
Kegiatan demi kegiatan ospek pun belalu begitu saja, hingga tiba hari ini yang merupakan hari terakhir sekaligus penutupan kegiatan ospek yang akan di tutup dengan acara hiburan penampilan mahasiswa baru dari setiap jurusan yang mewakili.
Bagi Anna tak ada yang spesial dari kegiatan itu. Ia hanya mengikuti semua kegiatan dengan B aja alias biasa aja, tak seperti teman-temannya yang menjalani kegiatan ospek sambil mencari tambatan hati.
Acara penutupan pun tiba. Setiap jurusan secara bergantian manampilkan kreativitas ataupun kemampuan yang dimiliki oleh mereka.
Hingga akhirnya kini giliran jurusan akuntansi yang harus tampil. Tak perlu seperti anak SMA yang tiap mau tampil mewakili temannya harus didorong-dorong dan saling lempar tidak mau, disini malah saling rebutan ingin tampil.
Finaly Irpan mewakili jurusannya dengan membawakan sebuah lagu.
Lagu pemuja rahasia milik so7 mengalun indah lewat bibir cowok tinggi itu..
Na, Na, Na, Na, Na, Na, Na, ...(4x)
Kuawali hariku dengan mendoakanmu,
Agar kau selalu sihat dan bahagia disana,
Sebelum kau melupakanku lebih jauh,
Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh...
...........anak 2000an pasti tau lagu ini.
Seketika cewek-cewek baper dengan lagu yang dibawakan Irpan.
"Co cweet bingiiit dah... Coba tuh lagu buat gue. Udah auto ga usah dia yg nembak gue.. gue tembak langsung dia saat ini juga." Ujar Dita sambil menyenggol Anna.
"B aja kali Ta. Sweet dari mananya coba begituan doang."
Irpan menyelesaikan penampilannya yang dihadiahi tepuk tangan dan terikan histeris dari cewek-cewek mahasiswa baru.
Dia menuruni panggung dan berjalan ke arah Anna.
"Omegat omegat... Na Na dia kesini" Ucap Dita rusuh.
"Siapa?" Jawab Anna sambil membenarkan kacamatanya.
"Irpan."
"Oh."
Irpan pun tiba di hadapan mereka.
__ADS_1
"Gimana penampilan gue?" Tanya Irpan.
"Keren banget sumpah Pan." Jawab Reni dengan wajah penuh kagum pada sosok tinggi itu.
"Iya asli keren banget sumpah." Dewi menimpali jawaban temannya.
Seketika Irpan tersenyum ramah kepada tiga teman Anna.
Melihat Anna yang seolah tidak memperhatikannya malah asyik melihat penampilan peserta dari jurusan lain Irpan pun mencoba mencari perhatian dari gadis dambaan hatinya itu.
"Na menurut lu gimana penampilan gue tadi?" Tanya Irpan.
"Bagus Pan, cewek-cewek aja sampe klepek-klepek liat lu main gitar sambil nyanyi." Jawab Anna sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Kalo lu klepek-klepek ga liat gue nyanyi tadi?" Tanya Irpan penasaran.
Namun tak ada tanda-tanda Anna akan menjawab pertanyaannya. Irpan pun melanjutkan pertanyaannya.
"Abis ini mau langsung pulang atau maen kamana dulu Na?"
"Gue kayaknya langsung pulang aja deh."
"Ya udah gue duluan ya guys." Ucap Anna sambil berjalan menjauh dari teman-temannya.
"Kenapa?"
"Lu mau ga ikutan tinggal di asrama aja barenga sama kita? Gue, Dita sama Rani tinggal di asrama. Jadi ga usah cape-cape pulang pergi kampus. Macet pula." Ujar Rani meyakinkan Anna.
"Hm... Gue pikir-pikir dulu deh yah... Lagian gie juga harus ijin sama ayah dulu."
"Oke gue tunggu keputusan lu."
"Sip.. gue duluan yah bye." Pamit Anna.
Anna berjalan meninggalkan ruang auditorium menuju halaman kampus karena ayahnya sudah menjemputnya di depan.
Sementara itu Aris sedang mencari Irpan karena sedari tadi setelah tampil membawakan lagu cowok itu belum juga kembali ke kelompoknya hingga acara selesai.
Setelah melihat kesana kemari akhirnya dia menemukan sosok jangkung yang dicarinya. Ia pun berjalan menghampiri Irpan. Setiap kelompok mahasiswa baru yang ia lewati selalu menampakan wajah kagum pada sosok cowok yang lewat dihadapan mereka.
"Tuhaaan.. itu mah pangeran gue banget." Ucap salah satu gadis dengan tampang terpukau melihat Aris.
Aris tak menghiraukan ucapan-ucapan kegum yang keluar dari mulut gadis-gadis yang ia lewati. Dia mengabaikannya dengan acuh. Namun sikap acuh dan tak peduli yang diperlihatkan Aris malah dianggal cool oleh gadis-gadis yang menjadi fans dadakannya.
__ADS_1
"Gue cariin ternyata malah disini. Nyamperin cewek lu?" Ucap Aris sambil menyenggol bahu sahabatnya.
"Kaga. Gue kaga ada cewek." Sanggahnya.
"Alah jujur aja sama gue. Yang mana cewek lu?
Apa Elu?" Tanyanya sambil menunjuk Dita.
Menerima tatapan dari Aris membuat Dita diam mematung.
"Ganteng banget sumpah pangeran gue. Gumam Dewi dalam hati sambil menatap kagum Aris.
"Udah gue bilangin gue kaga ada cewek. Udah yuk cabut." Ajak Irpan.
Kedua lelaki tampan dambaan cewek-cewek masa kini itu pun meninggalkan ruang auditorium.
Sementara Dita, Rani dan Dewi masih diam di tempat memandangi dua sosok tampan yang kini kian menjauh hingga menghilang dari jangkauan mata mereka.
"Kebaikan apa yang udah gue lakuin dimasa lalu. Sampe ada dua pangeran di kampus kita. Dan lebih gilanya satu pangeran ada dijurusan kita." Ucap Dita kagum.
"Iya sumpah... Kaga nyesel gue kuliah disini." Sambung Dewi.
"Mulai detik ini gue Dita Rahmawati bakalan berjuang buat dapetin Irpan pangeran gue." Ucap gadis tinggi dengan rambut panjang itu.
"Kenapa ga cowok satu lagi aja yang lu jadiin pangeran hati lu?" Tanya Dewi.
"Maksud lu cowok yang tadi nunjuk gue?" Yang ditanya malah nanya balik.
"Iya. Bukannya dia lebih ganteng dan cool dibanding Irpan?"
"Gue akui cowok yang tadi itu lebih ganteng, lebih cool lebih keren dibanding Irpan. Tapi gue lebih suka Irpan lebih ramah dia soalnya." Jawab Dita.
Obrolan ketiga cewek itu pun berlanjut hingga mereka kembali ke asrama.
.
.
.
.
Happy reading.
__ADS_1
Jangan lupa like dan kometarnya yah.