
Sesampainya di kamar Aris langsung menuju kamar mandi kemudian menghapus coretan-coretan yang ada di wajahnya. Keterlaluan sekali cewek itu, kenapa dia tak seperti cewek-cewek lain yang tergila-gila dengan ketampanan gue dan kenapa dia tuh ngga ada ketertarikan sama gue ahh sial.... Aris terus menggerutu seorang diri.
Setelah selesai dengan ritual membersihkan wajah tampannya Aris kemudian mandi dan bersiap-siap mengikuti perkuliahan hari ini.
Di kelas terlihat mahasiswa sudah sebagian besar hadir mengingat 10 menit lagi perkuliahan akan dimulai.
Anna, Dita, Rani dan Dewi seperti biasa duduk di barisan kursi paling depan. Sebenarnya Dita dan Rani ingin duduk di barisan paling belakang saja mengingat hari ini adalah pelajaran komputer akuntansi yang dosennya kurang asik dan membuat mereka ngantuk, namun Anna memaksa ketiga sahabatnya untuk duduk di depan dengan alasan supaya lebih fokus dan masalah dosen ngga asik itu karena saat mengikuti pelajaran hanya raga kalian yang ada di kelas namun jiwa kalian entah berkelana kemana. Hingga akhirnya ketiganya pun pasrah mengikuti keinginan Anna yang super rajin itu.
Aris memasuki kelas, inginnya duduk di samping si cupu namun sayang sudah tak ada kursi kosong di barisan itu sehingga dia memilih duduk di baris ketiga bersama Irpan.
"Kusut banget muka lu Ris?" Sapa Irpan.
"He..Ngga papa gue cuma lagi ngga mood aja." Jawab Irpan.
Disudut kelas dibarisan kursi paling belakang nampak Lisa dan temannya yang memandang tak suka ke Aris karena perlakuan yang ia terima di pesta ulang tahun semalam.
"Liat aja gue bakal kasih pelajaran!" Ucapnya.
Dosen memasuki ruang kelas, dan sesuai dugaan pelajaran dosen ini benar-benar ngga asik dan bikin ngantuk.
Terlihat jelas para mahasiswa nampak memandang dosen dengan tatapan seolah memperhatikan padahal pikiran mereka melayang entah kemana, lain halnya dengan Aris yang malah terang-terangan tidur saat kuliah masih berlangsung.
Dosen yang menyadari salah satu mahasiswanya tidur lantas melemparkan spidol ke arah Aris dan tepat mengenai kepala cowok tampan yang tengah tertidur itu.
"Apa sih Pan ganggu aja!" Ujar Aris.
"Bukan gue, tuh liat ke depan."
Aris pun melihat kedepan didapatinya dosen sedang menatapnya dengan tajam.
"Kalo mau tidur di rumah, jangan di kelas saya! Coba jelaskan kemana kbagaimana cara kita mencatat penjualan kredit pada aplikasi ini?" Tanya dosen.
"Maaf pak saya sedang tidak enak badan." Aris mengelak.
"Untuk mencatat penjualan kredit jika kita menggunakan aplikasi myob accounting kita tinggal pilih menu sales kemudian enter sales dan ketikan data transaksi sesuai yang terdapat pada faktur pak." Jawab Aris.
Semua mahasiswa yang ada di kelas itu dibuat heran karena sedari tadi Aris tidur tapi kenapa dia bisa menjawab pertanyaan dosen dengan benar.
Bel berbunyi menandakan bahwa jam kuliah telah habis. Mereka berhamburan meninggalkan kelas.
"Keren banget ya Aris tadi kan dia tuh tidur tapi kok bisa jawab pertanyaan dengan benar yah." Rani kagum.
__ADS_1
"Alah paling juga kebetulan." Ujar Anna.
"Na lu ngga mau minta maaf apa ke Aris? Kasian dia jadi bahan candaan d medsos kampus gara-gara lu corat-coret wajahnya.'' tanya Dita.
" Ngga lah harusnya dia tuh yang makasih ke gue karena gue udah ngurusin dia semaleman sampe ngga tidur gue." Jawab Anna.
"Siapa yang ngurusin siapa? Ngurusin tapi kok ngrusak wajah orang." Sindir Aris yang kebetulan melewati keempat cewek yang sedang membicarakannya.
"Mending cuma corat-coret wajah doang masih bisa di hapus lah situ ngancurin masa depan gue." Sindir balik Anna yang tak terima dengan ucapan Aris.
Mendengar kata ngancurin masa depan membuat Aris menghentikan langkahnya dan berjalan kembali mendekati Anna dan teman-temannya.
"Mulut lu itunya!" Ucap Aris sambil menunjuk Anna.
