BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 68


__ADS_3

"Fa Bapak bilang masuk!",Pak Jamal mengulangi perkataannya karena tak ada pergerakan sedikitpun dari putrinya.Tangan Fathiya masih terlihat di genggam erat oleh Fatih.


"I-ya Pak!",jawab Fathiya tergagap.Perlahan tapi pasti Fathiya mulai melepas genggaman tangannya dari suaminya.


"Mas aku masuk dulu",bisik Fathiya dengan mata berkaca-kaca pada suaminya.Melihat kilat kemarahan yang begitu besar pada diri Bapaknya di pastikan akan menjadi masalah besar bagi dirinya dan sang suami setelah ini.Inilah hal yang ditakutkan Fathiya.Setelah rasa nyaman ketika bersama sang suami telah bersemayam di hatinya,tiba-tiba ia harus kehilangan suaminya lagi karena keadaan yang memaksa mereka untuk berpisah.Rasa-rasanya begitu sulit untuk dijalani oleh Fathiya.


"Sayang!Tenanglah!Aku akan membujuk Bapak!Bagaimanapun caranya!",balas Fatih dengan berbisik pula.


"Berusahalah!Aku akan mendoakanmu",kata Fathiya memberi semangat.


"Terima kasih istriku",tambah Fatih seraya mengecup punggung tangan Fathiya.


Fathiya segera menghampiri Bapaknya,mencium punggung tangan Bapaknya dan masuk ke dalam rumah menyisakan Fatih dan Pak Jamal yang kini berada di luar rumah.

__ADS_1


"Kapan Bapak sampai di rumah?",tanya Fathiya dengan suara lembut sebelum masuk ke dalam.Wanita yang sedang mengandung itu memeluk Bapaknya erat untuk melepas rindu karena sekian lama tak bersua.


"Tadi Nak sekitar jam 7 malam!Masuklah Fa!Bapak ingin bicara dengan Fatih!",kata Pak Jamal tegas.


"Iya Pak",jawab Fathiya patuh.


Pak Jamal menatap Fatih penuh dengan sorot kemarahan.Fatih yang di tatap seperti itu merasa sedikit gentar dalam hatinya namun ia harus berani meminta maaf pada ayah mertuanya tersebut.Fatih sadar akan kesalahannya yang begitu besar pada Fathiya.


"Waalaikum salam",meskipun marah,Pak Jamal tetap membalas salam dari Fatih.Karena wajib hukumnya membalas salam dari seorang tamu.


"Berhenti menemui putri saya mulai malam ini!Jangan temui dia lagi!Kami tidak sudi memiliki menantu sepertimu",peringatan Jamal begitu keras dan tegas.Sorot matanya sangat tajam yang berarti perkataannya tak bisa untuk di bantah.


Duarrr,,,,

__ADS_1


Fatih yang mendengarnya bagai tersengat petir di siang hari.Semarah inikah Bapak mertuanya padanya?Fatih sangat sadar kalau dia memang banyak salah pada Fathiya.Namun,akankah hukumannya adalah perpisahan?Disaat dia akan memiliki jagoan dari wanita yang mulai menetap di hatinya.


"Pak!Fatih tahu Fatih banyak salah sama Fathiya!Tapi saat ini Fatih benar-benar menyesal Pak!Ijinkan Fatih memperbaiki hubungan saya dengan Fathiya!Saya janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak saya nanti!Tolong berikan saya kesempatan Pak!Fatih mohon!",pinta Fatih dengan sungguh-sungguh.


"Tidak Fatih!Bagi saya kesalahanmu tidaklah termaaafkan!Kamu mengabaikan putriku selama dua tahun,berselingkuh dengan mantan pacarmu,membuat putriku hamil dan mengabaikan Fathiya selama tujuh bulan selama masa kehamilannya!Bapak tidak terima bila putriku bisa memaafkanmu semudah ini!Pokoknya Bapak minta kamu pergi dari sini dan jangan ganggu putriku lagi!Keluar",sentakan Pak Jamal begitu keras hingga beberapa tetangga ikut berhamburan keluar menyaksikan pertengkaran dua lelaki beda usia tersebut.Termasuk Bu Hasna ikut keluar rumah mencoba menenangkan suaminya yang sedang kalap memarahi Fatih.


"Pak sabar!Sebaiknya di bicarakan baik-baik di dalam!Malu di lihatin tetangga Pak!",pinta Bu Hasna lembut namun sama sekali tak di tanggapi oleh Pak Jamal.


Fatih bergeming di tempat pijakannya.Ia tak menggerakkan kakinya sedikitpun hingga Pak Jamal merasa murka.Pak Jamal menampar Fatih dengan keras di pipi kanan dan kiri menantunya tersebut hingga meninggalkan jejak merah disana.


"Kenapa masih disini hah?Cepat pergi dari rumahku!",bentakan Pak Jamal makin menjadi-jadi.


"Pak!Fatih mohon jangan seperti ini!Tolong berikan Fatih kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki diri",perkataan Fatih sama sekali tak di gubris oleh Pak Jamal.Karena Pak Jamal menarik istrinya masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu yang begitu keras.

__ADS_1


__ADS_2