BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Sentuhan Tangan Calon Ayah


__ADS_3

Fatih meraih kedua tangan istrinya yang kini masih di tutupi sarung tangan kerjanya.Mengecupnya tanpa rasa jijik tangan yang masih terbungkus sarung tangan kotor itu dan mengalungkan kedua tangan Fathiya di atas lehernya dengan erat.Tangan Fatihpun


ia letakkan pada kedua bahu istrinya dan menatap wanitanya dengan lembut hingga membuat dada Fathiya makin bedegup kencang karena rasa gugup dan grogi.Fatih ingin melihat sebesar apa rasa cinta yang masih tertinggal di hati istrinya untuknya.Dan Fatih merasa bangga,karena rasa cinta itu terlihat masih utuh 100%.Tak berubah sedikitpun.Dan mungkin bisa saja bertambah,karena ada benihnya yang bersemayam dalam perut istrinya itu.


Cukup lama Fatih menatap istrinya dari jarak sedekat ini.Sejenak,pandangannya berpusat pada bibir tipis milik istrinya itu.Ingin sekali ia mengecupnya.Sayang,otaknya masih waras karena ada Dirga di belakangnya.

__ADS_1


"Kenapa Sayang?Kamu boleh marahin aku sepuasmu!Memukulku ataupun mengumpatku sebanyak mungkin yang kamu mau tapi berjanjilah satu hal padaku berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya",pinta Fatih dengan tatapan memelas.Wajahnya tampak memerah dan di sudut kedua matanya sudah bergumpal cairan bening yang bersiap untuk turun dari sumbernya.Baru sekali ini,Fathiya melihat suaminya menangis.Ia masih belum percaya wajah yang biasanya tegas,dingin dan cuek kepadanya itu ternyata juga bisa basah karena air mata.


Fathiya tetap menolak dan terpaksa ia mengalihkan pandangannya karena tidak ingin melihat suaminya menangis.Ia harus mengultimatum hatinya agar tak cepat luluh karena perkataan manis suaminya.Ia tidak ingin kembali disakiti oleh suaminya karena sebentar lagi akan ada sosok kecil yang akan mendampinginya.Membuat hidupnya lebih berwarna,dengan atau tanpa suaminya di sisinya.


Disela-sela lamunannya,

__ADS_1


"Maafin Papa Nak!Papa menyesal karena terlambat menyadari keberadaanmu",ucapnya dengan lirih seraya mengusap-usap perut istrinya dengan sangat lembut.


Fathiya hendak menepis tangan Fatih,namun ia urungkan karena perasaan nyaman yang baru dirasakannya sekarang.Mungkin karena interaksi langsung antara bayinya dan juga ayah kandungnya saat ini.Satu hal yang ia idam-idamkan sejak dulu kala mengetahui kehamilannya untuk pertama kalinya.Ia bersyukur,keinginannya ini bisa terpenuhi meskipun usia kandungannya sudah menginjak tujuh bulan.


"Mas kembali karena dia?Mas juga menginginkannya?",tanya Fathiya seraya menunjuk perutnya yang terlihat semakin membesar dari hari ke hari.Kini perasaan takut menyelimuti hatinya saat tahu bahwa suaminya juga menginginkan anak yang bersemayam dalam rahimnya ini.Ia takut jika suaminya berniat memisahkannya dari darah dagingnya usai tahu ia telah menyembunyikan rahasia besar ini dari suaminya itu.

__ADS_1


"Iya Sayang!Aku pasti menginginkannya karena dia adalah anak kita!",jawab Fatih yang membuat Fathiya semakin salah paham.Fathiya segera menepis tangan Fatih dari atas perutnya dengan kasar hingga membuat laki-laki itu bertanya-tanya.


Fatih merasa sifat Fathiya sudah sangat berubah kepadanya.Dulu wanita itu begitu takut dan tunduk pada semua perintahnya.Tapi sekarang,istrinya itu sudah mulai berani mengekspresikan hal yang disukai ataupun yang tidak disukainya.Fatih berupaya memahami hal yang dilakukan istrinya.Ia akan membiarkan istrinya memarahinya,mengumpatnya dengan kata-kata kasar asalkan bisa terus bersama dengan istrinya.


__ADS_2