
"Non Fathiya!Anda baik-baik saja kan?",Fathiya mulai tersadar saat bahunya ditepuk yang ketiga kalinya oleh Dirga,asisten pribadi suaminya setelah lama terdiam,mematung di depan frisher di mall tadi.Banyak pengunjung yang mencibirnya.Menganggapnya sebagai seorang wanita ketiga dan juga benalu tanpa tahu dengan kenyataan yang sebenarnya.Maya benar-benar berhasil saat mempermalukannya di depan umum.
Dirga muncul dihadapan Fathiya usai mendapatkan perintah dari Fatih.Untunglah jarak antara kantor dan mal itu cukup dekat hingga ia bisa sesegera mungkin menyusul istri bosnya tersebut.
"Ehm...Iya Dirga!Maaf aku melamun",ucap Fathiya sembari mengelap wajahnya yang sembab.Dadanya terasa sesak bagai ditusuk ribuan jarum dan juga tombak yang mencabik-cabik daging hatinya.Batinnya kali ini benar-benar terkoyak oleh sikap suaminya yang amat menyakitinya barusan.Bisa-bisanya Fatih meninggalkannya ditempat asing seperti ini sendirian.Laki-laki yang berstatus suaminya itu lebih memilih menenangkan kekasihnya dan membiarkannya dirinya sendirian meskipun pada akhirnya mengutus Dirga untuk menyusulnya.
"Tidak apa-apa Nona!Silahkan lanjutkan berbelanja biar saya temani!",ucap Dirga menyembunyikan rasa kasihannya pada wanita malang dihadapannya ini.Dalam hati,Dirga mengumpat perbuatan bejat bosnya yang tega meninggalkan istrinya sendirian di mall seperti dengan keadaan yang begitu kacau.
"Tidak perlu Dirga!Aku ingin pulang sekarang!",tolak Fathiya seraya meninggalkan troli belanjaannya yang sudah hampir penuh.Ia tidak perduli lagi dengan belanjaannya.
"Tunggu sebentar Nona!Biar saya membayarnya terlebih dahulu",ucap Dirga dengan sopan seraya mengambil alih troli yang sebelumnya dipegang oleh Fathiya.
Fathiya terpaksa menuruti perkataan Dirga."Iya Dirga",jawabnya dengan lesu.
Tak berapa lama kemudian,Dirga telah mendekat ke arah Fathiya dengan beberapa kantong kresek berisi belanjaan Fathiya dan membawanya ke mobil.
Sebelum mereka sampai di mobil,Fathiya meminta satu hal pada Dirga.
__ADS_1
"Dirga!Boleh aku minta satu hal?",pinta Fathiya dengan wajah memelas.
"Anda ingin meminta apa Nona?",tanya Dirga yang mulai was-was.Pasalnya ia tahu,bagaimana kacaunya nona mudanya saat ini.Ia tidak ingin salah langkah dalam membantu permasalahan rumah tangga bosnya yang dirasa pelik ini.
"Antar aku ke rumah orang tuaku Dirga!Aku mohon!",ucap Fathiya seraya menangkupkan kedua tangannya diatas dadanya.Mata sayunya menampakkan dirinya saat ini sedang dalam keadaan yang benar-benar tidak baik-baik saja.
"Tapi Nona bagaimana kalau Tuan Muda marah?",tanya Dirga ragu.
"Aku akan bertanggung bila suamiku marah Dirga!Aku butuh waktu untuk menenangkan diri",mohonnya.
"Baik Nona!",Dirga tampak tak kuasa lagi menolak permintaan Fathiya.Persetan bila nanti bosnya akan marah-marah kepadanya.Akan ia pikirkan nanti.Salah siapa berani membuat wanita terbaik disisinya menjadi sengsara seperti ini.
"Sama-sama Nona!Silahkan masuk ke mobil terlebih dahulu!Saya akan menaruh barang-barang Nona terlebih dahulu di bagasi!",ujar Dirga yang segera mendapat jawaban 'Ya',dari Fathiya.
Selama di perjalanan,hanya kebisuan menyelimuti keduanya.Fathiya masih sesekali terisak dalam diamnya sembari memandang jalanan lepas menuju rumah orang tuanya.Ia telah bertekad tidak akan peduli lagi dengan kemarahan suaminya lagi kali ini.Yang ia harapkan adalah surat cerai dari suaminya.Ia tidak ingin bertahan lagi dalam pernikahannya yang semu.
Sementara Dirga tak berani membuka suara.Ia tahu bosnya yang kejam itu telah memberikan luka yang begitu hebat pada istrinya ini,hingga mungkin kesabaran Fathiya terkikis dan memilih untuk kembali kepada orang tuanya.
__ADS_1
"Nona ingin makan terlebih dahulu dijalan?",tawar Dirga memecah kesunyian diantara mereka berdua.
"Tidak perlu Dirga!Aku ingin segera sampai di rumahku",jawab Fathiya dengan nada lemah.Mungkin tenaganya telah ia habiskan dengan menangis di sepanjang perjalanan mereka kali ini.
"Ehmm...Nona Fathiya!Bisakah bisa menjadi teman?",tanya Dirga yang membuat kepala Fathiya menoleh kearah Dirga.
"Maksud saya Nona bisa menceritakan keluh kesan Nona pada saya kalau Nona tidak keberatan.Saya tahu menyimpan beban sendirian akan terasa sangat berat.Untuk itu Nona bisa menceritakan apapun pada saya!Saya janji tidak akan membukanya di depan Tuan Fatih meskipun saya menjadi asisten pribadinya!", lanjut Dirga dengan gaya meyakinkan.Ia berharap istri bosnya ini tidak merasa sendiri lagi.Ia ingin membantu sebisanya.
"Terima kasih Dirga atas perhatiannya!",jawab Fathiya lirih.Kini pandangannya kembali menunduk.Wanita itu telah menghabiskan hampir setengah kotak tisu yang tersedia di dashboard mobil untuk menyeka air matanya yang terus-terusan berjatuhan seperti air hujan.Dirga yang melihatnya tentu merasa iba.Seandainya ia bisa meminjamkan bahunya untuk wanita di sampingnya ini,tentu ia akan melakukannya.Sayangnya,ia masih ingat batasan.Lagi pula ia tidak ingin mendapat amukan dari bosnya yang arogan itu bila berani menyentuh Fathiya.
"Nona harus sabar menghadapi Tuan Fatih!Meskipun terkadang dia keras tapi saya yakin Nona bisa melihat kelembutan hatinya",saran Dirga untuk menguatkan hati Fathiya.Meskipun terkadang bosnya itu tak punya hati,namun Dirga tak rela bila sampai bosnya yang bodoh itu melepaskan istrinya ini.
"Tidak Dirga!Cepat atau lambat kami pasti akan bercerai!Aku sudah lelah menghadapinya Dirga!",sahut Fathiya diiringi dengan isakan.
"Lagi pula aku juga tidak ingin menjadi orang ketiga diantara mereka. Mas Fatih hanya mencintai Maya Dirga!Bukan diriku",keluh Fathiya yang mulai terbuka pada asisten suaminya tersebut.
"Tapi Nona bukan orang ketiga",sanggah Dirga.
__ADS_1
"Mungkin benar!Tapi Mas Fatih sangat mencintai Maya!Aku tak mungkin memisahkan mereka",ucap Fathiya yang mulai putus asa.