"Udahlah Ris masa lu ribut sama cewek, udah ayo cabut!" Irpan mencoba melerai.
" Ngga nih cewek kalo dibiarin mulutnya suka seenaknya aja." Jawab Aris.
" Kalian kalo ketemu ngegass terus kerjanya, ribut terussss. Awas ntar jodoh!" Ledek Dita.
"Ngga bakal!" Jawab Aris dan Anna bersamaan.
"Cie jodoh." Timpal Rani.
Sementara Irpan masih terdiam disamping Aris. Melihat Irpan masih disana Dita membalikan langkahnya dan menatik tangan Irpan untuk ikut bersamanya.
"Ayo Pan ngapain lu disini mau jadi obat nyamuk lu" ucap Dita hingga Irpan pun mengikuti langkah Dita meninggalkan Anna dan Aris disana.
Setelah kepergian teman-temannya Aris dan Anna masih terus adu mulut.
" Mulut lu tuh ya kalo ngomong disaring dulu, dipikir dulu." Ucap Aris.
"Ngga ada yang salah dengan ucapan gue." Ujar Anna.
"Lu bilang gue ngancurin masa depan lu. Lu kira-kira dong kalo orang lain denger merekan pasti ngira kalo gue udah nidurin lu." Ucap Aris.
"Malah lebih dari itu kan, lu udah bikin gue terdampar disini. Itu udah lebih ngancurin masa depan gue. Gue jadi beban buat bokap gue. Semua gara-gara lu." Jawab Anna.
"Wah jadi hubungan kalian sudah sejauh itu? Gila lu Ris lu harus tanggung jawab udah ngancurin hidup cewek ini." Ucap Rico yang tengah mengambil vidio mereka yang tak mereka ketahui entah sejak kapan reporter gadungan itu ada disekitar mereka.
"Ini ngga seperti yang lu pikirin Ric." Ucap Anna.
__ADS_1
"Haha gue liat dengan mata kepala gue sendiri kalo kalian itu emang pacaran dan Aris udah ..." Ucap Rico terjeda.
" Ngga lu salah paham." Ujar Anna.
"Lu beneran kan Ris pacaran sama Anna? Apalagi lu udah.... Lu harus tanggung jawab" Tanya Rico serius.
"Iya iya udah lu cabut sana." Jawab Aris. Mendengar jawaban Aris yang memuaskan membuatkan Rico akhirnya pergi.
"Lu malah buat masalah tambah ribet." Ucap Anna. " Sekarang paati Rico bakal nyebari gosip kalo gue ...." Ucapan Anna tertahan.
Anna nggak berani mengatakan kalo Rico pasti akan membuat gosip kalo dirinya sudah hancur karena Aris yang sudah menidurinya. Kalo memang Rico ada disana sejak tadi pasti dia salah paham dan mengira Aris benar-benar telah merusak Anna dengan menidurinya dan membuat masa depan Anna hancur... Padahal maksud Anna yang mengatakan bahea Aris menghancurkan kehidupannya adalah karena Aris sudah membuat dirinya gagal mengkuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri impiannya.
"Sekarang lu tau kan kalo kata-kata yang keluar dari mulut lu yang ngga disaring dulu itu bisa jadi boomerang buat diri lu sendiri." Bentak Aris.
Anna sudah tak mampu berucap ia sadar semua berawal dari dirinya.
"Kenapa lu ngga jelasin ke Rico dan malah meng iya kan ucapannya?" Tanya Anna.
"Biarin..ini balesan buat lu yang udah coret coret wajah tampan gue." Jawab Aris. Padahal dalam hati ia kasihan melihat cewek cupu yang kini sedang menahan air mata dihadapannya.
"Terserah lu, lu emang ngga tau terima kasih. Gue udah ngurusin lu semaleman tapi ini balesan lu ke gue." Ucap Anna sambil pergi meninggalkan Aris karena air matanya sudah tak tertahan lagi. Ia tak mau menampakan kesedihannya dihadapan orang lain.
Aris memandangi punggung Anna yang semakin menjauh ada rasa bersalah dalam hatinya melihat Anna yang hampir menangis tapi keegoisannya mengalahkan segalanya. Semua tindakannya seolah selalu ingin menyakiti cewek itu namun hatinya berkata lain.
.
.
.
.
.
.
Maafkan baru update lagi soalnya kemaren-kemaren sampe 31 agustus tuh sibuk banget sama deadline kerjaan aku, tadinya mau aku paksain nulis juga tapi ternyata ngga mampu sampe aku tuh tidur ngga teratur.
Ini novel pertamaku jadi kalo kurang bagus mohon maklum aja. Ditunggu kritik dan sarannya dikolom komentar. Jangan lupa like juga yah.
See you next eps.
__ADS_1
.