BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Fatih menggandeng tangan Fathiya dan mulai mengunjungi stand kebutuhan pokok usai mereka tiba di mall yang cukup besar di kawasan Jakarta Selatan.


"Fa!Pilihlah apapun yang kamu inginkan sesukamu dan masukkan ke dalam troli ini!Biar aku yang mendorongnya",ujar Fatih pada sang istri karena ia rasa ini adalah pertama kalinya istrinya belanja di mall.Ia bisa melihat rasa gugup yang dirasakan oleh istrinya.Bila dulu ia mengira wajah polos yang selalu ditampakkan oleh istrinya hanyalah kepura-puraan semata,namun baginya kini wajah polos itu malah tampak menggemaskan dimatanya.Sebuah rasa asing telah masuk ke dalam hatinya.Entah itu perasaan apa?


"Iya Mas!Terima kasih sudah mau menemani!",jawab Fathiya sembari tersenyum ke arah Fatih.Sebuah senyum yang menawan yang kini telah menyihir seorang Fatih.


"Mas mau dimasakin apa nanti?",tanya Fathiya selanjutnya sembari memasukkan bahan-bahan kebutuhan pokok dapur yang ia butuhkan ke dalam troli.


"Ehm apa ya....Bagaimana kalau rendang sapi saja Fa?Kamu bisa membuatnya kan?Sudah lama aku tidak makan rendang",usul Fatih yang segera diangguki oleh Fathiya.


"Baiklah!Nanti aku akan membuatnya untuk Mas",kata Fathiya dengan wajah berbinar.Dalam hati kecilnya terselip kebahagiaan karena sikap Fatih berangsur-angsur mulai berubah baik kepadanya.Suaminya sudah jarang membentak ataupun mengeluarkan kata-kata kasar kepadanya.


"Terima kasih Fa!Akan kutunggu nanti malam",ujarnya sembari menggerak-gerakkan bola matanya.

__ADS_1


"Tapi jangan berekspektasi terlalu tinggi Mas!Soalnya aku belum pernah membuatnya!",kata Fathiya memperingati suaminya.Ia takut masakannya akan gagal karena ia belum pernah membuatnya.


"Santai saja Fa",kata Fatih seraya menyentuh tangan istrinya yang halus itu.Hal itu tentu saja membuat Fathiya makin tersipu.


Di saat mereka berdua sedang asyik memilah-milah daging sapi di dalam frisher,suara seseorang mengagetkan mereka berdua.


"Sayang!Apa yang sedang kau lakukan disini?",tanya seorang wanita bertubuh ramping,berkulit putih bersih,dengan rambut panjang hitam legam yang membuatnya makin mempesona.Penampilannya begitu seksi hingga membuatnya sedap dipandang mata.


Fatih terbelalak dengan apa yang dilihatnya dalam jarak pandang kurang dari satu meter itu.Ia sangat mengenali suara wanitanya.Tangannya tampak gemetar, yang semula menggenggam tangan istrinya langsung ia lepaskan begitu saja.


Maya datang dan semakin mendekat ke arahnya.Wanita itu segera menggelayuti lengan tangan Fatih,kemudian merangkul pinggangnya dengan posesif."Siapa dia Yang?",tanyanya seraya melirik sinis ke arah Fathiya.


Fatih nampak gugup dengan ke adaan ini.Namun ia harus menjelaskan pada kekasihnya.

__ADS_1


"Dia istriku May",jawabnya.


Pandangan Maya kini beralih ke arah Fathiya.Ia tampak meremehkan penampilan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki Fathiya.Ia rasa penampilan Fathiya tak ada yang menarik sama sekali.Bahkan,seujung kukupun ia rasa sangat berbeda dengannya.Hanya orang buta yang mau memilih wanita itu dibanding dirinya.


Sedangkan,Fathiya yang melihat kemesraan suami bersama kekasihnya hanya berdiri dengan tatapan kosong.Hatinya sesak dan sakit saat melihat dengan matanya sendiri suami yang selama ini dicintainya dengan sepenuh hati nampak begitu mesra dengan wanita lain.


"Istrimu?Kenapa nenekmu bisa memilihkan wanita model seperti ini untukmu Yang?",tanya Maya dengan nada sinis.Ia merasa muak hanya dengan melihat Fathiya.Gara-gara wanita itu,ia tidak bisa meresmikan hubungannya dengan kekasih tercintanya.


"Sayang tenanglah!Kendalikan emosimu!",tutur Fatih seraya mengusap lembut rambut kekasihnya yang tergerai indah itu.


"Aku tidak bisa Yang!Dia seharusnya sadar diri bila ingin bersanding denganmu!Aku tidak rela bila harus melihatmu bersamanya!Hiks..hiks..",ujar Maya seraya menangis,jarinya menunjuk-nunjuk wajah Fathiya.


"Sayang!Tolong kendalikan dirimu",bujuk Fatih lagi.Fatih memilih meninggalkan Fathiya sendirian di mall itu demi menenangkan kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2