
Usai makan siang,Fatih mengajak istrinya ke pantai yang terletak tak jauh dari restoran mereka makan tadi.Fatih sengaja mengulur waktu mengantarkan istrinya ke rumah yang di tinggalinya sekarang karena ia masih ingin menghabiskan banyak waktu bersama dengan istrinya.
"Kenapa kita kesini Mas?Aku ingin pulang sekarang!",tanya Fathiya usai ia terbangun karena sempat terlelap saat di perjalanan tadi.
"Ayo turunlah dulu Fa!Nanti Mas jelasin sambil kita jalan",jawab Fatih agar istrinya mau menuruti perkataannya lagi.
Dengan patuh,Fathiya kembali menuruti permintaan sang suami.Ia turun saat lengan tangannya di pegang oleh sang suami dengan posesif.
"Kita jalan-jalan kesana ya Fa!Disana terlihat lebih teduh",kata Fatih seraya menunjuk hamparan pasir yang cukup teduh di antara spot lainnya karena di atasnya ada pohon kelapa rindang yang melindungi panas dari terik matahari secara langsung di siang itu.
Fathiya hanya mengangguk saat menanggapi permintaan dari suaminya.
"Kamu masih kuat kan Sayang?Atau kamu mau aku gendong lagi seperti tadi?",tanya Fatih saat melihat sang istri yang terlihat cukup kesulitan untuk berjalan karena perutnya yang sudah membuncit ditambah lagi keadaan kaki istrinya yang tidak normal membuat hati Fatih merasa iba.
__ADS_1
"Tidak perlu Mas!Aku bisa jalan sendiri",tolak Fathiya karena ia tidak ingin menjadi pusat perhatian dari sekian banyaknya pengunjung yang ada disana.
Fatih menuruti perkataan istrinya,meskipun dalam hati,Fatih merasa iba saat melihat cara jalan Fathiya seperti ini.
Tangan Fatih ia kalungkan ke pundak istrinya.Membantu Fathiya berjalan sebisanya.Karena ia tak ingin istrinya merasa tak nyaman didekatnya bila ia terlalu bertindak berlebihan.Sedikit banyak kini Fatih sudah tahu hal yang disukai dan tidak di sukai oleh istrinya itu.
Sesampainya di tempat yang di inginkan,Fatih meminta istrinya duduk di sebelahnya.Tak lama kemudian,Dirga kembali membawakan dua buah kelapa utuh dihadapan bos dan istrinya.
"Iya Mas",jawab Fathiya seraya menyedot minuman dihadapannya dengan menggunakan sedotan.Entah kenapa,kali ini Fathiya begitu merasa di perhatikan,dibutuhkan,di cintai dan dilindungi oleh suaminya sendiri.Hal yang baru dirasakan Fathiya sekarang selama menjadi istri seorang Fatih.Kemana saja sikap lembut suaminya itu dulu?Batin Fathiya dalam hati.Tak di pungkiri,batin Fathiya terasa berbunga-bunga saat merasakan sikap kelembutan dari sang suami ini.Namun,sampai kapan ia akan merasakannya?Apakah suaminya berbuat baik dan memanjakannya seperti ini hanya karena ia hamil?Segala pertanyaan itu menggumpal di benak Fathiya.
"Kamu tidak ingin mainan air?",tanya Fatih pada istrinya.
"Tidak Mas",jawab Fathiya seraya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu tadi bertanya kepadaku kenapa aku mengajakmu kesini kan Fa?",tanya Fatih seraya mencuri pandang ke arah istrinya.
"Hu um.Kenapa Mas?",
"Karena semenjak kamu pergj,aku banyak menghabiskan waktu senggangku ke pantai Fa untuk mencari ketenangan hati.Aku mengibaratkan air laut sebagai dirimu.Yang selalu tenang dan sabar saat menghadapi emosi dalam diriku yang meledak sewaktu-waktu!Makanya saat itu,aku berjanji pada diriku sendiri disaat aku bertemu denganmu,aku berjanji akan membawamu ke pantai"ujar Fatih dengan nada suara yang cukup sedih.
Fathiya mendongak,menatap wajah suaminya dalam-dalam.Ia mencoba mencerna kata demi kata yang terucap dari bibir suaminya yang kini terdengar manis di telinganya itu.
"Setiap akhir pekan tiba di saat aku lelah mencarimu,tempat tujuan terakhirku pasti pantai karena disana aku bisa melihat anak-anak yang bermain di air tanpa beban sama sekali dalam hidupnya.Terkadang,aku iri melihat keceriaan mereka karena saat itu beban hidupku sangat berat di saat kamu meninggalkan aku Fa.Aku seperti orang gila yang kehilangan arah Fa,tanpa tujuan sama sekali!Sungguh,aku tidak ingin mengulang masa-masa berat itu lagi!",kata Fatih dengan menggenggam tangan Fathiya sangat erat.Laki-laki itu menciumi kedua punggung tangan istrinya dengan lembut seolah-olah menyiratkan lubuk hati terdalamnya yang tak mengingnginkan ditinggal lagj oleh istrinya ini.
"Maafkan aku Mas!",entah kenapa tercetus kalimat itu di bibir Fathiya.Seharusnya mungkin saat itu,ia tidak meninggalkan suaminya ini.
"Tidak Fa!Kamu berhak marah padaku karena saat itu aku emang brengsek!Kepergianmu adalah hukuman terberat untuk suamimu yang bodoh ini!Pukullah aku Fa kalau kamu mau!Makilah aku sepuasmu!Tapi aku mohon satu hal Fa!Tetaplah selalu di sisiku dan jangan berpikiran meninggalkan aku lagi",pinta Fatih dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1