BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 56


__ADS_3

Tak sampai setengah jam,Dirga sudah tiba di rumah Nona besarnya.Sebuah rumah yang cukup sederhana,namun terlihat cukup asri dan nyaman.Karena tepat di halaman rumah tersebut tertata beberapa pot berbagai jenis bunga dan tanaman merambat yang terlihat sangat terawat oleh pemiliknya.


Tok tok tok,Dirga mulai mengetuk pintu rumah Fathiya.Bukan Fathiya yang membukanya,melainkan Bu Hasna.


"Selamat pagi BuiNona Fathiya ada?",tanya Dirga dengan sopan dan ramah pada Bu Hasna seraya membungkukkan badannya.


Kening Bu Hasna terangkat ke atas,ia merasa heran dengan kedatangan tak terduga dari asisten menantunya yang secara tiba-tiba ini dihadapannya.


"Fathiya sedang ke pasar Dirga!",jawab Bu Hasna seraya mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.Meskipun,Bu Hasna masih marah kepada Fatih,namun sikap Bu Hasna sama sekali tidak berubah kepada asisten menantunya ini.Dirga pun merasa beruntung karena hal ini.


"Jam segini ke pasar Bu?",heran Dirga.Namun,ia tetap menjaga sopan santunnya agar Bu Hasna tak tersinggung dengan ucapannya.


"Fa memang suka ke pasar pas jam-jam segini Dirga!Soalnya kalau terlalu pagi,dia masih sering mual dan muntah",jelas Bu Hasna yang membuat Dirga menganggukkan kepalanya.Meskipun sebenarnya,Dirga memang tidak tahu sama sekali mengenai gejala morning sickness saat kehamilan.


"Kira-kira berapa lama lagi Nona akan pulang Bu?Saya di tugaskan Tuan Fatih menjemput Nona Fathiya ke kantor",kata Dirga menjelaskan.

__ADS_1


"Mungkin Fa akan segera pulang!Tapi untuk apa Fatih meminta Fa ke kantornya?",tanya Bu Hasna bingung.Karena setahunya dulu, Fathiya tidak pernah diijinkan lama-lama di kantornya yang dulu.Mungkin saat itu,Fatih merasa malu karena punya istri cacat seperti putrinya.


"Tuan Fatih merasa gelisah karena tadi Tuan mengirim beberapa pesan namun tidak dibalas.Melakukan hampir 20 kali panggilan namun juga tidak diangkat oleh Nona.Jadi saat ini,Tuan ingin memastikan sendiri kalau istrinya dalam keadaan baik-baik saja",kata Dirga yang berupaya menjelaskan tentang kekhawatiran Fatih terhadap istrinya kepada mertuanya.


Dalam hati,Bu Hasna semakin terharu bila memang menantunya memiliki pemikiran seperti itu.Sebagai seorang ibu,ia hanya bisa mendoakan kebahagiaan untuk anak,menantu dan cucu-cucunya.Ia berharap Fatih benar-benar berubah,menerima dan bisa memperbaiki sikapnya kepada istrinya.


"Fahiya baik-baik saja Dirga!Fa tidak membalas pesan Nak Fatih karena hpnya tidak di bawa",tutur Bu Hasna berupaya menjelaskan.


"Apa perlu saya menjemput Nona Fathiya sekarang Bu?Dimana letak pasarnya?",tanya Dirga.Ia juga ingin memastikan kalau apa yang dikhawatirkan bosnya tidaklah salah.


Sebenarnya Dirga sudah menolak,namun Bu Hasna malah mengancam tidak akan mengijinkan Fathiya ikut Dirga bila laki-laki itu tak mau membawa bekal yang disiapkannya.Alhasil,Dirga pun menerima bekal yang diberikan oleh Bu Hasna kepadanya dengan sedikit terpaksa.Bagaimana tidak terpaksa,bukankah siang nanti dia akan ikut serta meeting di restoran bersama bosnya.Tapi wajahnya kembali cerah,saat ia pikir bekal ini bisa di makan saat sore hari.Toh lauk dan nasinya dipisah.Jadi Dirga bisa ngirit nanti.


Sesampainya dipasar,Dirga segera turun dari mobil.Berupaya mencari istri tuannya.Beberapa kali,Dirga juga sempat bertanya pada pengunjung pasar yang lain.Alhasil,kini Dirga sudah menemukan Nona besarnya.


"Nona Fathiya",seru Dirga seraya mendekat ke arah Fathiya yang membuat Fathiya yang sebelumnya sedang membeli beberapa sayuran menoleh kepadanya.

__ADS_1


"Dirga!Ada apa?",tanya Fathiya yang juga terkejut dengan kedatangannya.


"Saya ditugaskan Tuan Fatih untuk menjemput Anda!",kata Dirga


"Kemana?",tanya Fathiya bingung.


"Ke kantor Tuan yang ada disini Nona!Mari ikut dengan saya!Biar saya yang membawa keranjang belanjaan Anda!",kata Dirga seraya mengambil alih keranjang belanjaan yang ada di tangan Fathiya.


"Tapi....",


"Saya sudah meminta ijin pada Bu Hasna!Dan beliau mengijinkannya Nona!Bila itu yang Anda pikirkan",kata Dirga seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Nona mudanya tersebut.


"Apa kamu seorang cenayang Dirga?",goda Fathiya karena asisten suaminya itu terkadang tahu apa yang ada dalam otak kecilnya.


"Ha ha ha Anda bisa saja Nona!",tawa Dirga pecah karena kepolosan istri bosnya ini.

__ADS_1


__ADS_2