BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
OTW Ketemu Istri


__ADS_3

"Ibu masak apa hari ini?Baunya enak sekali!",tanya Fathiya saat melihat ibunya sudah sibuk memasak padahal ia baru usai melaksanakan sholat shubuhnya.


"Ibu masak gulai ayam kesukaanmu Fa!Tapi belum matang!Sebentar lagi akan siap Nak!Tunggulah dulu sebentar di meja makan ya!",kata Bu Hasna sembari memasukkan beberapa rempah-rempah ke dalam gulai ayam yang sedang beliau buat.


Fathiya mengelus perutnya yang mulai kelaparan.Aroma bau masakan ibunya begitu menguar harum di udara.Rasa-rasanya ia segera ingin menyantapnya.Semenjak hamil,nafsu makan Fathiya memang meningkat drastis.Apalagi ia juga sering di buatkan makanan kesukaannya oleh ibunya yang menggugah seleranya.


"Aku tunggu di sini saja Bu",jawab Fathiya yang masih bertahan disisi ibunya dan membantu sedikit-sedikit apa yang di butuhkan oleh ibunya meskipun dilarang oleh sang ibu tercinta.


"Dasar bandel!",ucap Bu Hasna seraya mencubit hidung Fathiya dengan gemas.


"Aduh sakit Bu",rengek Fathiya manja.Hanya kepada ibunya Fathiya bisa bersikap seperti ini.Fathiya bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk bisa ditemani oleh Ibunda tercinta saat ini.


"Lebai kamu Fa",kata Bu Hasna yang membuat Fathiya makin terkekeh mendengarnya.


"Bu!Nanti Fa bawain bekal juga ya Bu buat makan siang di tempat kerja!Kuahnya di banyakin aja!Mau tak bagi dua sama Ratna!Kata Ratna masakan ibu selalu T O P Bu",ujar Fathiya seraya mengacungkan kedua jarinya pada ibunya.Fathiya memang sering membawa bekal saat kerja untuk bisa menghemat biaya hidupnya.Selain itu,Fathiya juga harus menabung sedikit demi sedikit untuk biaya persalinan putranya nanti.

__ADS_1


"Ok siap Tuan Putri",kata ibunya dengan tersenyum.


"Hish Ibu ini....Ya udah Fa mandi dulu ya Bu!Habis itu sarapan",kata Fathiya yang segera beranjak menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.


Setelah sarapan,Fathiya segera berpamitan pada sang ibu sebelum berangkat serta membawa bekal yang telah disiapkan oleh ibunya.


Di tempat kerja,Fathiya telah di tunggu oleh Ratna yang menunggu sahabatnya itu di depan loker yang telah di persiapkan untuk para karyawan.


Usai meletakkan tas ranselnya di laci miliknya,Fathiya segera mendekat ke arah sahabatnya.


"Pagi Fa!Gimana kabar ponakan aku?Trus gimana hasil pemeriksaan kamu kemarin",tanya Ratna dengan cukup antusias.


"Laki-laki atau perempuan Fa?Penasaran aku",tanya Ratna dengan penuh rasa ingin tahu.


"Ayo tebak!!!",jahil Fathiya.Sengaja ingin mengulur waktu.

__ADS_1


"Ayolah Fa!Kok malah tebak-tebakan sih?",kata Ratna yang pura-pura kesal pada sahabatnya itu.Wajahnya yang semula cerah,kini ia pasang cemberut.


"Laki-laki Rat!",jawab Fathiya pada akhirnya.


Ratna tampak tertawa kegirangan.Ia bahagia karena sebentar lagi akan ada bayi laki-laki yang akan memanggilnya Tante.


Tet tet tet


Bunyi alarm tempat kerja Fathiya berbunyi.Itu artinya sudah tiba saatnya mereka memasuki ruang kerja mereka yang cukup pengap dan panas.Namun,mereka bertahan demi bisa menyambung hidup.


"Bos!Anda saat ini belum bisa bertemu dengan Nona Fathiya",kata Dirga saat bosnya telah tiba di kota yang sama dengannya.


"Kenapa?",tanya Fatih dengan ekspresi kesal.Ia tidak ingin mengulur waktu lagi untuk bisa bertemu dengan istrinya.


"Nona saat ini sedang bekerja Bos!",ucap Dirga mencoba menjelaskan hal yang diketahuinya dari anak buah yang ia tugaskan untuk melaporkan setiap kegiatan istri bosnya tersebut.

__ADS_1


"Bekerja?Istriku bekerja saat perutnya besar seperti itu?",tanya Fatih dengan suara keras.Kini rasa bersalah itu makin bertambah berkali-kali lipat dari semula yang ia rasakan.Ia merasa menjadi seorang suami dan calon ayah yang tak berguna sama sekali saat ini.


"Benar Bos!Nona Fathiya bekerja di rumah garmen di dekat tempat tinggalnya sekarang",tambah Dirga yang membuat kepala Fatih bertambah berkedut nyeri.


__ADS_2