Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
13. Dia bukan pacar


__ADS_3

Betapa terkejutnya Anna saat melihat penumpang yang tak sadarkan diri itu ternyata Aris.


“Huh dia lagi, Bagun heh... bangun!!!” teriak Anna sambil menggoyang-goyangkan tangan Aris namun cowok itu tak bangun sama sekali. Permadi dan Anna pun memapah Aris hingga pos satpam saja karena Permadi di larang masuk ke wilayah asrama mengingat jam kunjungan sudah habis sejak lama.


Permadi berpamitan pada anaknya setelah berhasil medudukan Aris pada sofa di pos satpam.


Setelah kepergiaan ayahnya, Anna mencoba berulang kali membangunkan Aris. Dia mengoyang-goyangkan pundak Aris hingga kesal dan rasanya ingin rasanya dia menampar wajah tanpa dosa yang telah terlelap itu.


Melihat Anna geram pak satpam lantas terkekeh.


“Anak jaman sekarang ngga ada lembut-lembutnya sama pacar.” Ucapnya yang masih bisa di dengar oleh Anna yang ada di belakangnya.


“Berapa kali harus saya jelaskan ke bapak kalau dia itu pukan pacar aku. Ujar Anna jengkel sambil menunjuk sosok yang tertidur lelap.


“Baiklah baik, tapi setidaknya kamu buka jaketnya. Dia tidak akan nyaman tidur dengan pakaian seperti itu.” Ucap pak satpam.


Entah mengapa Anna menuruti kata-kata pak satpam, ia hendak membuka caket yang melekat pada tubuh Aris. Cewek itu perlahan mengangkat salah satu tangan Aris kemudian melepaskan lengan jaketnya lanjut dia akan membuka sebelah lagi ia pun berusaha mengakat bahu Aris supaya terbangun dari posisi tidurnya agar lebih mudah baginya untuk melepaskan jaket itu.


Namun karena Anna tak mampu menahan berat Aris sehingga tubuh Aris kembali ambruk ke posisi semula dan malah Anna yang terbawa ambruk sehingga tubuh cewek itu menindih Aris dan bibir mereka tak sengaja bertemu.


“Sialan!!! Bisa-bisanya saat seperti ini elu cari kesempatan sama gue.” Bentak Anna sambil memukul bahu Aris. Anna mengira Aris sudah sadar karena dia mendudukan irinya setelah Anna memukul bahunya tapi nyatanya cowok itu hanya duduk tanpa membuka mata lantas memuntahkan semua isi perutnya kemudian kembali tertidur.


“Sialllll!!!” Ucapnya berulang-ulang sambil menghentakan kakinya.


Medengar keributan di belakangnya Pak satpam mengmapiri Anna. Melihat ada muntahan disana ia pun menyuruh Anna untuk membersihkannya.


“Lihat kelakuan pacarmu! Bersihkan itu!” Titah Pak Satpam.


“Dia bukan pacarku!” jawab Anna ambil beranjak pergi mengambil alat pel di belakang. Lantas membersihkan muntahan Aris sambil terus menggerutu tak ada habisnya.


“Belum cukup lu bikin gue sengsara? Udah bikin gue gagal kuliah di tempat yang gue pengen, bikin gosip kalo gue pacar lu yang lu selingkuhin dan sekarang lu bikin gue berasa jadi baby sitter lu. Sialan banget lu!” Gerutunya.


Setelah selesai membersihkan lantai Anna duduk di sofa samping Aris, sejenak cewek itu memandangi wajah di sebelahnya.


“Dia memang ganteng.” Ucapnya.

__ADS_1


“Tapi kalo udah bangun ngga ganteng yang ada nyebelin huh.” Lanjutnya, mengingat semua hal-hal menyebalkan yang telah Aris lakukan padanya.


Setelah diingat-ingat ternyata semua yang Aris lakukan begitu merugikan dan mengganggu hidupnya hingga muncul ide usil Anna untuk mengerjai Aris.


Cewek itu beranjak dari tempat duduknya kemudian menghampiri satpam untuk meminta spidol. Cewek itu tampak melukis di wajah tampan Aris.


“Gue bikin muka lu jadi lebih tampan hahaha.” Anna tertawa lepas. Kemudian mengembalikan spidol kepada satpam dan berpamitan.


“Pacarnya di tinggal nih?” Ejek sang satpam.


“Biarin aja Pak, besok juga kalo bangun bisa balik sendiri dia ke asrama.” Ucap Anna sambil berlalu pergi.


Pagi pun datang, Anna terbangun dari tidurnya ia mengambil kaca mata kemudian memakainya lalu. Ia melihat ke sekitanya dan ternyata ia masih seorang diri di kamar.


