Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
10. Diem lu


__ADS_3

Hari pertama kuliah telah tiba. Anna, Dita, Rani dan Dewi mendapat kelas yang sama yaitu tingkat 1 kelas D atau yang biasa disebut 1D. Empat cewek keluar dari asrama menuju kelas mereka.


Sesampainya di kelas ternyata sebagian besar kursi telah terisi seperti biasa menyisakan kursi di barisan depan saja yang masih kosong. Terlihat Irpan duduk di kursi barisan tiga. Keempat cewek itu berjalan melewati Irpan.


“Kelas D juga Na?” Sapa Irpan basa-basi.


“Iya nih. Ternyata kita satu kelas. Gue ke depan dulu yah.” Jawab Anna yang diangguki oleh Irpan.


Anna dan teman-temannya duduk dibarisan paling depan. Saat mereka mengamati mahasiswa disekita mereka ternyata terdapat Lisa dan teman-temannya yang duduk di barisan paling belakang.


Jam kuliah pertama telah dimulai nampak wanita tinggi dengan celana panjang kain warna hitam dan blazer cream memasuki kelas mereka. Bu Rita yang menjadi wali kelas mereka kemudian memperkenalkan diri dan mengabsen mahasiswanya.


“Selamat pagi.” Sapanya. Serentak para mahasiswa pun menjawab sapaan dosen anggun itu.


“Perkenalkan saya Rita Patonah yang mulai sekarang akan menjadi wali kelas kalian. Disini saya mengampu mata kuliah pengantar manajemen.” Ucapnya.


“Sebelum memulai perkuliahan saya akan mengabsen terlebih dahulu.” Bu Rita memanggil satu-persatu nama mahasiswanya. Saat dipertengahan pengabsenan tiba-tiba terdengar ketukan pintu kelas.


Tok...tokk..


“Maaf saya terlambat Bu.” Ucap Aris sambil mendekat ke arah Dosennya.


“Karena ini hari pertama saya maafkan kamu. Tapi lain kali jangan sampai datang terlambat lagi!” Bu Rita menasihati Aris.


“Baik terimakasih Bu, lain kali saya tidak akan datang terlambat.” Jawab Aris yang kemudian berlalu mencari kursi yang masih kosong.


Ia mendapati satu kursi di barisan paling depan masih kosong. Ia berjalan kesana dan seketika senyum jahil muncul dari bibirnya saat melihat cewek cupu yang tak lain adalah Anna berada di sebelah kursi yang akan ia duduki.


“Hehh cupu” Ucapnya sambil mendudukan diri.


“Gue punya nama sialan!” Jawab Anna.


“Tapi lu lebih cocok dipanggil cupu soalnya sesuai sama penampilan lu!” Ejek Aris.


“ DIEM LU!” Teriak Anna geram dengan ejekan yang dilemparkan Aris.


Bu Rita yang sedang menjelaskan materi-materi yang akan mereka pelajari pun langsung terdiam mendengar ucapan Anna. Seketika keadaan kelas jadi hening.


“Maksud kamu apa bicara seperti itu?” Tanya Bu Rita dengan pandangan mengarah tajam ke Anna karena dia mengira kata-kata yang keluar dari mulut Anna adalah untuk dirinya.


Anna langsung gelagapan.


“Bu..bukan begitu bu. Maksud aku diem tuh buat si Aris supaya jangan ganggu aku terus.” Jawab Anna gugup.


“Anna ini tempat kuliah bukan sekolah menengah atas lagi jadi kebiasaan kekanank-kanakan tolong ditinggalkan.” Ucap Bu Rita.


“Baik Bu.” Jawab Anna Pasrah.


Aris tersenyum puas melihat kejahilannya membuat Anna kena semprot dosen di hari pertama kuliah.


Waktu istirahat tiba. Para mahasiswa mulai keluar dari kelas menuju kantin.


“Misi gue mau lewat!” Seru Anna pada Lisa yang menghalanginya di depan pintu, sementara teman-temannya sudah keluar semua hanya menyisakan ia dan Disa yang ditemani dua sahabatnya.

__ADS_1


“Gue ngga suka ya sama lu kecentilan cari muka mulu!” Bentak Disa.


“Maksud lu apa? Gue ngga ada urusan sama lu ya.” Jawab Anna.


