
"Ma!Jangan mengganggu istriku!Dia sedang sakit kepala!Makanya aku menyuruhnya diam disana",ujar Fatih saat melihat rasa tak nyaman diwajah istrinya.Ia tidak ingin istrinya terlihat buruk dimata keluarganya.Dan ia harus segera mencari alasan yang tepat.
"Benarkah Sayang?Kamu sedang sakit?",tanya Erlina khawatir sembari memegang kening menantu kesayangannya tersebut.
Fathiya bingung mau menjawab apa.Namun,ia cukup paham dengan kode yang dilayangkan oleh suaminya untuk membenarkan perkataannya.
"Tadi cuman sedikit pusing kok Ma!Tapi sekarang sudah jauh lebih baik",jawab Fathiya ikut-ikutan berbohong.Padahal ia sama sekali tak berniat untuk membohongi seluruh keluarga suaminya itu.
"Papa bangga padamu Nak!Kamu benar-benar sudah dewasa sekarang!Kamu bisa memperlakukan istrimu dengan baik disaat menantu papa sedang sakit meskipun kami semua tidak ada disini",puji Aditya pada putra sulungnya itu usai Fatih menyelesaikan kegiatannya di dapur.Aditya menepuk kedua bahu Fatih dengan penuh rasa bangga.Erlina membenarkan perkataan suaminya,dengan menganggukkan kepalanya.Dari sorot matanya,Erlina juga memuji kebaikan putranya pada sang istri tercinta.Fatih mau berubah dan menurunkan gengsinya demi menantu kesayangannya.
Pujian Aditya hanya disambut anggukan kepala,tanpa komentar sedikitpun oleh Fatih karena ia tahu ia telah berbohong pada keluarga besarnya.Suatu saat,bila mereka tahu tentang kenyataan pernikahannya,mereka pasti akan sangat kecewa kepadanya,terutama Nek Nirmala yang teramat sangat menyayangi Fathiya.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan Papamu benar Nak!Kamu telah membuktikan pada nenek kalau kamu benar-benar lelaki sejati dan bertanggung jawab!Nenek bangga padamu Nak!",tambah Nek Nirmala dengan mata berkaca-kaca menatap cucu pertamanya tersebut.Ia merasa apa yang dilihatnya hari ini sudah cukup membuatnya tersentuh.
"Sudah Nek!Jangan menangis!Fatih tidak suka nenek menangis karena nenek akan terlihat jelek bila menangis",hibur Fatih yang tak suka melihat neneknya menangis dihadapannya.Sedingin dan sekasar apapun Fatih terhadap orang lain,tapi bila sudah menyangkut keluarganya Fatih akan terlihat lemah.Dan itu baru disadari oleh Fathiya.
Nek Nirmala tampak tersenyum dan memeluk cucu pertamanya itu dengan sayang.
Makanan sudah siap,dan mereka telah siap makan bersama.
"Bawel!Emangnya kakakmu chef apa!",celetuk Fatih pada sang adik yang dirasanya terlalu cerewet tersebut.
"Tapi benar kok Kak!Masakan kakak benar-benar enak!Kita sangat beruntung karena kita datang kesini tepat waktu!Kapan lagi kita akan menyicipi masakan kakak yang rupanya rasanya sangat lezat melebihi rasa masakan di restoran bintang lima.Secara kan Kakak sibuk di dapur!",tambah Sinta seraya mengacungkan kedua jarinya pada laki-laki yang berstatus kakak pertamanya tersebut.
__ADS_1
"Sudah!Sudah!Jangan menggoda kakakmu terus!Entar dia malu dan ga mau masak lagi",tambah Erlina yang membuat Fatih semakin dongkol mendengarnya.Meskipun demikian,ia tetap menyayangi keluarganya.
Fathiya tanpa sadar ikut-ikutan tersenyum,kehadiran mereka merupakan hiburan tersendiri baginya saat ini.
"Kenapa ikut-ikutan tersenyum Sayang?Kamu juga ingin menggodaku seperti mereka?",ujar Fatih seraya memilin jemari istrinya dengan lembut.
Bila tidak ingat kalau ini hanyalah sandiwara sang suami seperti biasa yang dilakukan mereka selama ini,mungkin Fathiya akan bertambah baper dengan perlakuan lembut dan mesra suaminya tersebut.Namun,ia harus segera memperingati seluruh kerja otaknya bahwa ini hanyalah acting semata.Dan sewaktu-waktu akan berakhir.
"Cie-cie...Tuh Kak di panggil sayang tuh sama Kak Fatih!Jawab dong!",heboh Sinta dengan wajah berbinar.
"Jangan di ledekin terus dong Kak Sin!Lihat nih wajah Kak Fathiya jadi memerah gini",Santi memperingati saudari kembarnya.
__ADS_1
"Itu tandanya mereka saling jatuh cinta",celetuk Sinta yang membuat mereka semua tertawa.