
Setelah berpikir ulang,Fatih menerima usulan dari Dirga.Tidak ada salahnya mencoba,pikirnya.Calon Ayah tersebut mulai menghubungi Oma dan kedua orang tuanya agar membantu permasalahannya.Syukurlah,kemarahan keluarganya sudah mereda pada Fatih karena Fatih sendiri telah cerita kalau ia telah mendapatkan maaf dari Fathiya dan ibunya.Kini hanya tinggal meyakinkan Bapak Jamal.Dan dengan tangan terbuka,mereka akan terbang ke Kalimantan untuk ikut membantu permasalahan Fatih.
Tentunya Fatih sangat bersyukur akan dukungan keluarganya.Fatih berjanji dalam hati tidak akan menyia-nyiakan Fathiya seperti dulu lagi.Ia akan mencintai istrinya dengan segenap jiwa dan raganya,tanpa berpikir untuk mengkhianati cinta istrinya lagi.Fatih akan berpikir ribuan kali bila ingin selingkuh bila tahu hal fatal yang akan terjadi di kemudian hari.
"Kamu tenang saja Nak!Kami pasti akan membantumu sebisa kami",kata Pak Aditya mencoba menguatkan Fatih usai Fatih mengeluh tentang permasalahannya melalui sambungan telepon.Sementara Erlina dan Nek Nirmala tampak tergugu karena melihat wajah pucat Fatih.Sekian lama tak berjumpa dengan Fatih,tentu mereka sangat merindukan putra sulung keluarga Pratama tersebut.
"Terima kasih Pa atas bantuannya!Fatih menunggu kedatangan kalian!",jawab Fatih dengan penuh semangat.Hanya ini cara yang bisa ia tempuh untuk menyelamatkan rumah tangganya yang sedang di ambang kehancuran karena ulahnya sendiri.
"Meskipun punya banyak masalah dan sibuk bekerja!Jangan lupa makan Nak!Menjaga kesehatan itu penting!",nasehat Erlina disela-sela isak tangisnya.Ibu tiga anak itu tak kuasa menahan rasa rindunya pada putra sulungnya.Meskipun ia sempat kecewa pada sang putra,namun jauh di lubuk hatinya tetap mengharapkan kebahagiaan dan kesehatan putranya.
"Setelah ini Fatih pasti akan banyak makan Ma karena udah denger suara kalian !I miss you Mom,Dad,Grandmother and my sisters",jawab Fatih dengan penuh haru.Hatinya meleleh kala keluarganya sudah mulai memaafkan kesalahannya dan bisa menerimanya kembali.Sinta dan Santi pun ikut menangis haru saat kakaknya telfon.Mereka tak lagi menyebalkan seperti dulu.Dan Fatih bisa menyadari hal itu.Meskipun demikian,Fatih rindu sikap tengil dan manja kedua adiknya seperti dulu.
"Hai adik-adikku yang cantik kalian ga rindu sama kakak kalian yang ganteng ini?",tanya Fatih menggoda kedua adiknya.
"Kak Fatih...Kami rindu",jawab Sinta dan Santi berjamaah.
"Kalian ikut kesini kan?Ijin kuliah dulu dua hari dan ikutlah kesini!Kakak akan traktir kalian berdua sepuasnya !",usul Fatih yang membuat kedua adiknya mengangguk-angguk.Mereka akan memikirkan usul Fatih meskipun harus bertentangan dengan Sang ayah nanti.
__ADS_1
"Ok Kak",jawab mereka serempak.
Tak lama kemudian,sambungan telfon tersebut harus diakhiri karena Fatih ada meeting penting di luar kantor.
****************
Sepulang kerja,Fatih masih tetap kekeuh bertandang ke rumah istrinya.Laki-laki itu memarkirkan mobilnya yang agak jauh dari rumah Fathiya namun masih dalam jangkauan pandangnya.
Setelah itu,Fatih mulai mengirim pesan pada sang istri tercinta.
(Wife,lagi apa?)---Fatih menunggu balasan dari istrinya.Hanya dengan begini cara mereka berkomunikasi selama seminggu terakhir ini.
"Dibalas Sayang!Kamu dimana Fa?",gumam Fatih dengan gelisah.
(Maaf Mas tadi baru masak bantuin ibu.Mas dimana?)Balas Fathiya yang membuat Fatih melebarkan senyumnya.
(Aku ada di depan warung sebelah rumahmu Fa!Keluarlah!Aku kangen banget sama kamu)
__ADS_1
(Tapi Mas!Fa takut sama Bapak!)
(Cari alasan yang tepat Fa!Mas janji cuman sebentar ketemu kamu sama Adek!Mas kangen kalian)
(Bagaimana kalau Bapak marah?Tetangga juga tahu permasalahan kita Mas!)
(Fa!Mas mohon Mas rindu banget dengan kalian)
(Kenapa ga masuk ke rumah aja Mas?Bujuklah Bapak dan Ibu kembali seperti biasa)
(Sudah sering Fa!Mas cuman mau ketemu kamu sebentar saja!Mas tidak punya cara lain lagi)
(Mas Fatih putus asa merjuangin kami?)
(Tidak Fa!Mas bahkan sudah telpon keluarga mas!Mereka akan kesini paling lambat besok)
(Semoga Bapak luluh Mas bila berbicara dengan Mama,Nenek dan Papa)
__ADS_1
(Mas juga berharap seperti itu!Keluarlah Fa!Mas mohon!)
Fatih menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.Pokoknya hari ini ia harus berhasil ketemu istrinya meskipun itu hanya dua menit.