
Sementara di lain tempat,Fatih juga sedang berjuang mengembangkan bisnisnya dari nol atas namanya sendiri usai di usir dari keluarga dan di putuskan oleh kekasihnya, Maya semenjak tujuh bulan yang lalu.Keluarganya mengusirnya karena rasa kecewanya yang sangat besar kepada Fatih.Sementara Maya memutuskan hubungannya dengan Fatih karena Fatih telah terusir dari keluarga Pratama tanpa membawa harta sepeserpun.
Hampir sebagian besar waktunya,Fatih gunakan untuk bekerja dan bekerja.Hingga kini usahanya yang ia beri nama PT FCG(Fatih Corporation Group) yang bergerak di bidang batu bara kini berkembang dengan pesat dalam waktu kurang dari setahun.Dan kini ia sudah berhasil memiliki 5 cabang anak perusahanaan yang terletak di lima pulau besar di Indonesia atas kerja keras dan ketekunannya.
Keberhasilan yang akan ia persembahkan untuk seorang wanita yang kini benar-benar telah menetap dihatinya.
Meskipun aktifitasnya disibukkan dengan bekerja,Fatih tetap berupaya melakukan pencarian terhadap istrinya melalui anak buahnya semenjak Fathiya pergi.Kedua orang tua,nenek dan mertuanya benar-benar tutup mulut dan tak mau memberikan informasi sedikitpun mengenai keberadaan Fathiya.Papanya sengaja menutup akses keberadaan Fathiya hingga anak buahnya tak mampu melacak keberadaan istrinya sama sekali.
"Aku janji akan segera membawamu pulang Fa!Baik-baiklah di sana!",gumam Fatih seraya meneteskan setitik air matanya.Perasaan rindu sekaligus rasa bersalah terus-terusan membuncah didalam dadanya.
Tak berapa lama Fatih melamun,Fatih dikagetkan dengan suara dering telpon dari asisten pribadinya.Siapa lagi kalau bukan Dirga.Meskipun kadang jahil dan bertindak kurang ajar,Fath akui kalau Dirga adalah orang yang sangat setia kepadanya.Dulu sewaktu terpuruk sekalipun,asistennya itu masih mau bekerja dengannya bahkan tanpa bayaran sekalipun.Untuk itulah,disaat bisnisnya mulai berjalan dengan lancar,Dirga mendapat gaji dua kali lipat dari gajinya yang dulu.
__ADS_1
"Halo Bos",sapa Dirga di sebrang sana.
"Ya!",
"Ada kabar baik Bos untuk Anda",kata Dirga dengan semangat.
"Cepat katakan!"perintah Fatih tidak sabaran.Sebenarnya Fatih tidak terlalu suka pada basa-basi seseorang.Ia lebih memilih bicara To the point aja.
"Kami sudah menemukan Nona Fathiya Bos!Nona ada di daerah Kalimantan!Dan sekarang Nona sedang...",Dirga ragu untuk mengatakannya.Ia ingin bosnya melihat foto-foto yang akan ia kirimkan saja karena saat ini dia sedang berada di Kalimantan dalam rangka mengerjakan proyek baru disana.
"Istriku sudah di temukan?",suara Fatih terdengar bergetar.Sudut bibirnya lantas melengkung ke atas tanda bahagia.Harapan bisa segera bertemu dan berkumpul dengan sang istri kembali menguar dalam benaknya.
__ADS_1
"Iya Bos",jawab Dirga ikut senang dengan kabar anak buahnya hari ini.
"Baiklah aku akan segera menyusul ke sana sekarang",kata Fatih usai telepon ia matikan.Buru-buru,Fatih segera memesan tiket ke Kalimantan sesegera mungkin melalui aplikasi Online yang ada dalam ponselnya.Setelah itu,Fatih meminta sopir pribadinya untuk mengantarnya ke bandara.
Di perjalanan,Fatih makin terkejut dengan foto-foto istrinya yang dikirim oleh Dirga kepadanya.Perut Fathiya terlihat membuncit yang berarti istrinya sedang mengandung benihnya.
Dadanya kian bertambah sesak saat membayangkan masa-masa sulit istrinya saat mengandung di perantauan.Rasa bersalah makin menyerang ulu hatinya.Ingin sekali ia mendekap dan memeluk istrinya seerat mungkin agar istrinya tak lari lagi darinya.
Benaknya mulai di penuhi dengan pikiran-pikiran negatif.Bagaimana selama ini istrinya bertahan hidup dalam keadaan mengandung?Apa selama ini istrinya mampu membeli susu ibu hamil?Apa istri dan calon anaknya baik-baik saja selama ini?
Fatih menggeram frustasi.Rahangnya mengeras dan matanya tampak sangat memerah.Ia benci pada dirinya sendiri karena telah membuat istrinya pergi darinya.
__ADS_1