Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
JDGC2


__ADS_3

Freya membuka tas Ardi dan mengambil buku besar dari tas itu kemudian menyalin tugasnya. Bukan hal baru, ini sudah biasa Freya lakukan. Meski Ardi tau tapi lelaki itu tak pernah marah. Bahkan Miya saja heran dengan tingkah keduanya yang sudah seperti pasangan kekasih hanya saja tak ada status di antara hubungan mereka.


“Sebenernya semalem lu ngapain aja sampe ngga inget ngerjain PR?” tanya Miya yang kini juga tengah menyalin PR dari buku Ardi bersama Freya.


“Ya sama kaya lu, menatap suami masa depan gue” Jawab Freya yang kemudian diiringi tawa yang pecah dari keduanya. Ya keduanya mengabiskan waktu malam mereka dengan nonton konser live streaming oppa oppa kesayangan mereka. Biasalah OSIS mau nonton live ngga kuat modal buat beli tiketnya.


.


.


.


Miya sedang menemani Freya sedang duduk di depan pos satpam sekolah mereka. menunggu ojeg pesanan Freya tiba. Biasanya Miya mengantar Freya pulang hanya saja hari ini ia harus mengantarkan ibunya ke rumah saudaranya hingga tak bisa mengantar Freya pulang. Sebenarnya Ardi dengan senang hati mau mengantas teman rasa pacarnya itu untuk pulang tapi Freya melarangnya, dia belum siap kena amuk ibu negara.


“Gue duluan, makasih udah nemenin.” Pamit Freya.


“Hm hati-hati.” Ucap Miya sambil melambaikan tangan mengiringi kepergian sahabatnya kemduan masuk ke mobilnya. “Malang bener deh temen gue udah delapan belas tahun belum pacaran malah kejebak friendzone.” Gumamnya sambil menyalakan mesin mobilnya kemudian meninggaklan sekolah yang hanya tinggal beberapa bulan lagi benar-benar ia tinggalkan.


Sekitar dua puluh menit perjalanan Freya sudah tiba di rumahnya. Lebih cepat jika dibanding menggunakan mobil karena bisa memotong jalan lewat jalan tikus. “Makasih Mang.” Ucapnya setelah memberikan lima bintang dan tip untuk mamang ojek dari ponselnya.


Freya masuk ke dalam rumahnya. Seperti biasa mamanya nampak sedang melakukan panggilan vidio. Hanya saja kali ini menggunakan ponselnya. Freya mendekati mamanya dan menyalaminya. “Liat nih calon mertua mu.” Ucap Ratna sambil memperlihatkan wanita yang sedang vidio call dengan dirinya.


“Pantas saja hanya pakai hp ternyata hanya satu orang. Biasanya rame-rame.” Ucap Freya dalam hati.


Ratna menepuk bahu putrinya yang kelihatan melamun itu. “Sapa ini calon mertua malah ngelamun kamu.”


Freya tersadar dari lamunannya. “Eh iya...” Ia binggung mau berkata apa. Freya malah menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Eh siang Tante.” Sapanya pada wanita yang gambarnya memenuhi layar hp mamanya.


“Siang sayang. Kamu baru pulang sekolah ya?” Tanya wanita itu.


“Iya Tante. Freya ke kamar dulu.” Ucap Freya lalu langsung kabur ke kamarnya. Tak mau terlalu lama bergaul dengan teman mamanya yang gesrek, takut ketularan gesrek pikirnya.


“Lucu putrimu Rat.” Ucap Mira sambil menahan tawanya melihat Freya yang berlari menaiki tangga di belakang Ratna.


“Hahaha namanya juga anak-anak mak.” Balas Ratna.


“Eh besok minggu jadi kesini? Biar aku siap-siap.” Tanya Ratna.


“Jadi dong. Aku juga udah bilang sama anak aku. Alamatnya ini udah bener kan?” Mira membacakan alamat rumah Ratna yang diberikan oleh Ratna beberapa hari yang lalu.


Mereka pun mengakhiri vidio call itu.


.


.


.


“Bunda yang bener aja mau jodohin aku sama anak bau kencur kaya gitu.” Ucap Arka yang duduk di samping Mira dan mengamati gadis yang akan dijodohkan dengannya.


“Bau kencur gimana? Cantik gitu kok. Kalau dia bau kencur bararti kamu juga cuma kencur yang udah tuaan dikit soalnya kamu kan baru ninggalin putih abu tiga tahun lalu.” Ucap Mira pada putranya yang kini memang baru berada di smester enam di salah satu universitas kenamaan di Bandung.


