
Usai menjelaskan maksud kedatangannya,Fatih segera berpamitan pada pemilik garmen tersebut untuk pergi dari sana.Fathiya pun di beri kesempatan oleh Fatih untuk berpamitan pada teman-temannya sebelum laki-laki itu kembali menggendongnya.Fathiya terbelalak,tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.Ia kira Fatih akan membiarkannya jalan kaki setelah berpamitan.Tapi,rupanya sifat pemaksa suaminya tidak pernah berubah.
Bu Sari,Ratna dan teman-teman Fathiya yang lain merasa sangat senang sekaligus bersyukur saat melihat suami Fathiya bersikap bucin terhadap istrinya seperti apa yang mereka lihat barusan.Apapun permasalahan yang ada di antara mereka berdua,mereka berharap Fathiya dan suaminya bisa berkumpul kembali seperti semula karena sebentar lagi akan ada seorang bayi yang akan hadir di tengah-tengah mereka berdua.
Fathiya baru berhenti berteriak saat suaminya meletakkan tubuhnya ke jog belakang mobil yang bersisian dengannya.
"Jalan Dirga",instruksi Fatih pada asistennya setelah mereka berdua masuk.
"Iya Bos!",jawab Dirga cepat.
"Kesinilah Fa!Kenapa dudukmu menjauh dariku?Hem?",tanya Fatih saat melihat tingkah sang istri yang selalu bergeser menjauhinya saat Fatih merapatkan tubuhnya.Fathiya masih merasa kesal karena kedatangannya yang tiba-tiba di tempat kerjanya,membuatnya malu dihadapan teman-teman dan bosnya dan juga seenak jidatnya suaminya itu meminta langsung pada Bu Sari agar mau menghentikannya saat itu juga.
"Duduklah dengan tenang Mas!Jangan dekati aku dulu atau turunkan aku di sini saja!",ancam Fathiya dengan memberengut sebal.
__ADS_1
Ha ha ha
Fatih tertawa renyah begitu mendengar ancaman istri kecilnya itu.Rupanya selain bisa bersikap marah dan kasar,istrinya juga mulai bisa mengancam dirinya.Bukannya takut,justru Fatih merasa sikap istrinya itu terlihat makin lucu di matanya.
Fatih pun segera mengacak rambut istrinya yang terlihat sedikit berantakan karena terlalu gemas dengan sikap istrinya.
"Kenapa tertawa?Emangnya ada yang lucu?",sinis Fathiya memandang Fatih.
"Ada lah!Kamu yang lucu!Sikap kamu aneh hari ini!Coba tanya aja sama Dirga kalau kamu ga percaya Sayang!,jawab Fatih seraya menahan tawa.
"Nona berani mengancam Tuan",jawab Dirga sekenanya karena itu yang ia tangkap dari perkataan bosnya.
Glek,,,,
__ADS_1
Fathiya menelan air liurnya dengan kasar.Ia sama sekali tak sadar kalau ia bisa mengancam dan berkata kasar pada suaminya sendiri.Hal yang tak pernah dilakukannya saat tinggal bersama suaminya tujuh bulan yang lalu.Namun,Fathiya tidak menyesal melakukannya sekarang.Karena suaminya itu juga harus dikasih pelajaran karena telah mengkhianatinya.Kenapa disaat ia sangat menginginkan perpisahan,suaminya ini malah bersikap seperti mencintainya.Padahal yang ia tahu,Fatih terlalu bucin dengan Maya.
"Hei hei kenapa kamu menangis Sayang?",tanya Fatih saat melihat air mata di wajah istrinya.Fatih berupaya mendekap sang istri,namun Fathiya terlihat menolak hingga Fatih kembali memundurkan tubuhnya.
"Kenapa Mas mencariku?Dimana Maya?",tanya Fathiya dengan suara bergetar,memandang serius ke arah suaminya.
Fatih segera meraih kedua tangan istrinya dan mengecupnya lembut penuh perasaan.
"Aku dan Maya sudah putus usai kamu pergi Fa!Aku baru sadar bahwa hatiku sangat hancur begitu kamu pergi!",jawab Fatih tanpa rasa ragu sedikitpun.Ia berharap istrinya itu benar-benar membuka pintu maaf untuknya.
"Benarkah?Aku rasa Mas hanya merasa bersalah padaku!",kata Fathiya masih menatap suami yang juga tengah beradu pandang dengannya.
Fatih menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Bukan hanya karena rasa bersalah!Tapi juga karena rasa cintaku yang begitu besar untukmu Fa!Aku sangat mencintaimu!Ijinkan aku berubah!Ijinkan aku memperbaiki diri dan ijinkan aku membahagiakanmu bersama anak-anak kita kelak",kata Fatih seraya menciumi perut istrinya berulang-ulang sebagai permohonan maafnya pada calon anaknya karena telah menelantarkan mereka berdua berbulan-bulan ini.