
Fathiya berupaya memiikirkan cara untuk bisa bertemu dengan suaminya tanpa menimbulkan kecurigaan bagi kedua orang tuanya.Alasan klasik yang ia kemukakan adalah ingin belanja di warung Bu Surti karena disanalah suaminya menunggunya.Dalam hati,Fathiya merasa sangat bersalah pada orang tuanya karena sengaja berbohong hanya untuk bertemu dengan sang suami.Namun,dirinya juga tak bisa mengabaikan keinginan yang dimiliki hatinya untuk bisa bertemu dengan orang yang paling dicintainya.
"Fathiya,Sayang, akhirnya kamu datang juga",seru Fatih girang saat melihat istrinya datang mendekatinya.Laki-laki itu segera menarik pinggang Fathiya dan memeluk istrinya erat seolah tak ingin berpisah lagi.
"Aku senang bisa bertemu dengan Mas Fatih lagi",kata Fathiya dengan mata berkaca-kaca.Keduanya sama-sama meluapkan rasa rindu yang dimiliki hati mereka masing-masing.
"Hapus air matamu Fa!Aku janji setelah ini kita akan bersama untuk selamanya",balas Fatih saat melihat air mata yang mulai meleleh di pipi mulus istrinya.
"Kamu yakin Mas Bapak akan memaafkanmu?",tanya Fathiya ragu.Memikirkan bagaimana sikap keras Bapaknya seminggunan ini membuat Fathiya sedikit pesimis menghadapi kenyataan yang ada.
"Kita sama-sama berdoa sama Allah agar Bapak bisa maafin aku agar kita bisa bersama sampai tua hingga maut memisahkan kita",jawab Fatih yang membuat Fathiya merasa senang.
__ADS_1
"Oh ya bagaimana kabar Adek?Maafin ayah karena lama ga jenguk Adek",tanya Fatih mencoba berkomunikasi dengan putranya.Tangan Fatih mulai mengelus dan mencium perut istrinya yang sudah tampak membuncit.
Fathiya kembali terharu dengan sikap manis yang di tunjukkan oleh suaminya."Adek baik-baik saja Yah",jawab Fathiya menirukan suara anak kecil.
"Syukurlah!Ayah senang ketemu kalian",kata Fatih kembali memeluk dan mencium kening Fathiya dengan rasa bahagianya.
Para tetangga yang menyaksikan pertemuan itu ikut terharu,bahkan diantara mereka ada yang meneteskan air mata.Mereka tak menyangka,di balik diamnya Fathiya selama ini,rupanya gadis malang itu begitu di cintai oleh suaminya.Mereka berharap agar masalah mereka berdua cepat selesai dan Fathiya bisa berkumpul kembali dengan suaminya tanpa sembunyi-sembunyi seperti ini.
Setelah cukup lama keduanya berpelukan,Fathiya meminta ijin pada suaminya untuk masuk ke dalam rumah.
"Lima menit Fa!Biarkan seperti ini",pinta Fatih yang sepertinya tak rela melepas pelukannya pada istri tercintanya.Seandainya ia berpikir egois,mungkin Fatih sudah menculik istrinya saat itu juga,toh ia masih suami sahnya Fathiya.Namun,itu bukanlah prinsip pria sejati seperti dirinya.Untuk itulah,Fatih akan memperjuangkan jiwa dan raganya agar bisa kembali bersama istrinya.
__ADS_1
"Sudah lima menit Mas!Biarkan aku pulang!",pinta Fathiya seraya memindai ke arah rumahnya.Berharap agar Bapaknya tak keluar saat ini.Atau akan ada perang dunia ketiga saat itu juga.
"Apa kamu tidak merindukanku Fa?Sejak tadi kamu selalu mengusirku?",Fatih pura-pura merajuk pada istri polosnya.
"Bukan seperti itu Mas maksudku....",jawab Fathiya sedikit gelagapan.Ia bingung bagaimana menjelaskan maksud hatinya pada Fatih.
Diam-diam Fatih merasa terhibur dengan pemandangan yang ada di depannya.Saat Fathiya merasa gugup seperti itu,wajahnya terlihat lucu bagi Fatih.Sontak,Fatih mencolek hidung milik istrinya dengan gemas.
"Sudah ga usah di jawab Sayang...Mas tahu kamu kangen banget juga kan sama Mas",
"Iya mas",jawab Fathiya malu-malu.
__ADS_1
Cup,
Fatih mencium sekilas bibir Fathiya sebelum membiarkan istrinya meninggalkannya.