
Minggu pagi Anna sedang mengemasi barang-barang yang akan ia bawa ke asrama dari mulai pakaian, perlengkapan tidur, buku, sepatu juga peralatan mandi tak lupa ia masukan ke dalam koper. Setelah selesai dengan segala urusan kemas mengemas Anna segera membawa satu buah koper warna biru muda ukuran besar dan satu tas gendong yang sudah menempel rapi dipunggungnya menuju ke halaman rumah.
“Sudah kebawa semua nak? Coba kamu inget-inget lagi takutnya ada yang ketinggalan atau lupa belum kamu masukin koper?” tanya Ayah Anna sambil memasukan koper ke bagasi mobilnya.
“hmmm... kayaknya sudah masuk semua yah. Aku tidak membawa banyak pakaian lagi pula kan rencana aku mau seminggu sekali atau dua minggu sekali pulang ke rumah.” Jawabnya.
“baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang.”
Pukul sebelas siang Anna dan Ayahnya tiba di kampus, lebih tepatnya asrama puteri kampus USX. Perjalanan yang lumayan lama karena biasanya perjalanan satu jam saja sudah sampai namun karena weekend jalanan jadi macet dan perjalanan mereka jadi molor.
Ayah Anna menurunkan barang-barang bawaan Anna ke loby asrama.
Di kursi loby asrama nampak Dita dan Rani sedang duduk. Saat mendapati Anna dan ayahnya di lobby keduanya langsung berdiri dan menghampiri ayah dan anak itu.
“Siang Om.” Sapa keduanya.
“Siang juga.” Jawab Ayah Anna.
“Yah kenalin Ini Dita dan yang ini Rani.” Anna mengenalkan kedua temannya sambil menunjuk mereka.“ mereka yang akan jadi teman satu kamarku. Sebenarnya masih ada satu lagi yah si Dewi tapi anaknya lagi pulang dulu ke rumah dan katanya nanti malem baru kesini lagi.” Jelasnya.
“Ayah seneng kalau kamu sudah punya temen. yang akur yah kalian. Saling bantu kalau ada apa-apa.” Ujarnya Sambil menepuk bahu anak perempuannya.
“Kalau begitu ayah langsung pamit ya nak, lagi pula ini ada orderan masuk.” Pamit ayah Anna untuk pulang dan mengambil orderan karena pekerjaannya sebagai driver online.
“Iya yah, hati-hati.”
Sepeninggal ayahnya, Anna dan kedua temannya segera menuju ke kamar yang akan Anna tempati. Dita membantu membawakan koper milik Anna sedangkan Rani berjalan menggandeng Anna dengan riang.
“Gue seneng deh lu jadi tinggal di asrama, biar tambah rame kamar kita.” Ucap Rani.
“Iya gue juga seneng, jadi kalo ada tugas kita bisa kerjain bareng-bareng. Iya kan Ta?’’ tanya Anna pada Dita yang berjalan dibelakangnya sambil menyeret koper miliknya.
“Iya, sekalian cari cowok bareng juga Na, jangan pelajaran doang yang lu urusin.” Jawab Dita.
“Taraaa... Nah ini kamar kita Na.” Ucap Rani sambil membuka pintu kamar asrama mereka. Yang ini tempat tidur gue, disana Dewi. Terus sebelah sana elu sama Dita.” Jelasnya sambil menunjuk setiap tempat tidur dan pembagiannya.
Anna langsung membongkar koper dan tas yang ia bawa kemudian menyusun barang-barangnya ke dalam lemari yang tersedia.
“Eh udah jam satu, kita ke kantin yuk. Laper gue.” Ajak Dita pada kedua temannya.
“Lu sama Anna aja, gue ngantuk mau tidur siang dulu.” Rani menolak.
“molor mulu kerjaan lu, yaudah gue pergi sama Anna. Ayo Na.” Jawabnya sambil menarik tangan Anna dan berjalan meninggalkan kamar mereka.
**
Aris baru saja turun dari mobilnya kemudian mengeluarkan kopernya dari bagasi. Ia berjalan menuju lobi asrama untuk mendapatkan kunci kamar yang hendak ia tempati setelah tadi pagi berhasil meyakinkan ibunya agar ia diijikan tinggal diasrama.
__ADS_1
Flashback on
Pagi ini Aris keluar dari kamarnya dengan membawa koper dengan ukuran cukup besar. Wina yang sedang menyiapkan sarapan pun heran melihat anaknya menyeret koper di hadir libur.
“Kamu mau kemana bawa koper segede itu?” tanyanya sambil menunjuk koper yang Aris pegang.
“Aku mau tinggal di asrama aja Ma, supaya tidak cape pulang pergi kampus soalnya jalana macet banget.” Keluh Aris.
