
"Fa katakan pada laki-laki ini!Suruh dia keluar dari sini!Ibu tidak ingin melihatnya di rumah ini!",kata Bu Hasna tanpa menjawab permintaan maaf dari menantunya itu.Usai mengatakan itu,Bu Hasna masuk kedalam kamarnya meninggalkan sepasang suami istri yang baru sehari bertemu tersebut.
Deg Deg Deg
Fatih begitu sakit hati dengan penolakan mertuanya itu.Namun,ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali menerima terlebih dahulu.
"Mas aku mohon pergilah dari sini!",kata Fathiya dengan mata berkaca-kaca.Fathiya tahu ini menyakiti suaminya.Namun,ia juga tidak ingin menyakiti ibunya.Surganya yang nyata di dunia ini.Orang yang telah melahirkan,menyusui dan merawatnya sedari bayi.
"Baik Fa!Mas pergi dulu!Tapi besok setelah pulang kerja ijinkan aku bertemu denganmu",jawab Fatih seraya mengacak rambut istrinya yang lurus memanjang tersebut.
"Bila ibu masih marah!Jangan kesini dulu Mas!Berikan aku sedikit waktu untuk menjelaskan pada ibu dan Bapak!",kata Fathiya yang kini telah menangis dihadapan Fatih.
"Tidak Fa!Besok aku akan tetap kemari menemui kalian.Rumahku ada disini lalu kemana aku akan pulang?Kamu dan anak kita adalah rumah yang nyata untukku Fa sampai kapanpun!",ucap Fatih seraya menciumi perut istrinya.Merasakan pergerakan yang di tunjukkan buah cintanya yang menggetarkan hatinya.
Fathiya merasa tersentuh dengan ucapan dan sentuhan simulasi dari suaminya.Perasaan cintanya kini bertambah dua kali lipat saat suaminya bisa bicara seromantis ini padanya.
Fatih kembali menarik pinggang istrinya,membiarkan bahunya menjadi sandaran sejenak bagi istrinya yang saat ini kembali menangis.
__ADS_1
"Aku sayang kamu Fa",gumam Fatih dengan suara lirih,namun terdengar jelas di indera pendengar milik Fathiya.Fatih kembali memeluk Fathiya dengan erat sebelum meninggalkan rumah istrinya.
"Fathiya cepat usir dia",teriakan Bu Hasna yang kembali menggema menghentikan pelukan sepasang suami istri tersebut.
"Mas pulang dulu ya Fa!Jaga diri baik-baik",pamit Fatih tak rela seraya mengecup kening Fathiya.
"Iya Mas!Hati-hati",jawab Fathiya.
...****************...
Tok tok tok
"Masuk Fa!", terdengar suara Bu Hasna dari dalam.
"Ibu masih marah?",tanya Fathiya lembut.
"Tidak Nak",jawab Bu Hasna setelah bisa menguasai emosinya.
__ADS_1
"Fa!Ibu ingin bertanya!Jawab yang jujur ya!",
"Baik Bu",jawab Fathiya.
"Sejak kapan kamu bertemu dengan Fatih?",
"Tadi siang Bu!Mas Fatih tiba-tiba muncul di tempat kerja Fa!Lalu dia meminta maaf pada Fathiya",jujur Fathiya pada ibunya.
"Lalu dengan mudah kamu memaafkannya?",tanya Bu Hasna pada putrinya yang polos tersebut.Selama ini Bu Hasna tahu persis bahwa putrinya sama sekali tidak berinteraksi dengan lawan jenis karena rasa minder dalam hatinya.
Fathiya menjawabnya dengan menaik turunkan kepalanya dihadapan ibunya.
"Astaga Nak!Ibu tahu kamu pemaaf!Tapi kesalahan suamimu terlalu besar untuk dimaafkan secepat ini!Terkadang orang salah harus di hukum sesuai takar kejahatannya agar dia bisa jera dan tak mengulanginya lagi",kata Bu Hasna berupaya membuka pikiran putrinya.Ia ingin putrinya mempertimbangkan lagi hubungannya dengan Fatih agar tidak terjadi kesalahan yang sama di waktu yang akan datang.
"Jadi maksud ibu Fathiya harus menolak permintaan maaf Mas Fatih?",tanya Fathiya yang merasa bingung.
"Iya Fa!Saat ini jangan terlalu percaya dulu dengan omongan suamimu Nak!Ibu ingin melihat usahanya untuk mendapatkan kamu kembali!",kata Bu Hasna seraya memeluk putrinya dengan sayang.Sungguh,ia takkan rela bila Fatih melakukan kesalahan yang sama di masa depan.
__ADS_1