
"Hai...Anda ini teman Nona muda kan?Kelihatannya kita pernah bertemu ya sebelumnya?",tanya Dirga modus pada Ratna yang baru tiba di rumah Fathiya saat acara syukuran berlangsung.Sudah lama Dirga ingin berkenalan dengan wanita ini.
"Nona muda?",Ratna menaikkan alisnya karena kurang paham maksud dari laki-laki di depannya ini.
"Eh maksud saya Nona Fathiya...Beliau ada di kamar,mungkin masih berdandan untuk acara ini karena setahu saya acara ini juga merupakan acara dadakan karena ide dadakan dari Nyonya besar.Mari masuk ke dalam Nona biar saya temani",ajak Dirga pada sahabat terdekat Fathiya tersebut yang telah mencuri perhatiannya sejak saat pertama kali berjumpa.
Sejenak,Dirga merasa kagum dengan paras ayu nan lemah lembut yang dimiliki oleh Ratna.Sekilas bisa dikatakan bahwa kepribadian wanita ini sangat mirip dengan Fathiya.Dirga yang penasaran dengan wanita tersebut,berniat mendekatinya.
'Rupanya suami Fathiya seorang sultan.Acara syukuran dadakan saja bisa dibuat semewah ini.Semoga kedepannya kamu bahagia Fa bersama Si Boy dan juga suamimu',batin Ratna dengan mata yang berkaca-kaca.Ratna adalah saksi hidup yang menyaksikan bagaimana kelamnya hidup Fathiya di tempat ini saat pertama kali berjumpa dengannya.Fathiya pada saat itu benar-benar berada di fase terendahnya.Krisis ekonomi dan krisis kepercayaan diri,begitulah yang dilihat Ratna saat perjumpaan mereka berdua.Ratna yang prihatin melihat Fathiya,mulai mendekatinya,menyemangatinya serta mendorong Fathiya untuk bangkit dari keterpurukannya saat itu.
"Tapi saya bisa kok sendiri Tuan...Lagi pula kebanyakan para tamu disini juga tetangga saya.Jadi,saya mengenal mereka semua",tolak Ratna sopan.Ia tidak ingin terlalu dekat dengan pria asing,meskipun orang tersebut adalah aspri dari suami sahabatnya sendiri.
"Baiklah...Tak apa Anda menolak ajakan saya Nona.Tapi bisakah kita berkenalan terlebih dahulu?Nama saya Dirga Nona!",Dirga mengulurkan tangan kanannya ke arah Ratna dan segera disambut oleh perempuan tersebut karena tak ingin terlalu lama di dekat Dirga.
"Ratna...",jawab Ratna saat tangannya digenggam lembut oleh Dirga.
__ADS_1
Deg,
Saat bola mata matanya bersinggungan dengan bola mata coklat milik Dirga,Ratna merasa terhipnotis dengan ketampanan wajah Dirga.Kulitnya putih bersih,hidungnya mancung,rahangnya keras dengan wajah seperti Oppa-Oppa korea yang ia tonton dalam drakor lewat streaming ponselnya.
"Cantik",gumam Dirga yang masih terdengar oleh Ratna.
"Hah????",Ratna terkesiap dengan pujian Dirga.Wajahnya sedikit memerah.Namun,ia rasa ia terlalu besar kepala.Bukankah sudah menjadi karakter pokok orang kaya dan orang kota selalu pandai memberi gombalan receh pada wanita polos seperti dirinya,kemudian menghempaskannya hingga ke dasar jurang bila mereka telah bosan.
Reflek,Ratna segera melepaskan genggaman tangannya dari Dirga dengan gerakan sedikit kasar.
"Eh itu Fathiya...Aku kesana dulu ya Tuan Dirga...Bye...",kata Ratna seraya pergi meninggalkan Dirga.
"Hei Ratna...Akhirnya kamu datang juga",pekik Fathiya heboh saat melihat sahabatnya saat berbincang dengan Dirga,hendak berlari mendekati Ratna,namun tangannya dicekal oleh Fatih.
"Sayang jangan lari-lari...Ingat kamu sedang mengandung",bisik Fatih pada istrinya.Alhasil,Fathiya menuruti perintah Fatih.Gadis itu menunggu Ratna yang sedang berjalan ke arahnya dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
"Fa...Cukup lama kita ga ketemu ya...Gimana kabar Baby Boy?Kalian sehat kan?",tanya Ratna seraya mendekap sahabatnya cukup erat.Dulu,sewaktu Fatih belum berkunjung ke tempat ini hampir tiap hari mereka bertemu.Banyak waktu yang dihabiskan untuk bercanda,bercerita dan berkeluh kesah satu sama lain.Fathiya dan Ratna sama-sama merasa nyaman menjalin persahabatan.
"Kami sehat Rat...Oh ya kenalkan ini suamiku Rat.. Mas Fatih namanya...Mas,ini Ratna sahabat aku",Fathiya mengenalkan suami pada sahabatnya.
"Ratna"
"Fatih"
"Terima kasih Rat karena selama disini Anda turut menjaga istri dan Baby boy kami.Istri saya telah menceritakan kebaikan Anda pada saya",kata Fatih yang tulus dari lubuk hatinya.
"Sama-sama Tuan,saya melakukannya karena Fa adalah sahabat terbaik saya...Justru saya sangat senang karena bisa bersahabat dengan Nona Muda Pratama yang tidak sombong ini",kata Ratna menggoda sahabatnya yang segera mendapat senggolan di lengan kanannya dari Fathiya.
"Ish...Apaan sih Rat...",rajuk Fathiya pada sahabatnya.
"Udah nggak usah ngambek.Nih... aku bawain jus sirsat kesukaan kamu.Masih sering ngidam jus sirsat ga?",tanya Ratna pada Fathiya.Fatih yang mendengarnya seolah tersindir dengan ucapan Ratna meskipun ia tahu wanita itu sedang tidak menyindirnya.Selama ini,Fatih tidak pernah menuruti keinginan Fathiya saat mengidam karena ia baru saja bertemu dengan Fathiya.
__ADS_1
"Jus Sirsat????Makasih ya Rat....Baru mau aku WA,sudah dibawain aja.Rupanya kamu masih perhatian sama aku",kata Fathiya girang sekaligus terharu pada sahabatnya tersebut.
"Ckckck Kau ini udah mau punya bayi tapi masih terlihat manja",cibir Ratna dengan berani meskipun ada Fatih di depannya.Fatih hendak menegur Ratna,namun saat mendapat kode dari istrinya seketika mulutnya bungkam.Karena memang seperti inilah gaya persahabatan mereka.