
Rico sedang melihat kembali kumpulan foto dan video yang akan ia upload di akun gosip miliknya. Ada begitu banyak foto dan video yang ia miliki termasuk foto dan video perdebatan Anna dan Aris sampai video yang Rico anggap mesum itu. Video ciuman tak sengaja Aris dan Anna yang baru saja ia dapatkan tadi saat kembali ke asrama.
Rasanya ingin sekali ia upload video itu namun setelah dipikir-pikir dia harus menuntaskan gosip tentang dosen yang cinlok sama mahasiswanya yang terlanjur ia upload beberapa hari yang lalu. “gue bakalan upload hubungan Aris dan Anna ntar setelah gue beresin gosip dosen dan mahasiswa yang lagi hits itu.” Pikirnya.
Pagi menjelang.
Di sebuah kamar nambak empat gadis sedang membereskan kamar. Mereka menyampu lantai, mengepel kemudian menganti sprei dan sarung bantal mereka masing-masing. Sebenernya kegiatan seperti ini biasa dilakukan oleh pembantu asrama namun berhubung mereka sedang tidak pulang ke rumah jadi mereka memutuskan untuk membersihkan kamar mereka sendiri untuk mengisi waktu luang.
Sementara itu di lain kamar Aris nampak bosan seorang diri ia memainkan game online yang membuatanya memenangkan hadiah beberapa waktu lalu namun lama-kelamaan tetap saja bosan kalo harus diem sendiri.
Ia memutuskan untuk jalan-jalan disekitar kampus saja kebetulan saat akhir pekan akses jalan raya di halaman kampusnya dijadikan kegiatan car free day otomatis akan banyak orang disana.
Ia bergegas meninggalkan kamarnya dan benar saja ternyata di depan kampus sangat ramai. Banyak orang sedang berolahraga sekedar berlari-lari kecil, bersepeda dan juga anak-anak yang sedang bermain bola. Disana juga dipenuhi stand-stand makanan cepat saji dari mulai soto, bakso, sosis bakar dan banyak lagi. Ia memutuskan memesan bubur ayam kemudian duduk di salah satu bangku sambil memperhatikan orang-orang yang sedang berlalu lalang.
Anna dan teman-temannya telah selesai membereskan kamar mereka. Kini mereka tampak bersantai sambil memainkan handphone masing-masing, kecuali Anna yang lebih memilih membaca buku pelajaran.
“Udah selesai semua jadi bete nih diem-diem bae di kamar.” Ujar Dita.
“iya kemana ke yuk kita jalan.” Ajak Dewi.
“Lah lu kan abis jalan tadi malem sama cowok lu, apa kaga cape tuh jalan mulu.” Timpal Anna.
“Urusan main mah kaga ada bosennya Na.” Jawab Rani.
“Gimana kalo kita jalan ke depan kampus aja ngga usah jauh-jauh. Katanya kalo hari minggu gini depan kampus jadi car free day pasti bakalan rame.” Ucap Dita.
“Berangkat.” Ucap Dewi menirukan gaya bicara salah satu mamang ojeg di acara yang biasa ia tonton.
“Yuk.” Jawab Rani dan Dewi bersamaan. Mereka bertiga pun beranjak keluar kamar, mendapati Anna masih tetap tiduran di ranjang Dita lantas berbalik dan menegurnya.
__ADS_1
“Lu ngga mau ikut Na? Tanya Dita.
“Ngga, sana kalian aja. Gue lebih suka rebahan kaya gini aja.” Jawab Anna.
“Ya udah kita pergi dulu, kalo ada apa-apa telpon aja oke.” Yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh Anna. Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Anna sendiri.
“Wah beneran rame guys.” Ucap Dewi girang.
“Biasa aja hei.” Ejek Rani.
Ketiganya pun duduk berjalan mengelilingi beberapa stand makanan dan pernak-pernik yang banyak dijual disana.
Saat dirasa sudah puas berkeliling dan melihat-melihat ketiganya memutuskan untuk duduk di stand makanan pedas yang sedang hits saat ini, apalagi kalo bukan seblak jontos yang pedasnya melebihi omongan tetangga.
