Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
27. Menolongnya lagi


__ADS_3

Anna keluar dari Cafe, sepanjang jalan ia berfikir rasanya konyol ternyata ada juga orang yang menyukainya. Ia kira tak akan ada yang peduli dengannya apalagi dengan penampilannya yang sebelumnya begitu cupu.


Anna berniat langsung kembali ke asrama tapi mengingat tadi ia dan teman-temannya belum makan malam dia memutuskan untuk membeli sate yang berada di seberang jalan.


Aris sedang memakan sate di tempat langganannya dari kejauhan tampak Anna yang hendak menyeberang jalan.


"Pasti tuh anak mau nyamperin gue." Gumam Aris sambil memakan satenya dan tetap melihat Anna dari kejauhan. Merasa kepedesan Aris pun meminum teh tawar hangat dihadapannya kemudian kembali melihat Anna namun gadis itu sudah tak ada.


Aris lantas menyelesaikan makannya dan tak lupa membayar pada Kang sate. Kemudian mencari Anna karena dia yakin tadi Anna pasti menuju kesini tapi kenapa tiba-tiba menghilang.


Disisi lain, kini Anna sedang bersama Lisa, Maya dan Fira.


Tanpa sepengetahuannya ternyata mereka bertiga mengikutinya. Saat Anna hendak menyeberang jalan tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang dan membawanya ke taman yang tak jauh dari sana.


"Lepasin gue. Siapa kalian?" Tanya Anna.


Tangan Anna dihempaskan dengan kasar oleh Lisa.


Anna begitu terkejut saat mendapati Lisa, Maya dan Fira yang menariknya.


"Berapa kali gue harus peringatin lu hah?" Bentak Lisa sambil menampar pipi Anna.


"Apa lagi salah gue kenapa kalian selalu nganggu gue." Ucap Anna sambil menahan pedih di pipinya.


"Lu jangan so polos ya Na, berapa kali kita mesti bilang kalo lu harus jauhin Irpan!" Kali ini Maya ikut berbicara.


"Tapi gue ngga pernah deketin Irpan." Ujar Anna lirih.


"Lu bener-bener ngga tau diri ya Na. Lu kira gue ngga tau lu abis ketemu Irpan di cafe sana kan?" Ucap Lisa sambil mendorong Anna hingga kini gadis itu duduk tersungkur.


"Gue bener-bener ngga deketin Irpan Sa." Anna kembali berucap sambil menghapus air matanya. Sesak sekali rasanya kenapa kita harus menanggung kemarahan orang karena seseorang mencintai kita.


"Ini peringatan terakhir gue Na, kalo lu masih deketin Irpan gue bakalan bikin lu lebih menderita dibanding dikunci di toilet yang gelap." Ancam Lisa.


Aris yang sedang berjalan mencari Anna mendapati suara rusuh dari taman tak jauh dari tempatnya berdiri. Kemudian ia mendekati sumber suara itu dan mencari tau apa yang terjadi.


Benar saja terlihat gadis yang akhir-akhir ini sering mengisi pikirannya sedang duduk tersungkur sambil menangis dan memegangi pipinya. Terlihat pula tiga orang gadis yang belum ia ketahui siapa karena ketiganya membelakanginya.

__ADS_1


Aris memutuskan untuk membantu Anna. Ia berjalan mendekati ketiga gadis itu.


"Oh jadi itu semua ulah kalian."


Mendengar suara itu Lisa, Maya dan Fira langsung menoleh ke arah sumber suara.


Terlihat Aris sedang berjalan mendekati mereka.


"Lagi-lagi kalian beraninya keroyokan." Sindir Aris sambil mendekati Anna dan membantu gadis itu berdiri.


"Lu ngga apa-apa kan?" Tanya Aris sambil mengusap lembut bahu Anna.


Anna tak menjawab, gadis itu hanya terdiam di dekapan tangan Aris.


"Gue peringatin kalian bertiga jangan pernah nganggu Anna. Kalo sampe kalian ganggu Anna lagi gue ngga akan segan-segan sama kalian sekalipun kalian perempuan." Ancam Aris.


"Dan satu lagi lu Lisa, lu ngga usah khawatir Anna bakal ngedeketin Irpan karena Anna cewek gue. Dan ngga akan pernah jadi milik orang lain!" Ujar Aris.


