumah tangga putra kita,mungkin mereka harus menjalani semua ini sebelum mereka berbahagia kelak",kata Aditya seraya memeluk tubuh ramping milik istrinya untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Apa Fatih sudah mulai mencari istrinya Pa?",tanya Erlina dengan raut wajah sungguh-sungguh.
"Setahu papa sudah Ma!Bahkan Mama tahu sendiri bukan bagaimana paniknya Fatih saat menantu kita pergi saat itu?Putra kita sudah banyak berubah Ma!Papa yakin putra kita akan menjadi suami dan ayah terbaik setelah ini",jawab Aditya meyakinkan istrinya.
"Papa yakin?Lalu kapan mereka kemari?Aku sudah sangat merindukan mereka!",
"Sangat yakin!Tunggulah sebentar lagi Ma!Dari anak buah kita,Papa mendapat kabar kalau Fathiya terlihat sudah memaafkan Fatih.Kemarin bahkan anak nakal itu juga sudah mengajak Fa ke pantai bersama",kata Aditya dengan wajah berbinar.
__ADS_1
"Dua rius malahan!Untuk apa Papa bohong sama Mama?",balas Aditya seraya mengecup puncak kepala istrinya.
"Syukurlah Pa!Mama senang mendengarnya",jawab Erlina seraya mengulum senyum.Kini wajahnya sudah sedikit cerah dari sebelumnya.Aditya pun merasa lega usai mendapati istrinya sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Ayo sekarang Mama makan!Papa dapat laporan dari kedua putri kita katanya Mama mogok makan sejak siang tadi.Benar?",tanya Aditya dengan menampilkan kekhawatiran di wajahnya.
"Bukan mogok makan Pa!Tapi kurang selera makan aja",jawab Erlina dengan perasaan bersalah.Kini ia baru sadar kalau suaminya pulang lebih awal dari biasanya.Dan dirinya sendiri adalah penyebab kekhawatiran suaminya.
__ADS_1
"Mama tunggu sebentar disini!Biar Papa ambilkan makanan dulu di dapur",kata Aditya yang segera diangguki oleh Erlina.
Erlina merasa sangat bahagia dengan berita yang disampaikan oleh suaminya.Ia sangat berharap Fatih segera membawa pulang menantu dan calon cucunya sesegera mungkin.