“Selalu ada urusan sama gue kalo lu masih deketin Irpan. Lu pikir gue ngga tau apa? Pas ospek lu cari muka sama Irpan sok polos dan ngga peduli sama dia biar dia nyamperin lu terus kan.” Ucapnya sambil menunjuk wajah Anna.


“Dan tadi ga cukup lu cari muka sama satu cowok sekarang si Aris juga mau lu embat juga hah? Ngaca dong jadi orang!” lanjut Lisa kemudian mendorong Anna.


Anna yang di dorong hampir terjatuh jika saja tidak ada tangan yang menyanggah tubuhnya. Aris yang baru saja kembali dari kantin dan hendak memasuki kelas melihat ada keributan dikelasnya. Ia pun mempercepat langkahnya, pada saat di depan pintu kelas ia melihat Anna hampir jatuh karena di dorong. Ia pun dengan segera menahan tubuh Anna dan membawa ke pelukannya.


“Lu ngga apa-apa?” Tanya Aris saat mendapati Anna tidak bergerak dipelukannya.


“Ngga papa. Cari kesempatan aja lu.” Jawab Anna sambil berlalu meninggalkan Aris tanpa berterimakasih.


“Dasar cupu aneh.” Ujar Aris. Seketika Aris melihat ke arah Lisa dan teman-temannya.


“Apa lu?” Tanya Lisa. “Gue ngga ada urusan sama lu ya!” Lanjut Lisa.


“Gue Cuma mau bilang ini kampus bukan sekolah. Dewasalah dikit udah bukan waktunya main bully dan kroyokan!” Ujar Aris yang mengira Lisa melakukan tindakan bullying pada Anna.


“Bodo amat!” Jawab Lisa. “Ayo cabut!” ajaknya pada kedua temannya kemudian berlalu meninggalkan Aris.


Aris masuk ke dalam kelas kemudian mendudukan diri di tempat sebelumnya. Ia meletakan tangannya ke meja kemudian menyadarkan kepalanya pada tangan yang ia jadikan batal dan melanjutkan tidur.


Sementara itu Anna sedang berada di toilet, ia mencuci tangan kemudian memandangai gambar wajahnya di dalam cermin. Sesekali ia membenarkan letak kaca matanya.


“Kenapa gue tadi diem aja di peluk tuh cowok sialan? Kenapa gue ngga marah dia peluk gue? Kenapa gue ngerasa nyaman kayak ada yang ngelindungi gue?” tanyanya pada dirinya sendiri.


“Dan lagi kenapa? Kenapa Lisa nganggep gue cari muka sama Irpan dan Aris, padahal gue masa bodo sama mereka semua. Gue Cuma pengen belajar dengan tenang. Huh.. ini semua gara-gara Aris! Kalo aja dia ngga nyelakain gue pasti gue udah bahagia kuliah di tempat yang gue inginin.” Lanjutnya.


Setibanya di kantin Anna langsung menyapukan pandangannya mencari sosok sahabatnya. Tak lama ia menemukan sahabatnya. Anna pun berjalan menghampiri mereka.


“Lama banget Na, kita udah laper nih nungguin elu.” Keluh Dewi.


“Sorry barusan gue ke toilet dulu terus gue lupa jalan ke kantin jadi lama deh hehehe.” Jawab Anna sambil senyum yang dipaksakan. Ia masih merasa enggan untuk berbagi masalah dengan teman-temannya.


“Ya udah ayo kita pesan makanan sekarang.” Ucap Dita.


“Oke kalian mau apa biar gue yang pesenin.” Tanya Rani.


Setelah mengetahui makanan yang diingikan oleh teman-temannya Rani pun memesan makanan. Mereka berempat menikmati makan siang mereka. Kemudian kembali ke kelas dan megikuti mata kuliah berikutnya.


Saat masuk kelas Anna dan ketiga temannya merasa aneh karen tiba-tiba anak-anak melihat ke arah mereka sambil bisik-bisik, namun karena dosen mata kuliah terakhir sudah tiba mereka pun mengabaikan teman-teman mereka yang nampak sedang membahas sesuatu.


Mereka mengikuti pelajaran hingga selesai. Satu-persatu mahasiswa meninggalkan kelas. Terakhir menyisakan Lisa dan teman-temannya yang memadangan Anna denga tatapan benci sambil berlalu melewati Anna dan meninggalkan kelas.


Dewi yang duduk disamping Anna pun melihat tatapan tidak menyenangkan Lisa padanya kemudian penasaran dan menanyakannya pada Anna.