Anna tak percaya mendengar ucapan lelaki disampingnya ini. Pasalnya lagi-lagi Aris mengakui dirinya sebagai kekasihnya. Tetapi karena keseringan mendengar kata-kata itu rasanya jadi biasa aja.


"Sebaiknya lu sadar diri Sa. Jangan membohongi diri sendiri. Padahal lu jelas-jelas tau kalo Anna ngga pernah deketin Irpan. Kalo lu suka bilang aja ke Irpan ngga usah nindas orang yang Irpan sukai. Kalo Irpan tau dia pasti ngga sudi nganggap lu sebagai teman apalagi jadiin lu pacarnya itu mustahil." Ejek Aris dengan masih tetap merangkul Anna.


"Lu!" Bentak Lisa sambil menunjuk Aris.


Ketiga gadis itu kemudian berlalu meninggalkan Aris dan Anna.


"Udah ngga apa-apa." Ucap Aris sambil membawa Anna kepelukannya.


Aris memeluk Anna dan mengelus punggung gadis itu supaya lebih tenang.


Merasa nyaman berada dipelukan lelaki selain Ayahnya kini tangan Mulai membalas pelukan yang ia terima keduanya perpelukan dalam diam cukup lama.


Tanpa mereka sadari dua pasang mata sedang mengamati mereka dari kejauhan.


Irpan dan Dita yang juga berada di taman, keduanya terdiam melihat Anna dan Aris berpelukan.


Irpan dan Dita menemukan Anna yang sedang dirundung oleh Lisa, Maya dan Fira hanya saja saat keduanya hendak menolong Anna tanpa mereka duga Aris terlebih dulu menghampiri Anna, sehingga Dita dan Irpan menghentikan langkah mereka serta memutuskan jadi penonton yang baik dari kejauhan.

__ADS_1


Melihat Anna sudah tak apa-apa membuat dia lega. Tapi tidak dengan lelaki yang kini berada disampingnya. Melihat orang dia cintai dipeluk oleh sahabatnya sendiri rasanya tetepa aja sakit. Sekalipun kita udah ikhlasin. Tetap aja mengikhlaskan tak semudah itu.


"Pan yuk kita balik ke asrama. Anna udah oke kok ada Aris." Ajak Dita.


Keduanya pun kembali ke asrama meninggalkan dua insan yang masih betah berpelukan.


"Udah belum nih apa lu masih betah gue peluk." Ledek Aris.


Mendengar ucapan Aris gadis itu langaung tersadar kalo sekarang dia sedang berada dipelukan orang yang membuatkan gagal mencapai keinginannya, landas Anna melepaskan pelukannya dan menjauh dari Aris.


"Udah ngga usah jauh-jauh ntar kangen." Ucap Aris sambil mengelus kepala Anna yang kini menunduk. Nampaknya gadis itu sedang malu.


"Ngga siapa juga yang bakal kangen sama orang nyebelin kaya lu." Ucap Anna sembari cemberut.


"Duduk sini!" Ucap Aris sambil menepuk tempat disebelahnya.


"Makasih udah nolongin gue." Anna mendudukan dirinya disamping Aris.


"Sama-sama." Ucap Aris sambil mengelus rambut Anna dan merapikan rambut yang berantakan akibat dorongan kasar tadi.


Menerima usapan lembut dikepalanya selain dari sosok Ayahnya tenyata senyaman ini. Biasanya Anna akan marah apabila orang sembarangan menyentuhnya tapi saat ini ia malah menikmati tangan Aris yang membelai rambutnya. Rasanya seperti terlindungi. Dan memang nyatanya sudah dua kali lelaki yang ia anggap merusak mimpinya itu malah selalu menyelamatkannya.


"Kenapa tadi lu bilang gue cewek lu? Kebiasaan deh lu bohong mulu. Apa ngga cukup bohong ke Rico yang biang gosip malah sekarang lu tambahin ke Lisa the genk." Ujar Anna.


"Gue ngga bohong." Jawab Aris.


"Tapi kan gue bukan cewek lu!" Anna menjauh dari jangkauan Aris.


"Tapi entar juga lu jadi cewek gue!" ucap Aris penuh keyakinan.


"Ayo balik ke asrama udah malem." Ajak Aris.


Keduanya pun kembali ke asrama bersama.


LIKE LIKE LIKE!


KOMEN KOMEN KOMEN!

__ADS_1


__ADS_2