“Cantikan juga cewek aku Bun, Lisa.” Ucap Arka.


“Kamu masih sama Lisa? Bunda kan udah bilang kalian harus bubar. Lisa itu bukan gadis baik-baik. Pokoknya kamu harus tinggalin Lisa atau Bunda cabut semua fasilitas yang semala ini kamu nikmatin.”


“Terserah Bunda.”


“Ya bagus. Kamu besok harus ikut ke Jogja. Kita temui calon istri kamu.”


“Terserah Bunda aja.” Ucap Arka ketus. Karena percuma saja menentang bundanya tak akan pernah berhasil. Seperti orang nguras sumur pake gelas, kering kaga cape iya.


Arka berjalan menuju kamarnya dan merutuki kekonyolan bundanya yang hendak menjodohkannya dengan teman dari grup chat novel yang dibacanya. Bisa-bisanya bundanya itu menyodorkan gadis yang masih berseragam putih abu padanya. Padahal jelas-jelas dirinya sudah mempunyai kekasih dan malah di tentang habis-habisan. Jika bukan karena takut semua fasilitas yang ia gunakan dicabut Arka tak akan pernah mau menuruti keinginan bundanya.

__ADS_1


Iseng-iseng ia membuka media sosialnya. “Siapa tadi yang nama itu anak bau kencur.” Gumamnya sambil mengingat nama gadis yang dijodohkan oleh bundanya.


“Siapa yah tadi namanya mirip sama hero yang suka gue mainin. Oh ya Freya... bener si fighter cantik Freya.” Ucapnya yang tiba-tiba menghubungkan nama gadis itu dengan game online yang biasa ia mainkan.


Arka kemudian mengetikan nama Freya di kolom pencarian Ig nya. Dan luar biasa banyaknya hasil yang keluar. Ia kemudian melihat deretan gambar dengan nama Freya itu. Mencari kira-kira yang mana Freya nya.


“Sepertinya yang ini.” Ucapnya saat melihat gadis dengan rambut panjang berponi dengan jari yang membentuk love layaknya drakor lovers.


“Astaga namanya Freya saranghae.” Seulas senyum tersungging di bibir lelaki itu. “Lebay banget ni anak.” Ucapnya. Kemudian membuka profil nama tersebut yang ternyata tidak di kunci. Membuatnya bisa dengan bebas melihat postingan gadis cantik itu.


Mata Arka membelalak melihat postingan ig gadis putih abu itu yang ternyata isinya foto-foto dengan gaya alay dan pujian-pujian terhadap salah satu personel boy band. Tak ketinggalan quote-quote dari drama korea juga memenuhi postingannya.


Dahinya tiba-tiba berkerut dan tangan kananya reflek mimijat keningnya yang entah kenapa tiba-tiba terasa pusing melihat salah satu video yang di posting gadis itu. Terlihat gadis itu menari dengan gaya imutnya tak lupa menyilangkan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk simbol love andalan pada K-drama lovers dan k-popers alayer. Apalagi membaca tulisan di video itu *Buat kamu suami masa depanku. Aku Cuma mau bilang Neul saranghae* yang kemudian diikuti munculnya gambar salah seorang personel boy band treasure.


“Astaga beneran nih calon bini modelnya pecicilan begini. Gue bisa mati muda kalo punya bini model alay begini.” Gumam Arka.


Sementara itu dikediaman Ratna, seperti biasa Freya sedang menonton vidio treasure yang selama ini selalu tengiang-ngiang di kepalanya. Ratna masuk ke kamar putrinya. Terlihat putrinya sedang berbaring di ranjang dan belum mengganti seragam sekolahnya. Gadis itu terlihat begitu antusias dengan benda pipih di tangannya.


“Lagi liat apaan sih?” Ratna mengintip ke vidio yang sedang dilihat putrinya.


“Ohhh.” Ucap Ratna setelah mengintip sedikit.


“Ganteng-ganteng kan ya Ma?” Ucap Freya yang kini sudah duduk di samping mamanya.


“Gantengan juga calon suami kamu.” Ucap Ratna.


“Beneran Ma? Tanya Freya penasaran.


“Beneran lah dibanding oppa oppa di hp kamu itu, calon suami kamu lebih ganteng.”


