
Sesampainya di kantor,Dirga segera membukakan pintu mobil untuk Fathiya.
"Apa keranjang belanjaannya perlu kita bawa ke atas Nona?Sebagai oleh-oleh Tuan Fatih mungkin",goda Dirga pada istri bosnya.
"Tidak usah Dirga!Untuk apa coba kita repot-repot membawanya?",jawab Fathiya polos seraya memandang takjub pada gedung perkantoran yang katanya Dirga adalah milik suaminya.Sebuah gedung pencakar langit yang begitu menjulang tinggi dan terlihat begitu besar di matanya.Wanita itu memang tahu suaminya kaya.Namun,ia sama sekali tak pernah berpikir suaminya punya usaha sebesar ini.Apalagi usai mendengar pengusiran yang dilakukan oleh keluarga Pratama sejak tujuh bulan yang lalu dan suaminya harus memulai usahanya dari nol lagi.Ia tidak menyangka secepat ini usaha suaminya berkembang pesat.Dalam hati,Fathiya sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan karena atas kesuksesan suaminya ini.
"Ini beneran kantor suamiku Dirga?",tanya Fathiya masih merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Untuk apa saya berbohong Nona",jawab Dirga yang terasa menyebalkan di telinga Fathiya.Mungkin karena sekarang ini Fathiya lebih sensitif karena hormon kehamilannya.
"Ckckck...Kau ini Dirga!Aku serius bertanya lho ini",decak Fathiya sedikit cemberut namun bukannya takut,Dirga yang melihatnya malah terkekeh.Namun,Dirga tak berani terlalu lama mengajak Nona mudanya ini bercanda karena pasti suaminya yang super duper posesif itu akan marah kepadanya bila tahu istrinya tersenyum pada orang lain,termasuk dirinya.Saat inipun,Dirga yakin kalau Fatih sudah mengamati segala gerak geriknya bersama istrinya dari ruangan CCTV yang terhubung di layar monitornya.Ia tidak ingin menjadi sasaran kemarahan bosnya bila cemburu.Untuk itulah,Dirga segera mengajak istri bosnya itu ke ruangan bosnya sesegera mungkin.
"Mari nona ikut dengan saya!Saya akan mengantar Anda ke ruangan Bos Fatih sekarang!Pasti Bos sudah tak sabar bertemu dengan Nona",ucap Dirga yang segera diangguki oleh Fathiya.
__ADS_1
Dirga pun mempersilahkan Fathiya agar berjalan di depannya,sementara ia lebih memilih berjalan di belakang nona mudanya ini untuk memastikan agar orang terpenting bosnya ini baik-baik saja saat dibawah pengawasannya.
Para karyawan yang melihat kedatangan Fathiya,merasa bingung dan heran bahkan ada yang berbisik-bisik satu dengan yang lain.Bagaimana bisa seorang wanita cacat dan sedang mengandung besar bisa sedekat ini dengan orang nomor dua di kantor ini.Mereka mengira Fathiya adalah istri Dirga.Para pengagum Dirga pun banyak yang memandang sinis ke arah Fathiya.
Usai melewati lift,Fathiya dan Dirga sudah sampai di ruangan Fatih.Dirga mengetuk ruangan Fatih dan usai mendapat jawaban,ia segera masuk bersama Nona mudanya.
"Sayang!Akhirnya kamu kesini!Aku sudah menunggumu sejak tadi",ucap Fatih seraya menghambur memeluk istrinya dengan posesif."Kamu tidak apa-apa kan Sayang?",lanjutnya sembari meneliti tubuh istrinya dari atas sampai bawah.Memastikan bahwa istrinya saat ini baik-baik saja.
Fathiya yang di perlakukan seperti oleh sang suami benar-benar malu,terutama pada Dirga tadi yang melihatnya.Namun,ia tak bisa berbuat apa-apa.Karena sejujurnya,ia juga sangat menikmati pelukan suaminya ini.
"Aku ga papa Mas",jawab Fathiya lirih seraya melingkarkan tangannya di dada suaminya.
"Kenapa pesanku ga dibalas Sayang?Aku nelpon kamu juga ga di angkat!Aku khawatir sama kamu Fa",kata Fatih pura-pura merajuk pada istrinya.
__ADS_1
"Maaf Mas!Tadi aku sedang belanja ke pasar.Sedangkan Hp baru aku chas dikamar.Jadi mana tahu aku kalau Mas kirim pesan dan telpon aku",jawab Fathiya menjelaskan alasannya kenapa ia tidak membalas pesan dan tidak mengangkat telpon suaminya.
"Ya udah ga papa Sayang!Yang penting kamu dan anak kita ga papa!Aku seneng bisa melihatmu disini",kata Fatih seraya tersenyum simpul pada Fathiya.
"Apa aku ga ganggu kamu Mas?Kamu kan sedang kerja Mas?",tanya Fathiya.
"Sama sekali tidak Sayang!Mana mungkin kamu menggangguku!Yang ada kamu malah membantuku karena aku bisa bekerja dengan tenang sekarang",kata Fatih pada istrinya.
"Tapi Mas...",
Fatih membungkam bibir Fathiya dengan bibirnya.Memagutnya dengan hisapan lembut dan mulai mengeksplore ke dalamnya.Fathiya yang kaget dengan tindakan suaminya,ingin melepaskan namun tak bisa.Akhirnya ia hanya bisa pasrah dengan kelakuan suaminya.
"Aku sangat merindukanmu Fa",bisik Fatih di telinga istrinya.
__ADS_1