“Kenapa tuh anak kayaknya sewot banget sama lu ?” tanya Dewi.


“Tau tuh.” Jawab Anna.


“Guys gue tau nih kenapa anak-anak tadi pas masuk pada ngeliatin lu sambil bisik-bisik.” Ucap Dita sambil menatap Anna.

__ADS_1


“Kenapa emang?” Tanya Anna.


Dita pun memperlihatkan vidio live streaming yang ternyata selain live di akun gosip Rico juga mempostingnya di akun forum mahasiswa. Anna geram dengan judul yang tertulis di postingan itu “Pertengkaran si cupu dengan pacar tampannya’’


“Apa-apan nih? Gue ngga ada hubungan apa-apa sama Aris.” Ucap Anna.


“Kenapa bisa jadi kayak gini? Pantes aja para cewek natap gue kaya gitu.” Lanjut Anna.


“Lu tenang dulu Na.’’ Ujar Rani.


“Ngga bisa! Pokoknya gue harus cari tuh anak. Gue ngga mau dianggap pacaran sama cowok sialan itu!” Seru Anna.


“Kalo gue yang digosipin kaya gitu gue malah bersyukur Na. Cewek mana coba yang ngga mau punya cowok seganteng Aris?” Ujar Dewi.


“Tapi gue ngga!” Jawab Anna.


“ Why?” Timpal Dewi.


“Ceritanya panjang. Lain kali gue ceritain. Gue duluan! Gue mau cari tuh cowok sialan biar dia klarifikasi kalo gue tuh bukan ceweknya. Apalagi cewek yang dia seingkuhin.” Jawab Anna kemudian berlalu meninggalkan teman-temannya.


Anna berkeliling kesana-kemari mencari Aris. Dari mulai ke parkiran, kantin sampai taman kampus ia datangi namun tak ada sosok tampan yang ia cari. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke asrama yang tak ia sangka dia malah mendapati Aris sedang berdiri bersama ojeg online yang nampaknya sedangan mengantarkan makanan pesanannya.


“ketemu juga akhirnya lu.” Gumamnya, kemudian menghampiri Aris.


“Lu harus jelasin semua ini!” Ucapnya sambil menunjukan postingan akun gosip.


“Ngga penting banget. Gue ngga ngurusin yang kaya gini.” Ucap Aris sambil tersenyum melihat postingan yang ditunjukan Anna.


“Mending juga gue makan.” Ucapnya sambil mengembalikan handpone Anna dan memperlihatkan Pizza di tangan kirinya.


“Menurut lu ngga penting, tapi menurut gue ini penting. Cewek-cewek jadi natap benci ke gue. Gue mau lu klarifikasi ke mereka kalo gue bukan cewek lu. Apa ga cukup lu udah bikin hidup gue berantakan dan terdampar di tempat ini? Lu masih mau nyiksa gue dengan masalah ini?” Ucap Anna.


“Bodo amat!” Jawab Aris.


Seseorang dengan handphone yang bersembunyi di pagar tanaman dan mengambil gambar mereka tersenyum simpul.


“Ckckck ternyata mereka masih lanjut bertengkar hmhm.” Gumamnya. “Hot news ini.” Lanjutnya.


“Masih berantem aja kalian?” Sapa Rico menghampiri mereka sambil meliput video.


“Oh ternyata lu biangnya yang bikin gosip ngga bener.” Tuduh Anna.


“Tapi nyatanya kalian emang pacaran kan?” Tanya Rico.


“Gue ngga pacaran sama dia.” Jawab Anna.


“Alah palingan juga karena lagi ngambek lu ngga anggap Aris cowok lu kan?”Ujar Rico. Anna tak menjawab. Rico pun melepar pertanyaan ke Aris.


“ Iya kan Ris? Tanya Rico.


Aris tdak menjawab dia hanya tersenyum dan Rico menyimpulkan bahwa dugaanya dalah benar.


Anna yang geram dengan tingkah Aris yang tak memberikan jawaban pasti malah seolah mengiyakan bahwa dia pacarnya membuat Anna emosi dan berlalu meninggalkan Aris dan Rico dihalaman asrama.

__ADS_1


Kemudian Aris memerintahakan kalian untuk like dan komen.


INGAT WAJIB LIKE DAN KOMEN!!!


__ADS_2