“Beneran Ma? Kalo gitu aku mau deh.” Ucap Freya semangat karena yang terbayang saat ini calon suaminya itu ya mirip-mirip sama asahi Treasure.


“Iya beneran. Makanya besok kamu harus cantik.” Ucap Ratna yang kemudian meninggalkan kamar putrinya.


.


.


.


Pria berumur yang jarang sekali berada di rumah itu kini sedang memandangi tablet di tangannya, memeriksa semua pekerjaan yang diurus oleh pegawainya. Karena ini akhir bulan tentu setiap bank disibukan dengan kegiatan tutup buku yang memakan waktu lama.


Sementara Arka sedah terlelap di kursi penumpang samping kemudi.


“Ini kita ke Jogja Bun?” Tanya Bayu.


“Iya Yah. Kan Bunda udah bilang kemarin.” Jawab Mira.


“Kamu yakin mau jodohin anak kita sama orang yang sama sekali belum pernah kita kenal?” Ujar Bayu sambil melihat putranya yang sudah tidur di depan.


“Kata siapa belum kenal. Aku udah kenal loh Yah. Tiap hari aja kita ngobrol kok.”


“Iya tapi kan itu hanya dunia maya. Bagaimana kalau apa yang kamu ketahui itu bukan yang sebenarnya?”


“Ya kita lihat saja nanti. Anaknya manis kok. Ibunya juga sopan dan ramah banget.”


Sekitar pukul empat pagi keluarga Mira tiba di Jogja, karena masih terlalu pagi mereka memutuskan untuk istirahat terebih dahulu di hotel yang jaraknya tak terlalu jauh dari alamat rumah Ratna.


Sementara Itu di rumah Ratna, wanita itu terlihat sangat sibuk menyiapkan hidangan untuk menyambut calon besan onlinenya. Pagi-pagi sekali Ratna sudah bangun dan menyiapkan masakan andalannya. Tak lupa pudding andalan yang selalu mendapat pujian dari teman-teman arisannya pun dihidangkan.


Frans dan Freya yang baru saja turun dari kamarnya bergitu heran melihat meja makan yang penuh dengan makanan tidak seperti biasanya. Karena biasanya mereka hanya sarapan dengan roti dan susu saja. Tapi pagi ini meja makan mereka sangat penuh dengan makanan layaknya orang yang mau mengadakan arisan saja.


“Ma masaknya banyak banget. Aku jadi mendadak lapar ini.” Freya hendak menyendok pudding coklat.

__ADS_1


“Eh.. eh jangan dulu.” Cegah Ratna sambil mengambil sendok kecil dari tangan putrinya. “Ini makan roti aja dulu.” Sambil memberikan roti tawar yang sudah di oles selai coklat kesukaan putrinya.


“Pelit amat sama anak sendiri.” Ucap Freya tak jelas sambil mengunyah rotinya.


“Habis ini kamu mandi terus dandan yang cantik. Buruan keburu besan Mama datang, liat kamu kaya begini auto di tolak jadi mantu.” Ratna melihat penampilan putrinya saat ini yang masih mengenakan celana olahraga dan kaos serta rambut panjang yang belum disisir dan diikat asal itu, sangat berantakan.


“Pa kamu tungguin di depan, takut mereka datang aku masih di dapur.” Ratna menyodorkan nampan berisi roti tawar dan secangkir kopi pada Frans. “Sarapannya ini di teras aja sekalian yah.” Ucap Ratna. Frans hanya menggelengkan kepalanya setelah menerima nampan pemberian istrinya kemudian melangkah ke teras rumahnya.


“Nisa!” teriaknya Rata mendapati putrinya yang masih duduk bermalas-malasan. “Buruan mandi!” Titahnya. Mendengar teriakannya mamanya, Freya langsung ngacir ke kamarnya.


Di kamarnya Freya memilah baju yang bisa membuatnya cantik. “Hm yang mana yah?” Ucapnya sambil menempelkan setiap baju ke badannya di hadapan cermin.


“Kurang wow.”


“Ini ngejreng banget.”


“Kayaknya ini aja udah oke.” Kaos kuning oversize dan rok selutut warna putih dengan aksen renda di bawahnya. “Uh unyu banget gue.” Pujinya pada dirinya dihadapan cermin yang kini sudah siap menyambut calon suami yang kata mamanya tak kalah ganteng dengan asahi oppa kesayangannya.


.


.


.


