BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Tak Dapat Bertemu


__ADS_3

Sesampainya di tempat tujuan,Fatih menarik nafas dalam-dalam sembari menetralisir detak jantungnya yang berdetak tak beraturan.Rasa gugup,takut dan juga rasa rindu mulai membuncah didalam dadanya.


Fatih segera merapikan penampilannya yang acak-acakan melalui kaca spion yang ada di mobilnya.Dirga yang melihat tingkah bosnya hanya mengulum senyum dan menahan tawanya agar tak meledak.Bisa-bisanya sang bos bertingkah konyol seperti seorang ABG yang berdandan rapi sebelum mengapeli rumah pacarnya untuk pertama kalinya.Padahal seingatnya,ia sudah sering mengantar Fatih ke rumah ini beberapa kali.Dan aktifitas seperti ini belum pernah dilakukan bosnya sebelumnya.


Dalam benaknya,Dirga mulai bertanya-tanya.Apakah benar bosnya saat ini sedang terkena sindrome jatuh cinta pada istri yang sering disakitinya?Benar kata pepatah tentang adanya benang tipis antara benci dan cinta.Seseorang yang terlalu benci bisa jadi akan bucin seperti bosnya yang aneh ini.


"Ayo turun!Jangan tampakkan gigi kuningmu itu dihadapanku!",sindir Fatih saat memergoki asisten yang sedang mengamati tingkahnya dengan senyumnya yang menyebalkan.Jujur,Fatih merasa risih dengan tatapan Dirga padanya.


"Baik Bos",kata Dirga sembari mengikuti langkah bosnya di belakangnya.


Tok tok tok


Fatih mulai mengetuk pintu rumah mertuanya saat tiba diambang pintu dengan tangan yang cukup gemetar.


Ceklek,


Pintu terbuka.


Terlihat Pak Jamal yang membukakan pintu untuk Fatih dan Dirga.Fatih berharap,ada Fathiya di belakang Pak Jamal.Namun,sayang ia belum bisa bertemu istrinya secepat itu.Wajah ramah yang biasanya Pak Jamal tampilkan berubah jadi jutek dan penuh kilat kemarahan hingga membuat nyali Fatih menciut seketika.Kini Fatih merasa kalau akan ada masalah besar lagi yang harus ia hadapi.

__ADS_1


Fatih berupaya tenang sembari menampilkan senyum ramahnya seperti biasa.


"Assalammualaikum Pak!",sapa Fatih seraya mencium punggung tangan mertua laki-lakinya itu seperti biasa.


"Waalaikum salam!Masuk!",perintah Pak Jamal dengan ketus seraya menarik tangannya dengan kasar.Ia menyuruh Fatih masuk karena tak ingin dilihat tetangga saat ia tak bisa mengendalikan emosinya nanti.


Pak Jamal terlihat berupaya mengendalikan diri agar tak bertindak brutal pada laki-laki yang mungkin akan jadi mantan menantunya ini.Besan perempuannya sudah mengatakan borok menantunya ini satu jam yang lalu saat ia mendesaknya karena tak kunjung mendapat jawaban dari putrinya.Beliau juga menceritakan mengenai pengkhianatan yang dilakukan Fatih dan meminta maaf atas nama putra mereka.


Fatih dan Dirga mengikuti langkah Bapak mertuanya ke ruang tamu.Disana mereka di persilahkan duduk.


Sejenak,Fatih memindai seisi ruangan yang sempit itu.Pandangannya fokus pada satu titik yakni kamar istrinya yang terlihat tertutup rapat dan terkunci dari luar.Dalam benaknya ia bertanya dimana istrinya kini berada.Fatih juga tak menemukan ibu mertuanya.Rasa takut kembali menyerangnya.


"Kenapa kamu kesini?",tanya Pak Jamal dengan tatapan sinis mengarah ke Fatih.Tak ada rasa bangga lagi dari sorot mata mertuanya ini kepada menantu kesayangannya.Hal yang selalu beliau tampakkan saat Fatih berkunjung ke rumah ini sebelum-sebelumnya.


"Dimana Fathiya Pak?Saya ingin mengajaknya pulang",bukannya menjawab,Fatih malah bertanya mengenai keberadaan istrinya.Ia penasaran dimana sekarang istrinya berada.Rasa rindunya yang menggebu-gebu ingin sekali ia tuntaskan dengan bertemu wanita yang masih berstatus istrinya tersebut.


"Dia tidak ada disini",sahut Pak Jamal dengan berang.Ia tidak suka dengan wajah sok polos menantunya saat ini.Tangannya sangat gatal untuk menampar orang kaya ini.Namun keinginan itu ditahannya.Pak Jamal telah berjanji pada putrinya dengan syarat perpisahan mereka setelah ini.


"Fathiya ada dimana Pak?",tanya Fatih dengan cemas.

__ADS_1


"Hentikan omong kosongmu Fatih!Jangan bersandiwara lagi!",teriak Pak Jamal dengan suara keras.Rasa kecewa begitu mendominasi dadanya.Ia tidak menyangka putrinya selama ini di sakiti oleh laki-laki yang selalu dibanggakannya ini.


"Maksud Bapak?",tanya Fatih terlihat bingung.


"Erlina sudah mengatakan semua perbuatan bejatmu",sahut Pak Jamal dengan mata berkilat merah seakan hendak menerkam Fatih saat itu juga.


Deg,Fatih kaget setengah mati.Benar dugaannya.Ulahnya telah terbongkar.Pastinya akan sulit menemui istrinya setelah ini nanti.Namun,Fatih telah bertekad sebesar apapun rintangannya ia akan membuat istrinya kembali.


"Lalu dimana istri saya sekarang Pak!Saya ingin menemuinya!Saya ingin minta maaf!Saya menyesal telah menyakiti Fathiya Pak",tanya Fatih dengan wajah penuh penyesalan.


"Terlambat Fatih!Anakku sudah pergi jauh!Dia hanya titip ini!",jawab Pak Jamal seraya mengulurkan sebuah map ditangannya.


Fatih membuka isinya.Dan ia terkejut dengan isi didalamnya.Sebuah berkas perceraian yang telah di tanda tangani oleh istrinya.


"Apa ini Pak?Saya tidak ingin bercerai dengan istri saya",kata Fatih usai ia membuka berkasnya.


"Kenapa?Bukankah kamu punya wanita idaman lain?Apa kamu sedang ada masalah dengan pacarmu itu?Hingga harus jauh-jauh datang kesini dan mencari putriku?Kamu kira putriku ban serep?Hah?Dasar Biadab!",teriak Pak Jamal dengan suara yang sangat keras.


"Bukan seperti itu Pak!",Fatih hendak menjelaskan namun sebuah tamparan mendarat di pipinya.Bukan dari Pak Jamal karena sudah berjanji pada Fathiya.Tapi tamparan itu berasal dari seseorang yang disayangi Fatih.

__ADS_1


__ADS_2