“Ternyata mereka belum datang, mungkin mereka akan datang sebentar lagi.” Gumamnya saat mendapati teman sekamarnya belum datang. Cewek itu berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aris terbangun dari tidurnya, ia merasa badannya sakit karena tidur di sofa dan ia juga bingung bagaimana bisa dia tertidur di pos satpam karena seingatnya tadi malam dia pulang dari pesta ulang tahun temannya dengan menaiki taksi online tapi kenapa malah jadi berakhir di pos satpam.


Satpam yang melihat Aris sudah sadar pun langsung menghampirinya. Sang satpam nampak menahan tawanya saat melihat wajah Aris.


“Pacar?” tanya Aris heran.


“Ya pacarmu. Gadis dengan kacamata dan rambut dikepang dua tadi malam mengurusmu bahkan membersihkan muntahanmu. Sekarang segeralah kembali ke arsama! Cari dia dan ucapkan terimaksih padanya! Titah sang satpam.


“Baiklah.” Jawab Aris yang kemudian pamit dan meninggalka pos satpam.


Sepajang perjalan dari pos satpam ke asrama Aris merasa ada yang janggal karena setiap ia berpapasan dengan mahasiswa yang juga lewat disana mereka langsung terihat menahan tawa dan kemudian menggunjingnya.


Tapi cowok tampan yang terngah menjadi bahan tertawaan itu tak memperdulikannya ia malah menganggap mungkin mereka tidak menyangka ada orang baru bangun tidur setampan ini ucapnya dalam hati. Ia pun melanjutkan jalannya sampai ia berpapasan dengan tiga cewek yang tak asing baginya karena mereka satu kelas. Ya ketiga cewek itu adalah Dita, Dewi dan Rani yang juga sedang berjalan menuju asrama, bedanya kalo yang lain berusaha menahan tawa sedangakan ketiga cewek ini malah tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk wajah Aris.


“Kita juga tau kalo lu tuh tampan Ris.” Ucap Dita sambil tertawa. “tapi ngga usaha ditulis juga kali.” Lanjutnya sambil menunjuk wajah Aris lagi kemudian memegangi perutnya karena merasa kram tertawa terlalu lama.


Aris masih belum menyadari apa yang dimaksud oleh ketiga cewek di depannya sampa Rani memberinya kaca.


“Nih deh gue pinjemin kaca gue, supaya lu bisa liat ketampanan lu yang bertambah seribu kali lipat.” Rani mengambil kaca dari tasnya kemudian memberikannya pada Aris.

__ADS_1


Aris pun merima kaca bulat itu kemudian melihat wajahnya menggunakan benda itu.


Melihat ekspresi wajah Aris yang berubah drastik ketiga cewek itu pun berlalu pergi ia takut menjadi sasaran amarah Aris.


“Kita duluan yah.” Ucap Dita kemudian berjalan setengan berlari meninggalkan Aris denga kedua temannya.


Aris tidak menjawab ucapan Dita, cowok itu nampak emosi. “Sialan lu cupu. Awas aja lu.” Ucapnya saat melihat wajahnya saat ini terdapat lingkaran di matanya menyerupai kaca mata kemudian hidung yang hitam dan terdapat tiga coretan di masing-masing pipi kana kirinya layaknya kumis kucing serta yang paling menyebalkan ia mendapati tulisan *GANTENG* yang ditulis dengan huruf kapital melakat di keningnya. Aris membuang kaca yang pegang kemudian setengah berlari ia meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.


Dita, Dewi dan Rani masih tertawa saat mereka sampai di kamar. Anna pun heran kenapa dengan ketiga temannya itu.


“Eh lu udah dateng Na?” Tanya Rani yang kala itu sudah duduk di kasurnya.


“Gue udah disini dari kemaren.” Jawab Anna.


“Kalian kenapa sih dateng-dateng pada ketawa ngga jelas banget.” Ujar Anna.


Dewi menceritakan kejadian di depan tadi saat mereka bertemu dengan Aris sambil masih tertawa. Mendengar cerita itu Anna langsung ikut tertawa puas. “ hahaha rasain!” gumamnya dalam hati.


“Coba kalo lu liat sendiri Na, asli itu lucu banget.” Ujar Dita.


“Gue udah liat kali, kalian telat.” Ucap Anna dengan bangga.


“Maksud lu?” Rani heran.


“Ya kan yang bikin mahakarya itu gue! Hahaha.” Anna melanjutkan tawanya puas.


“Kok bisa? Timpal Dita.


Kemudian Anna menceritakan kejadian semalam dari mulai ayahnya menelponnya hingga akhirnya ia mengurus Aris dan berhasil menciptakan mahakarya kebanggaannya.


Ketiga cewek dihadapannya hanya bisa menggelengkan kepala mereka saat Anna selesai bercerita.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN SHARE.


MAKASIH.

__ADS_1


__ADS_2