
Semenjak kejadian Irpan menolong Anna kini Aris tak lagi sering menggoda gadis itu. Mereka pun menjalani hari-hari seperti biasa. Anna sudah mulai bisa menerima keadaannya yang harus kuliah di tempat yang bukan ia inginkan. Gadis itu juga sudah tak membahas masalah kesialannya yang menganggap Aris merusak masa depannya karena sudah menabraknya di Joga dulu. Kini Anna benar-benar sudah mengikhlaskan semua yang telah berlalu.
Seminggu berlalu sejak Irpan menolongnya kini cowok itu mulai berani mendekati Anna seperti saat ini Irpan sedang mengajak Anna ke rumahnya untuk mengunjungi ibunya.
Tok tok tokk... Diketuknya pintu bercat putih itu.
"Sebentar." Terdengan sahutan dari dalam rumah hingga tak lama pintu pun terbuka menampakam ibu Irpan.
"Kau pulang nak, ayo masuk ajaklah temanmu." Ujar ibu Irpan.
Irpan dan Anna duduk di ruang tamu sedangkan ibunya sedang membuat minuman untuk keduanya.
Tak lama ibu Irpan kembali dengan dua gelas jus jeruk.
"Minumlah kalian pasti haus." Tawar ibu Irpan.
"Terimakasih tante." Jawab Anna sambil mengambil gelas di depannya kemudian meminumnya dan meletakan gelas itu kembali.
"Ma kenalin ini teman sekelas Irpan, namanya Anna." Ucap Irpan.
"Anna tan." Ujar Anna yang diikuti ukuran tangan pada Ibu Irpan. Keduanya pun berkenalan.
" Apa nak Anna ini pacarnya Irpan?" Tanya Ibu Irpan
"Bukan Ma, dia temen sekelas aja." Jawab Irpan gugup.
"Tante senang kalian berteman, tante titip Irpan di kampus yah kalo ada apa-apa kabari tante." Ucap Ibu Irpan yang kemudian di balas dengan senyuman oleh Anna. " Kalo begitu tante tinggal dulu yah." Lanjutnya.
Keduanya pun mengobrol banyak hal tapi kebanyakan hanya membahas masalah pelajaran saja, hingga akhirnya Irpan memberanikan diri menanyakan hal yang sangat menganjal dihatinya sejak pertama bertemu Anna di depan papan informasi saat daftar ulang kuliah dulu.
"Na coba lu inget-inget deh sebelum ketemu di kampus kita pernah ketemu ngga sih? Soalnya gue ngrasa ngga asing sama lu." Ujar Irpan.
"Hmm" gadis itu nampak berfikir kemudian melanjutkan ucapannya "kayaknya belum pernah deh Pan." Ucapnya.
"Tapi gue ngerasa kita pernah ketemu. Lu pernah ikut olimpiade akuntansi ga tahun lalu pas mungkin lagi kelas XI SMA?" tanya Irpan.
"Iya gue emang selalu ikut." Jawab Anna.
"Yang di SMA PERSADA bukan?" Tanya Irpan penuh semangat.
"Yups. Kenapa emang?" Tanya Anna heran.
"Berati bener kita emang pernah ketemu sebelumnya. Gue juga ikut olimpiade itu. Lu kan juara 1 dan gue dapat juara 2." Ujar Aris.
"Oh gitu ya. Gue ngga tau kalo lu ada disana soalnya gue jarang-jarang merhatiin orang lain." Ucap Anna.
__ADS_1
Senja sudah menampakan warna jingga, Irpan mengantarkan Anna kembali ke asrama.
Mereka sampai di loby asrama disana nampak Aris sedang duduk santai di kursi tunggu.
Irpan menghampiri Aris yang memang sedang menunggunya.
"Sorry lama ya." Ucap Irpan.
"Ngga gue baru kesini kok." Jawab Aris sambil menatap Anna yang ada di samping Irpan.
Menyadari Aris menatapnya Anna pun menunduk.
"Aneh banget kenapa sih tuh orang. Akhir-akhir ini beda banget ngliatin gue nya, udah jarang jail pula." Batin Anna.
Anna kemudian berpamitan pada Irpan dan mengacuhkan Aris.
"Hm Pan gue balik kamar yah, makasih udah ngajak gue ke rumah lu." Pamit Anna kemudian pergi meninggalkan keduanya.
"Lu abis ngajak dia ke rumah lu? Tanya Aris.
"Iya dan ternyata dia tuh beneran saingan gue waktu olimpiade dulu." Jelas Irpan.
