BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Kekecewaan Orang Tua Fathiya


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan ini,Fathiya menginap dirumah orang tuanya.Awalnya,kedua orang tuanya tidak bertanya perihal masalah rumah tangga putrinya.Mereka mengira kedatangan putrinya karena Fathiya merindukan mereka.


Namun,makin kesini mereka makin curiga kepada putrinya.Diam-diam Bu Hasna dan Pak Jamal selalu memperhatikan ketika putri mereka menangis semalaman dikamarnya sendirian.Dan itu tentunya menimbulkan tanda tanya besar dihati mereka.


"Nak,kesinilah sebentar!Bapak ingin bicara denganmu Fa!",seru Pak Jamal dengan wajah serius yang membuat Fathiya tidak berani membantah.Ia tahu cepat atau lambat orang tua ataupun mertuanya termasuk Nek Nirmala akan mengetahui semua masalahnya.Mungkin,sudah waktunya ia menceritakan segalanya pada mereka,pikir Fathiya.


"Iya Pak!",Fathiya berjalan tertatih,mendekat ke arah kedua orang tuanya yang kini telah duduk di kursi yang terbuat dari kayu memanjang yang ada dalam rumahnya.Orang tua Fathiya memang tidak memiliki sofa ataupun jenis kursi empuk lainnya.Pernah beberapa kali,Fatih dan keluarganya berniat membelikannya,namun kedua orang tua Fathiya dengan tegas menolak tawaran mereka karena tidak ingin memanfaatkan kekayaan keluarga suami putrinya,dengan mengorbankan kebahagiaan putri semata wayang mereka.


"Sebenarnya ada masalah apa Fa?Kenapa selama sebulan ini kamu disini tapi suamimu tidak mencarimu?Apa ada masalah yang berat diantara kalian?",tanya Pak Jamal dengan lembut pada putrinya.


Fathiya terdiam beberapa saat.Ia bingung harus menjelaskan semuanya dari mana.Ia menunduk dengan pandangan kosong.


"Maaf Pak!Bu!Rumah tangga Fathiya memang sedang tidak baik-baik saja!Jujur,Fa ingin pisah dari Mas Fatih Pak!Bu!",ucap Fathiya dengan wajah menunduk.

__ADS_1


Jedarrr.....


"Astaghfirullah!Istigfar Nak",seru orang tua Fathiya hampir bersamaan.Mereka sama sekali tidak menyangka hubungan putri dan menantunya benar-benar berada di titik nadir sekarang.Keduanya nampak mengelus dada mereka masing-masing.


"Tapi masalahnya apa Fa?Apa Nak Fatih melakukan kekerasan terhadapmu?",tanya Pak Jamal dengan ekspresi serius.


"Tidak Pak",jawab Fathiya jujur.


"Apa Nak Fatih mempermasalahkan kekuranganmu Nak?",tanya Pak Jamal lagi seraya melirik kaki putrinya yang memang memiliki masalah.Bila hal itu menjadi pemicunya,tentu ia akan merasa bersalah karena sebagai orang tua ia merasa telah gagal menyembuhkan kaki putrinya.


Fathiya hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban singkat dari pertanyaan bapak kandungnya tersebut.


"Lalu alasannya apa Nduk?Jujurlah pada kami!Kenapa kalian memutuskan bercerai",kali ini Bu Hasna yang mengajukan pertanyaan kepada putrinya.

__ADS_1


"Mas Fatih tidak mencintai Fa Bu!Selama lebih dari setahun ini Fa belum bisa melihat dan merasakan cinta yang tulus dari suami Fa!Tolong biarkan Fa berpisah saja dari Mas Fatih Pak!Bu!Fa tahu ini akan berat untuk kita!Tapi Fa akan merasa lebih bahagia bersama Bapak dan Ibu dari pada bersama orang asing yang tidak mencintai Fa sama sekali",jawab Fathiya berupaya memberi pengertian kepada orang tuanya.Ia juga masih menutupi suaminya yang berselingkuh agar orang tuanya tidak membenci menantu yang dianggap orang tuanya sangat sempurna.


"Bapak rasa itu bukan alasan yang tepat Fa!Cinta akan datang karena terbiasa!Sabarlah Fa!Pulanglah!Dan jangan pernah lari dari masalah Fa!Karena setiap rumah tangga akan memiliki ujian masing-masing!",bujuk Pak Jamal pada putrinya.


"Maaf Pak!Fa sudah tak sanggup lagi hidup bersama Mas Fatih!Fa tidak ingin kembali ke rumah itu lagi!",ucap Fathiya diiringi dengan isakan.Bulir-bulir air matanya mulai merebak,membasahi kulit pipi putihnya yang halus.Hatinya masih sakit karena ulah suaminya.Seberapapun ia bersabar,namun rasa sakit itu telah menyebar kedalam sel-sel yang ada di ulu hatinya tanpa mampu ia tahan lagi.


Alasan lainnya,Fa tak akan sanggup melihat suaminya yang akan terus bermesraan bersama kekasihnya di depan matanya sendiri.Terus-terusan membohongi kedua keluarga besar mereka dengan keadaan pernikahan mereka yang kini berada di ujung tanduk.Fathiya telah memutuskan semuanya sampai disini saja.Ia akan berupaya move on dan memulai hidup baru bersama kedua orang tuanya.Mengubur rasa yang telah bertumbuh subur pada sang suami tercinta.


Bu Hasna mendekati tubuh rapuh putrinya yang kini telah bergetar hebat karena tangisan pilunya.Ia memeluk putrinya itu untuk menyalurkan kekuatan agar tak bersedih lagi.Ia merasa masalah putrinya,bukan hanya karena tidak adanya cinta sang menantu.Ia yakin ada hal lain yang menjadi pemicu terbesarnya.Entah apa itu.Bu Hasna hanya berharap agar putrinya bisa kuat menghadapi ujian hidupnya saat ini.


Bu Hasna juga mengkode suaminya untuk tidak melanjutkan pembicaraan ini lagi.Ia ingin menghibur putrinya yang sekarang sedang dalam fase terendah.


"Bapak dan Ibu akan mendukung setiap keputusanmu Fa!Tenanglah!Kami akan selalu bersamamu",hibur Bu Hasna berupaya menenangkan putrinya.Sementara,Pak Jamal juga ikut menitikkan air matanya saat melihat dengan kepalanya sendiri putrinya menangis pilu seperti ini karena suaminya.Pertahannnya goyah.Ia akan mendukung keputusan putrinya setelah ini seperti apa yang dikatakan oleh istrinya.

__ADS_1


Dalam hati,ia berpikir apa yang di perbuat oleh menantu kesayangannya itu hingga putrinya seperti ini?Jujur,ia sangat kecewa dengan Fatih.Ia berjanji akan membuat perhitungan dengan menantunya itu bila sampai ketahuan menyakiti putrinya,walau seujung kukupun ia tak akan rela.


__ADS_2