Frans beranjak dari duduknya begitu mendapati sebuah mobil berhenti di halaman rumahnya yang cukup luas. Keningnya berkerut, mendapati Pria yang keluar dari mobil itu.


“Pak Bayu.” Ucapnya sambil mengahampiri orang itu.


“Loh Pak Frans.” Ucap Bayu sambil menunjuk Frans.


Tak lama muncul Ratna dari dalam rumah dengan begitu hebohnya. “Ya ampun Mak Mira udah nyampe.” Ucapnya heboh sambil menghampiri kemudian memeluk Mira yang berdiri di samping Bayu.


“Eh eh Rat kamu lebih cantik aslinya dari pada yang di foto.” Keduanya langsung cuap-cuap tak seperti orang yang baru ketemu. Malah seperti sudah orang yang sangat lama berteman.


“Eh ayo masuk aku udah masak banyak loh.” Ajak Ratna. “Eh tapi mana nih calon mantuku kok kaga keliatan Mak?” Tanya Ratna yang tak mendapati sosok lelaki selain suami Mira.


“Haduh aku baru sadar. Kayaknya dia ketiduran di mobil. Bentar aku panggil soalnya anaknya ***** banget.” Mira kembali mendekati mobilnya dan ternyata benar putranya itu ketiduran lagi.


Dengan malas Arka keluar dari mobil dan menyapa Ratna. “Pagi Tante, Om.” Ucapnya basa-basi.


“Ganteng banget Mir.” Ucap Ratna. Mereka semua pun masuk ke kediaman Ratna.


Mereka semua duduk di ruang tamu dan mengobrol dengan begitu asik. Tak menyangka ternyata Frans dan Bayu sudah saling mengenal. Frans adalah kepala kantor cabang dan Bayu adalah Direktur bank di kantor pusat. Bahkan belum lama keduanya saling bertemu di dalam rapat.


“Ternyata kita kayaknya emang udah ditakdirkan jadi keluarga Rat.” Ujar Mira.


“Iya, Mak Mir kaga nyangka aja ternyata suami kita udah pada saling kenal.” Jawab Ratna.


“Eh Rat mana ini calon mantuku kok belum keliatan.” Tanya Mira yang tak melihat Freya dari tadi.


"Sebentar." Ratna lantas beranjak dari duduknya dan pergi ke lantai dua untuk memanggil putrinya. “Astaga lagi-lagi kamu mantengin cowok yang joged-joged tidak jelas. Ayo turun ikut Mama.” Ratna mengambil paksa hp dari tangan putrinya kemudian melemparkannya asal.


Freya nampaknya lupa dengan acara hari ini karena terlalu hanyut dengan vidio oppa oppa yang ia lihat. Freya mengikuti Mamanya dengan malas setelah sebelumnya mamanya itu merampas hp nya dan meletakannya di kasur sebelum menyeretnya mengikutinya.


Dengan wajah tertunduk Freya menuruni tangga, kemudian menyalami teman mamanya yang berasal dari grup chat itu. “Freya Om.” Ucapnya sambil menyalami Bayu.


“Pagi Tante, Aku Freya.” Lantas menyalami Mira yang malah langsung memeluknya gemas. “Cantik banget kamu. Manis” Ucap Mira setelah melepas pelukannya dan mencubit gemas pipi Freya.


“Nah itu calon suami kamu. Sana salim dulu.” Titah Ratna.


Freya memalingkan tubuhnya dan melihat ke sosok lelaki yang sedang menunduk dan fokus dengan hp yang layarnya miring itu. Freya menghampiri lelaki itu. “Pagi, Aku Freya.” Ucapnya sambil mengulurkan tangan kanannya.


Melihat ada tangan di hadapannya, Arka mengentikan game yang ia mainkan dan memasukan hp nya ke saku celana. Ia menjabat tangan Freya, “Arka.” Ucapnya sambil mengangkat wajahnya melihat wajah gadis yang berdiri di hadapannya. “Astaga alay banget nih penampilan bocah.” Gumamnya dalam hati sambil mengamati gadis berbaju kuning di hadapannya.

__ADS_1


Sementara itu Freya malah tak bisa mengontrol wajahnya yang terkejut saat ini melihat sosok di hadapannya. “Omo..Omo Cha Eun Wo Oppa.” Ucapnya.


lanjut baca jodoh dari gc dengan klik profilku kemudian pilih Jodoh dari GC. atau kalian juga bisa ketik JODOH DARI GC. di kolom pencarian. terimakasih.


__ADS_2