“Tapi kan kamu baru juga seminggu di rumah pasca pulang dari Jogja. Masa sekarang udah mau pergi lagi? Berasa tidak punya anak Mama.” Jawab Wina.
“Tenang aja Ma, lagian nanti seminggu sekali Aris pasti pulang kok.” Ucapnya meyakinkan ibunya.
“Ya udah. Tapi inget seminggu sekali pulang yah. Kalo akhir pekan ga pulang nanti Mama yang kesana!”
“Iya janji.” Jawab Aris.
Flashback off
Setelah mendapatkan kunci kamarnya Aris langsung berlalu menuju kamarnya. Saat berjalan menuju kamarnya dia melihat Irpan hendak masuk ke salah satu kamar.
“Hei Pan lu disini juga?” Tanya Aris.
“Iya kan gue tinggal di asrma, lu ngapain disini?” Tanya balik Irpan.
“Bawa koper segede itu pula. Apa lu mau tinggal di asrama juga?” tanya Irpan sambil menunjuk koper yang dibawa sahabatnya.
“Kamer no 27 di lantai 3 bukan disini.” Irpan memberitahu Aris.
“Ok dah gue naek satu lantai lagi. Ntar makan siang ketemu di kantin ya!” seru Aris sambil meninggalkan Irpan.
Setelah menemukan kamar yang akan ia tempati, Aris membereskan barang bawaannya kemudian merebahkan dirinya di ranjang.
“Ngga sebagus kamar gue di rumah.” Ucapnya sambil memandangi kamar yang ia tempati.
Waktu menunjukan pukul satu siang.
Sesuai dengan ucapanya tadi pada Irpan, Aris pun menuju kantin.
Di kantin
Dita dan Anna tiba di kantin, keduanya memesan makanan dan mengambil nomor untuk mereka bawa ke tempat duduk supaya pelayan tahu dimana posisi mereka saat mengantarkan pesanan. Saat melewati salah satu meja mereka mendapati Irpan.
“Hei Pan disini juga?” Sapa Dita.
“Iya.” Jawab Irpan sambil menengok melihat orang yang menyapanya.”Loh kok ada Anna juga disini?” Tanyanya.
“Iya gue tinggal di asrama mulai sekarang.” Jawab Anna.
__ADS_1
“Bukannya lu bilang waktu itu lu kost Pan? Kok sekarang jadi ada di asrama?’’ Tanya Anna.
“Iya gue pindah 2 hari lalu. Waktu daftar ulang kost soalnya gue kira di sini ngga ada asramanya. Pas tau ada asrama ya udah gue langsung pindah sini.” Irpan menjelaskan.
“Ya udah kita kesana dulu ya.” Ucap Dita.
Anna dan Dita duduk tak jauh dari kursi yang di duduki oleh Irpan hanya terjeda satu meja saja.
Kondisi kantin saat itu lumayan ramai. Sambil menunggu pesanan mereka datang Dita merasa ada yang aneh dari tatapan Irpan ke Anna sepertinya Irpan menaruh perhatian lebih pada Anna.
“Na menurut lu Irpan gimana?’’ tanyanya.
“Gimana apanya?” tanya Anna sambil memainkan nomor pesanan yang ia bawa.
“Ya kayaknya dia ada rasa deh sama lu. Lu suka ga sama dia?” tanya Dita langsung ke intinya karena dia tidak mau bersaing dengan teman barunya untuk mendapatkan Irpan.
“Gue kaga ngurusin yang kaya begituan Ta. Lagi pula disini gue Cuma mau belajar.” Jawab Anna yang memang tidak ada rasa pada Irpan.
“Owh ya udah.” Ucap Dita.
Tak lama pesanan mereka pun datang. Ayam geprek ekstra pedas pesanan Dita dan Soto Ayam pilihan Anna sudah tersaji diatas meja.
“Terimakasih.” Ucap Anna pada pelayan yang membawakan makanan mereka.
Mereka berdua menikmati makan siangnya. Namun belum selesai Anna memakan soto yang ia pesan tiba-tiba dia berhenti menyuapkan sendok yang sudah berada di depan mulutnya saat melihat seseorang yang duduk di meja Irpan.
Dita yang menyadari tingkah aneh temannya yang tiba-tiba berhenti makan pun menghentikan aktivitas makannya.
“Lu kenapa Na?” tanyanya.
Anna tidak menjawab pertanyaan Dita. Gadis itu malah mengumpat. “Cowok Sialan! Ngapain dia disini?”umpatnya geram sambil menunjukan wajah emosinya.
*
*
*
*
*
*
Readers menurut kalian siapa cowok sialan yang dimaksud Anna??
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN!
__ADS_1