"Ya udah ayo cabut kita jadi kan ke panti." Ajak Irpan. Keduanya pun pergi ke panti asuhan yang biasa mereka kunjungi untuk bantu-bantu merapikan taman.
Anna tiba di kamarnya, ia meletakan tas slempang yang ia pakai pada meja belajarnya kemudian duduk di ranjang.
"Eh udah balik lu?" Sapa Dewi.
"Iya gue baru aja mau nyusulin kalian ke kantin eh kaburu kalian balik." Ujar Anna.
"Gimana kencan pertama lu?" Tanya Rani kepo.
"Gua ngga kencan yah Ran, gue cuma nemenin di nemuin ibunya aja, soalnya kata Irpan ibunya pasti bakal lega kalo dia bisa bawa pulang temen cewek." Ujar Anna.
"Jadi lu abis pergi sama Irpan?" Tanya Dita dengan wajah terkejut yang ia coba sembunyikan, pasalnya Dita tau Anna akan pergi dengan cowok tapi dia tak menyangka kalo cowok Irpan orang yang ia sukai.
"Iya." Jawab Anna.
"Gue rasa Irpan suka deh sama lu Na." Ujar Dita yang ingin tau apakah temannya itu juga menyukai ornag yang sama dengannya.
" Gue ngga tau." Jawab Anna sambil melepas kacamatanya kemudian berbaring di ranjang.
"Tapi lu suka sama dia?" Tanya Dita lagi.
" Ya Irpan lah masa Aris sih." Ujar Dita.
__ADS_1
Mendengar nama Aris seketika ada rasa rindu dihatinya, rindu saat-saat cowok jail itu mengerjainya, menggodanya, membuatnya terjebak gosip yang tak benar tapi sayangnya kini ia sadar kalo ia mulai menyukai cowok yang ia anggap merusak masa depannya itu.
"Na ih kok diem aja." Ucap Dita sambil menggoyangkan tangan temannya itu.
"Hm" Anna terkejut dan seketika sadar dari lamunanya tentang Aris.
"Gue gue ngga suka sama Irpan buat gue dia cuma temen aja." Jawab Anna.
Ada perasaan senang bagi Dita mendengar jawaban dari temannya yang berkaca mata itu. Ia merasa masih ada kesempatan baginya untuk menggapai cowok yang ia sukai.
Waktu menunjukan pukul tujuh malam, di kamat itu terlihat tiga orang gadis sedang bermain permain TOD alias truth or dare, hanya Anna yang tak mengikuti permainan itu walaupun ketiga temannya tampak asik tertawa karena berhasil menanyakan hal-hal konyol dan memberi hukuman dengan mencoret wajah bagi yang memilih dare.
Anna merasa lapar karena sejak pulang dari rumah Irpan dia belum makan apa pun hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke kantin asrama.
"Gue mau ke kantin kalian ada yang mau nitip ngga?" Tanya Anna
"Ngga Na makasih, kita udah makan tadi." Jawab Rani.
Anna pun pergi ke kantin sendiri, sesampainya di kantin ia memesana makanan kemudian menikmati makanan itu. Selesai makan Anna hendak kembali ke kamarnya namun ia merasa perlu ke toilet karena ingin buang air kecil. Ka memutuskan untuk ke toilet yang ada di loby asrama.
Anna masuk ke salah satu kamar kecil di toilet ia menguncinya kemudian menuntaskan hasrat buang air kecilnya. Setelah selesai ia hendak keluar tapi siapa sangka pintu yang sudah dibuka kuncinya itu tak mau terbuka. Lampu toilet tiba-tiba mati. Seketika Anna berteriak karena ia memang takut gelap.
"Siapa disana? Toloooong." Teriak Anna.
"Please jangan maen-maen gue takut gelap. Tolong." Ucapnya semakin tak jelas karena takut.
.
.
.
Oke untuk kali ini segini dulu yah.
Terimakasih untuk yang tetap setia membaca goresan tanganku ini.
Sebenarnya untuk eps ini tuh ada visualnya, tapi berhubung kata admin NT dilarang pake foto artis jadi aku hapus pas revisi ini.
Bagi kalian yang pengen liat visual tokoh tokoh di novel ini bisa gabung ke grup chat aku, aku bakal posting visual mereka disana.
jangan lupa like dan komennya yah.
kritik dan saran juga selalu aku terima supaya tulisan ini bisa berkembang.
see you next eps
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN JEMPOLNYA, LIKE LIKE LIKE