BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU

BUKAN PEMILIK HATI SUAMIKU
Bab 64


__ADS_3

Fatih membalikkan tubuhnya hingga kini posisinya berhadap-hadapan dengan sang istri.Mengecup kening istrinya lama.Bibir Fatih mulai menyusuri kedua pipi Fathiya yang saat ini terlihat chubby namun malah terlihat menggemaskan di matanya.


Sebagai seorang istri,Fathiya tentunya paham dengan apa yang diinginkan oleh sang suami saat ini.Apalagi sudah begitu lama mereka hidup terpisah.Pastinya,sang suami ingin mengulang kembali kegiatan panas seperti yang mereka lakukan sebelum berpisah.


Namun yang menjadi pertanyaan baginya sekarang adalah apa benar ibunya telah memaafkan suaminya?Sejak kapan?Kenapa sang ibu tidak berkata apa-apa padanya?Apa mungkin suaminya berbohong?Ingin sekali Fathiya menanyakan hal itu pada sang suami,namun melihat kabut gairah yang telah memuncak,terpaksa ia tak menanyakannya.


Seolah terhipnotis,Fathiya mulai menerima dan membalas setiap sentuhan dari suaminya.Keduanya kini di kuasai hasrat yang menggelora.Hingga keduanya kini melebur menjadi satu di sertai dengan *******-******* yang bertautan di kamar yang menjadi saksi bisu percintaan mereka.


"Sayang!Terima kasih",kata Fatih usai mendapatkan apa yang ia mau dari istrinya.Rasa-rasanya Fatih ingin mengulang kembali hal yang barusan ia lakukan.Namun,mengingat sang istri saat ini telah kelelahan dan sedang hamil besar,terpaksa Fatih menahan hasratnya.Ia sudah cukup puas dengan apa yang di berikan istrinya malam ini.


"Hem",jawab Fathiya sekenanya karena terlalu lelah.


"Hem apa Istriku?",goda Fatih disertai dengan senyum simpulnya.

__ADS_1


"Iya Mas",ulang Fathiya yang kini berada dalam dekapan Fatih.Mereka saling memeluk meskipun hanya berbalut selimut.


"Kamu tidak lapar Mas?Bukankah tadi Mas belum sempat makan?",tanya Fathiya saat menyadari kalau suaminya belum makan malam semenjak tadi,termasuk pula dirinya.


"Lapar sih!Tapi aku lebih suka makan kamu dari pada makan malam biasa",jawab Fatih yang membuat Fathiya semakin salah tingkah dibuatnya.Alhasil,wanita itu memukul lengan suaminya karena terus-terusan menggodanya.Sejak kapan suaminya ini suka berbicara mesum seperti ini,tanyanya dalam hati.


"Bicara yang jelas dong Mas!",kata Fathiya pura-pura merajuk.


"Astaga Istriku...Apa perkataanku kurang jelas?Bisakah kita mengulanginya sekali lagi sebelum makan malam beneran?",goda Fatih lagi yang makin terkekeh kala melihat semburat merah dari wajah sang istri.


"Iya aku tahu!Aku cuman bercanda kok!Ayo kita bangun Fa!Kita makan malam di luar ya!",ajak Fatih saat melihat waktu yang ada di ponselnya.


"Perut kamu gimana?Tidak sakit kan?",tanya Fatih pada istrinya.

__ADS_1


"Aman kok Mas!",jawab Fathiya sambil tersenyum.


"Ya udah kita siap-siap ya!Aku ingin dinner di luar bersamamu",ajak Fatih dengan semangat.


"Tapi Mas...Ibu...",jawab Fathiya ragu-ragu.


"Kenapa dengan Ibu sayang?Kita bisa kok mengajaknya!",kata Fatih seraya mengacak rambut istrinya yang sedikit berantakan karena ulahnya tadi.


Fathiya memegang tangan suaminya.


"Mas beneran udah dimaafin ibu?",karena tak tahan,Fathiya pun mengungkapkan apa yang mengganjal dihatinya.


"Menurutmu?",

__ADS_1


"Mas!Aku serius tanya",desak Fathiya.


"Aku sudah mendapat maaf ibu Fa,tepatnya tadi sore saat kamu sibuk ngobrol dengan temanmu!Sebelum ke kamar ini,aku ke dapur dan berbincang-bincang dengan ibu.Aku bahkan mencium kaki ibu agar beliau mau memaafkanku!Tapi aku senang Fa!Karena malam ini kamu bisa menjadi milikku lagi",kata Fatih yang membuat Fathiya terharu.Ia bahagia karena suaminya berubah.Menjadi amat baik dan menyayanginya.


__ADS_2