Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
25. Menolak


__ADS_3

Pagi ini bagaikan lembaran baru bagi Anna, ia tak percaya sepajang perjalan dari asrama ke kampus semua mata memperhatikannya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya dimana ia berjalan cuek tanpa perhatian siapapun kini rasanya risih setiap mata memandang kagum padanya.


Ternyata benar kata teman-temannya kalo dirinya cantik dengan dress putih selutut dengan bordir bunga warna pink menghiasi lengannya di padu seakers putih yang biasa ia kenakan. Rambut yang tak lagi dikepang dua ternyata juga membawa pengaruh besar pada penampilan barunya.


Sampai di kelas ia mendapati Aris menatapnya dengan kagum melihat penampilan gadis cupu yang kini tak cupu lagi. Anna duduk di tempatnya tak lama Aris menghampirinya dan berbisik.


“Gue tetep suka mau bagaimana pun penampilan lu.” Ucapnya yang kemudian duduk di samping Anna.


“Gue ngga ngerubah penampilan gue buat lu.” Jawab Anna.


“Tapi gue suka gimana dong?” Ujar Aris.


“Bodo Amat!”


Irpan memasuki kelas, ia merasa heran kenapa akhir-akhir ini Aris yang biasa duduk sidampingnya jadi keterusan duduk di samping Anna. Hingga jam perkuliahan berakhir Irpan tak bisa mengikuti perkuliahan dengan fokus karena otaknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan terkait kedekatan Anna dan Aris akhir-akhir ini. Dari pada pusing mempikirkan hal itu ia memutuskan untuk langsung menanyakan hal itu pada Anna dan mengungkapkan perasaannya selama ini.


Irpan menghampiri yang Anna nampak sedang adu mulut seperti biasa dengan Aris yang terus memainkan rambut barunya.


“Na bisa kita bicara bentar?” tanya Irpan.


“Iya kenapa Pan? Bicara Disini aja.” Anna menjeda ucapannya sambil menjauhkan tangan Aris dari rambutnya. “Sekalian bilangin temen lu nih jangan ngerusak rambut baru gue.” Ucap Anna.


“Gue tunggu lu di cafe seberang kampus ntar malem jam tujuh ya Na.” Ucap Irpan.


“Ayo balik Ris kita ke panti sekarang tadi bu Asih telpon minta bantuin ngajarin anak-anak pelajaran matematika katanya.” Ucap Irpan sambil mengajak Aris pergi.


Keduanya pergi meninggalkan kelas. Begitu pula dengan Anna dan teman-temannya yang kin memutuskan untuk ke kantin. Perjalanan menuju kantin diramaikan oleh sapaan-sapaan penggemar dadakan Anna.


Sementara itu disisi lain Lisa, Maya dan Fira nampak geram karena usahanya menjauhkan Anna dari Irpan tak juga berhasil malah kini Irpan masih ngencar mendekati Anna.


“Belum kapok juga tuh anak kita kunci di toilet.” Ucap Lisa kesal.


“Udah Sa kita beresin aja tuh anak ntar malem.” Ucap Maya dan diangguki oleh kedua temannya.


Anna dan teman-temannya telah sampai di kantin dan memesan makanan mereka masing-masing. Sambil menunggu makanan mereka tiba Dita seperti biasa memilih memainkan ponselnya untuk berseluncur di media sosial mencari berita terupdate.


“Wow Amazing lu Na.” Ucap Dita.

__ADS_1


Seketika Rani dan Dewi langsung merapatkan tempat duduk mereka ke Dita dan melihat ponsel Dita.


“Gila lu Na.” Teriak keduanya.


“Apaan sih?” Tanya Anna.


Tanpa basa basi Dita langsung memberikan ponselnya ke Anna supaya gadis cupu yang kini jadi cantik bisa tau apa penyebab ketiga temannya meneriakinya.


Sontak Anna terkejut melihat vidio unggahan Rico yang memperlihatkan adegan ciuman tak sengaja dirinya dengan Aris di HADIRMART malam itu.


“Ini ngga seperti yang kalian pikirkan.” Ucap Anna sambil mengembalikan ponsel Dita.


“Seperti yang kita pikirkan juga ngga apa-apa kali Na. Kalian cocok kok.” Ucap Dewi yang kemudian diacungi jempol oleh Rani dan Dita.


Kasak kusuk langsung terdengar dari orang-orang di sekitar mereka.


“Pantesan sekarang dia berubah penampilannya mungkin supaya ngga diselingkuhin lagi.”


