Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
7. Tak selevel


__ADS_3

***


Seorang gadis bertubuh tinggi dengan rambut hitam sebahu terus menatap ke arah tiga gadis yang sedang tampak mengobrol dengan dua lelaki tampan dambaan umat yang tak lain adalah Anna dan teman-temannya. Dia mengepalkan kedua telapak tangannya seolah menahan amarah yang bergemuruh didalam hatinya, tak terima lelaki yang ia kejar sejak SMA tak pernah menganggapnya lebih dari teman bahkan terkesan tak menanggapi perasaan yang ia miliki meskipun berjuta kode sudah ia berikan.


"Sial.. apa sih lebihnya cewek culun itu dibanding gue. Udah pendek, pake kacamata, rambutnya engga banget deh kaya anak TK gitu ditambah dengan baju yang dia pake huhh ngga ada apa-apanya dibanding gue." Lisa berbicara pada dirinya sendiri didalam hati.


"Liatin apaan sih Sa sampe segitunya?" Tanya Fira teman Lisa yang baru saja kembali dari toilet.


Karena Lisa tak menjawab pertanyaannya Fira pun memberikan kode pada Maya seolah bertanya kenapa nih anak? Namun yang ditanya pun hanya menggelengkan kepala.


Mata Fira mencari kira-kira apa yang sedang dilihat oleh sahabatnya, hingga dia menemukan sosok Irpan dengan sekelompok gadis.


"Liatin Irpan yah? Udahlah Sa kayak ga ada cowok lain aja. Yang disebelah Irpan malah lebih cakep tau Sa." Ucap Fira.


"Tapi gue maunya Irpan Fir, lu lihat deh ngapain dia deket-deket cewek culun itu? Mendingan juga gue kamana-mana kan? Penampilannya juga ngga banget deh." Cibir Lisa.


"Ya iyalah Sa, cewek culun itu sama lu mah bedanya kayak bumi dan langit." Puji Fira.


"Tapi coba inget-inget deh bukannya tuh cewek culun yang kita tabrak di depan papan informasi pas kita mau daftar ulang yah?" Tanya Maya.


"Wah iya bener tuh Sa." Ujar Fira


"Bener-bener tuh cewek dari awal kita masuk aja udah bikin kesel. Gue mesti kasih pelajaran tuh cewek." Lisa tampak geram dan hendak pergi ke menghampiri Anna yang saat itu sedang berjalan keluar ruang auditorium.


"Hissst... Jangan sekarang Sa, lain kali aja deh liat tuh masih ada temen-temennya yang liatin dia. Lagian malu juga masa baru beres ospek udah mau ribut aja. Lain kali aja deh." Ujar Maya mencoba meredakan emosi Lisa.


"Ok fine. Tapi lain kali gue bakal kasih tuh anak pelajaran!" Ucap Lisa sambil berlalu meninggalkan kedua temannya.

__ADS_1


"Main tinggal aja. Tungguin Sa!" Fira dan maya menyusul Lisa untuk kembali ke asrama.


***


Anna telah sampai di depan gerbang kampus. Matanya menyusuri jalanan sekitanya mencari sosok ayah yang menjemputnya.


"Maaf Anna lama ya Yah?" Ucapnya setelah membuka pintu mobil dan mendudukan dirinya di kursi samping kemudi.


"Engga kok. Pasang sabuk pengamannya kita berangkat sekarang." Titah ayah Anna.


Anna pun menuruti perintah ayahnya, ia memasangkan sabuk pengaman. Sepajang perjalanan keduanya mengobrol. Anna menceritakan kegiatan-kegiatan yang ia lakukan selama ospek hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk meminta izin supaya bisa tinggal diasrama kampus bersama Dita, Rani dan Dewi.


"Yah harusnya pas jam pulang kaya gini ayah pasti bisa dapet orderan banyak ya, tapi sayang gara-gara harus antar jemput aku ayah jadi harus kehilangan orderan padahal jam segini kan sibuk." Ujar Anna pada Ayahnya yang memang bekerja sebagai driver grabcar.


"Tidak apa-apa nak, lagi pula ini memang tugas ayah untuk menjaga putrinya."


"Tapi yah aku kan udah dewasa." Anna tak terima diangap anak kecil.


"Baiklah jika memang kamu maunya seperti itu. Yang penting jaga diri baik-baik." Ucap Ayah Anna menyetujui keinginan putrinya.


Tepat disebuah halaman dengan rumah bercat putih dipadu warna cream mobil yang dikendarai Ayah Anna berhenti. Anna pun membuka sabuk pengamannya dan beranjak turun dari mobil.


"Aku masuk dulu yah." Pamitnya pada ayahnya


"Iya, jika nanti malam ayah pulang telat makan malamlah duluan tidak perlu menunggu ayah." Ucap ayah Anna sambil berlalu meninggalkan halaman rumahnya.


"Baik yah." Jawab Anna.

__ADS_1


Anna memasuki rumahnya, berjalan menuju dapur membuka lemari es kemudian mengambil air mineral dan membawa air mineral tersebut ke kamarnya. Meminum air yang ia bawa kemudian membuka sepatu dan merebahkan tubuh mungilnya di atas kasur ternyaman miliknya.


"Hm akhirnya berakhir juga kegiatan ospek yang ga jelas itu." Gumamnya dalam hati.


Anna menatap langit-langit kamarnya kemudian kembali teringat dengan keinginannya kuliah di Jogja yang tak terealisasi.


"Huft... Sudahlah nasi udah jadi bubur tinggal gue kasih ayam sama kerupuk biar jadi enak. Udah takdir kali harus kuliah di USX." Ucapnya menenangkan dirinya sendiri yang sedang kecewa hingga akhirnya ia terlelap di sore itu.


***


Aris telah tiba di rumah sepulang dari kampus dan mampir ke asrama tempat Irpan tinggal. Terpikir dibenaknya untuk tinggal di asrama supaya bisa bebas dari jangkauan orang tuanya. Terutama Ayahnya yang sangat tegas itu.


"Gimana caranya gue bisa tinggal di asrama yah? Gue harus kasih alesan apa ke nyokap hmhm.... " Gumamnya.


"Ditambah si culun sialan itu, ngapain juga tuh anak kuliah di tempat gue juga. Moga aja gue ga bakalan ketemu sama tuh cewek lagi bawaanya sial mulu. Udah ditolongi ga tau terimakasih pula. Hiihhh ilfeel deh gue kalo inget tuh cewek." Ujarnya dalam hati.


*


*


*


*


*


Kira-kira Aris pernah nolongin Anna apa yah? Kog segitu bencinya Anna sama Aris begitupun sebaliknya.

__ADS_1


Ikuti terus kisahnya yah.


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN YAH!!!


__ADS_2