“Seblak sayapnya satu B,i level ekstra pedas yang ngalahin pedasnya mulut tetangga yah.” Pesan Rani.
“Siap Non.” Jawab Bibi penjual seblak sambil menahan tawanya mendengar pesanan konsumennya.
Di rumah Aris nampak ibunya sedang adu pendapat dengan ayahnya lantaran ibu Aris ingin melihat anaknya di asrama yang tidak pulang minggu ini karena katanya banyak tugas tapi tidak diizikan oleh Ayah Aris karena ia rasa Aris bukan anak kecil lagi yang harus diawasi dua puluh empat jam.
Namun yang namanya emak-emak inginnya harus terpenuhi dengan berjuta jurus emak-emak yang ia miliki akhirnya suaminya itu megijinkannya melihat Aris ke asrama namun dirinya enggan menemani istrinya itu, dia memutuskan akan menelpon Andi sekretarisnya untuk mengatar istrinya karena ia ada pertemuan dengan klien dari luar kota.
“Halo An.. kamu tidak sedang sibuk kan? Ke rumah saya sekarang.” Ucap Iwan di telepon.
Tiga puluh menit kemudian terdengar suara mobil di depan rumah itu, Iwan pun keluar bersama istrinya.
“Ada yang bisa saya bantu Pak?” tanya Andi pada bosnnya.
“Tolong kamu antarkan istri saya ke USX, dia mau menemui Aris. Saya tidak bisa mengantarnya karena ada meeting dengan klien kita dari luar kota nanti siang.” Ucap Iwan.
__ADS_1
“Baik Pak. Mari Bu saya antar.”
Wina akhirnya berhasil sampai ke kampus dengan diantar sekretaris suaminya, namun karena jalan di depan kampus Aris menjadi area car free day membuat mereka harus memarkir kendaraan jauh dari area kampus.
“Kenapa berhenti disini?’’ Tanya Wina.
“Di depan jalannya di blokir bu karena jadi area car free day.” Terang Andi.
Wina keluar dari mobil dan benar yang dikatan Andi kalo di depan car free day, ingin sekali ia memastikan keadaan anak semata wayangnya tapi ia juga enggan jika harus jalan jauh apalagi sekarang matahari sudah mulai naik dan panas.
“Kamu saja yang pastikan Aris ada di kampus atau tidak? Sekalian berikan ini padanya. Saya tunggu kamu di cafe seberang sana” Ucap Wina sambil memberikan paper bag berisi makanan kesukaan anaknya.
“Baik bu.” Jawab Andi sambil menerima paper bag itu.
“Nasib-nasib jadi bawahan gini deh hari minggu aja masih kerja. Sebenernya aku itu sekretarisnya atau apa? Bahkan sampai urusan anak istrinya saja aku harus ikut campur. Terakhir aku ketemu sama anak nakal itu dia kabur, kalo sekarang kabur lagi gimana? Ah sebaiknya aku taruh saja titipan ibu ini di depan kamarnya dan cukup lihat saja itu anak ada atau tidak.” Batin Andi sambil berjalan menuju kampus yang lumayan jauh sekitar 200 meter.
Hari sudah mulai panas Aris memutuskan untuk kembali ke asrama. Ia merasa ada yang mengawasinya, Aris menengok ke belakang tak mendapati orang yang mencurigakan ia pun melanjutkan jalannya namun tetap saja ia merasa ada yang tidak beres. Ia memutuskan untuk masuk ke area perkuliahan untuk memancing orang yang mengikutinya.
Anna merasa bosan sendirian di kamar karena dari tadi ketiga temannya itu belum juga kembali, ia memutuskan untuk menyusul temannya ke area car free day. Namun saat melewati depan kampus ia melihat Aris sedang berjalan sendiri menuju area kampus. Akhirnya Anna memutuskan untuk mengikuti Aris ke area kampus.
Karena tak ingin diketahui Aris kalo dirinya mengikutinya Anna mengendap-ngendap di lorong kampus yang memang sepi karena libur.
.
.
.
.
__ADS_1
.
INGANT WAJIB LIKE DAN KOMEN