“Bisa jadi itu hasil make over Aris.”


Begitulah beberapa bisik bisik yang masih bisa terdengar jelas oleh Anna, hingga keempatnya memutuskan untuk segera kembali ke asrama setelah makan.


Malam pun tiba, Anna sedang bersiap-siap di kamarnya untuk menemui Irpan di cafe seberang kampus sesuai dengan yang diucapkan Irpan tadi siang.


“Gue pergi sebentar yah.” Pamit Anna pada teman-temannya.


“Perlu gue temenin ngga?” Tanya Dewi.


“Ngga usah yang penting jangan silent hp kalian, takut gue ada apa-apa ntar gue telpon.” Jawab Anna sambil berlalu keluar kamar.


Dewi dan Rani tampak mengangguk mengiyakan ucapan Anna tapi tidak dengan Dita. Dia khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Anna seperti terakhir kali saat gadis itu terkunci di tolet. Maka Dita memutuskan untuk mengikuti Anna secara diam-diam.


Anna memasuki cafe dan mencari keberadaan Irpan. Terlihat Irpan melambaikan tangannya kemudian Anna pun duduk di hadapan Irpan. Setelah itu keduanya memesan minuman dan cemilan.


“Katanya ada yang mau lu omongin Pan. Lu bisa ngomong sekarang.” Ucap Anna sambil meminum cokelat panas pesanannya.


“Sebenernya gue mau ngomong ini sejak lama, tapi baru sekarang gue punya kesempatan.” Ucap Irpan.

__ADS_1


“Gue suka saama lu Na. Lu mau ngga jadi pacar gue.” Irpan mengungkapkan isi hatinya.


Anna langsung terdiam mendengar ucapan Irpan. Tak hanya Anna yang dikejutkan dengan ungkapan lelaki tinggi yang sedang duduk dihadapannya kini, tapi Dita yang sejak tadi mengikuti Anna dan kini duduk tak jauh dari mereka dengan wajah yang ditutupi majlah pun bisa mendengar jelas ungkapan hati lelaki yang ia sukai malah menyukai temannya sendiri.


“Gimana Na?” Tanya Irpan.


“Gue.... Maaf tapi gue ngga pernah anggap lu lebih dari teman.” Jawab Anna.


Sakit rasanya mendengar jawaban itu tapi Irpan memilih untuk menegarkan hatinya supaya tak ada keregangan dalam hubungan mereka, setidaknya walaupun tidak menjadi pacar masih bisa menjadi teman.


“Iya ngga apa – apa.” Jawab Irpan.


“Gue harap setelah ini kita tetap bisa jadi teman.” Ucap Irpan.


“Tentu saja. Gue yakin lu pasti bisa dapetin yang lebih dari gue.” Ucap Anna.


Anna kemudian berpamitan dan meninggalkan cafe.


“Lu pasti dapatin cewek yang lebih dari gue Pan. Dita lebih pantas buat lu dari pada gue. Lagi pula gue kan Cuma mau fokus belajar aja.” Gumam Anna saat keluar dari Cafe.


Ada kebahagiaan tersendiri meliahat Anna menolak Irpan hingga kini Dita melupakan tujuan utamanya mengikuti Anna karena khawatir sesuatu yang buruk menimpa temannya. Kini ia malah berjalan maju menuju meninggalkan mejanya menuju meja Irpan.


Dilihatnya Irpan yang selama ini tak membuka media sosialnya sedang melihat vidio unggahan Rico si biang gosip yang menampakan adegan romantis Anna dan Aris di depan toko serba ada.


“Pantesan nolak gue, ternyata dia pacarnya Aris. Bisa-bisanya gue sebodoh ini nembak cewek temen gue sendiri.” Batin Irpan.


“Jangan diliatin terus ntar lu pengen!” Ucap Dita yang kini sedang berdiri di samping Irpan sehingga bisa dengan jelas melihat vidio yang sedang dipandangnya.


“Loh kok lu ada disini? Sejak kapan?” Tanya Irpan, dia takut Dita mengetahui kalo dirinya baru saja ditolak.


“Gue baru aja masuk terus liat lu ada disini jadi gue samperin deh.” Dita bersikap seolah-olah tak tau.


Oh ya udah jangan lupa like dan komentar yah.


BIASAKAN LIKE DAN KOMENTAR SETELAH BACA.


KALIAN KOMEN “NEXT” AJA AKU UDAH SENENG BANGET.

__ADS_1


__ADS_2