
Setelah bertemu dengan pacar putranya Wina selalu bersikap baik pada Anna. Bahkan minggu depan Wina menyuruh Aris untuk membawa Anna ke rumah, ia ingin Anna menemaninya ke acara pesta pernikahan salah satu anggota arisannya. Seharusnya Wina datang dengan Iwan namun karena minggu depan Iwan harus pergi ke luar kota untuk menyelesaikan urusan bisnisnya maka Wina memutuskan untuk mengajak Aris dan Anna supaya menemaninya.
Bukan tanpa tujuan mengajak pacar putranya untuk ikut serta pada acara yang sebenarnya cukup ditemani oleh Aris saja tidak masalah. Tapi Wina merasa bosan karena Leni terus saja berulang kali mendesaknya untuk mendekatkan dirinya dengan Aris. Berulang kali pula Wina mengatakan bahwa Aris sudah memiliki ekasih tapi Leni tetap saja berusaha mendapatkan putranya.
Bagi Wina Leni tetaplah gadis yang baik, meskipun putranya sudah memiliki Anna tetap saja Wina tak enak hati jika harus menjauhkan Leni dari putranya secara sepihak. Ia ingin Leni melihat sendiri bahwa Aris sudah memiliki kekasih hati pilihannya dan berharap gadis itu bisa berhenti berharap pada putranya.
***
Wina menjawab panggilan ponselnya yang berdering. "Iya sayang. Iya iya." Ucapnya kemudian mengakhiri panggilan tersebut.
"Siapa yang telpon Ma?" Tanya Aris.
"Leni Ris. Sebaiknya kamu cepat jemput Anna takut kita telat ke acara nikahan anak temen Mama." Perintah Wina.
Aris pun segera kembali ke kamarnya untuk mengambil kunci mobil kemudian berpamitan pada Mamanya.
"Aris pergi dulu Ma."
"Iya hati-hati."
Setengah jam berlalu setelah membelah keramaian jalan dengan mobil putihnya Aris tiba di rumah Anna. Gadis itu terlihat menunggunya, duduk di teras dengan gaun putih selutut dan rambut yang dicepol. Simpel tapi menggemaskan nampaknya kata-kata yang cocok untuk mewakili penampilan Anna saat ini.
Aris pun menghampiri Anna yang kini berdiri dari duduknya. "Cantik amat nungguin siapa?"
"Nungguin Kang Ojeg!" Jawab Anna.
"Ya udah nih Kang Ojegnya udah datang, ayo berangkat Mama udah nungguin di rumah." Anna pun berjalan mengikuti Aris dan masuk ke mobil itu.
Setelah tiba di rumah Aris keduanya segera turun dan masuk ke dalam rumah. "Tunggu bentar gue panggil Mama dulu yah." Ucap Aris.
Anna pun mendudukan dirinya di sofa ruang tamu itu. Tak selang lama Wina datang bersama Aris.
"Siang Tante." Sapa Anna sambil beranjak dari duduknya dan menyalami tangan Wina.
" Siang juga sayang. Apa kabar kamu?"
"Anna baik Tan."
__ADS_1
"Makasih loh udah mau nemenin Tante ke acara nikahan anak temen Tante."
"Sama-sama Tan. Aku seneng kok pergi bareng Tante soalnya aku juga pengen ada moment pergi sama ibu tapi sayangnya aku ngga bisa ngalamin itu." Ucap Anna sedih.
"Udah jangan sedih. Kan ada Tante, anggap aja Tante ini ibu kamu sendiri." Wina kemudian memeluk Anna.
"Ayo dong udah siang ini jadi berangkat apa ngga sih? Tadi buru-buru suruh cepet eh sekarang malah ngga berangkat-berangkat." Keluh Aris. Lelaki itu ingin segera menghadiri acara kemudian pulang mengantarkan Mamanya dan bisa menghabiskan waktu dengan Anna. Sebenarnya Aris malas harus ikut ke acara pernikahan itu karena acara itu menyita waktu liburnya bersama Anna.
"Iya ayo berangkat." Ucap Wina.
Ketiga hendak masuk ke dalam mobil. Wina sudah duduk di kursi penumpang bagian belakang, Aris juga sudah siap di balik kemudinya. Sedangkan Anna gadis itu malah sedang bingung harus duduk di belakang dengan Wina atau di depan dengan Aris. Akhirnya Anna memutuskan untuk duduk di belakang dengan Wina.
"Yang kok malah duduk di belakang sih?" Seru Aris.
"Iya kamu duduk di depan saja Na." Ucap Wina.
"Anna pengen di sini aja sama Tante."
"Bener-bener gue berasa jadi supir hari ini." Keluh Aris hanya ditimpali tawa dari kursi belakang.
Satu jam berlalu, mobil putih yang dikendarai Aris sudah terparkir di halaman rumah yang cukup mewah. Di halaman rumah itu berjejer karangan bunga yang bertuliskan happy wedding, selamat menempuh hidup baru dan berbagai ucapan selamat untuk kedua mempelai.
Wina langsung menyalami kedua mempelai dan mengucapkan selamat untuk keduanya. tak lupa ia juga menyalami teman arisannya yang kini berdiri di sebelah kiri pengantin.
"Makasih udah dateng Jeng." ucapnya.
"Sama-sama Jeng. Semoga anak Jeng bahagian selalu."
"Aamiin. makasih doanya. silahkan Jeng dinikmati hidangan yang ada alakadarnya."
Wina kemudian turun dari pelaminan dan berjalan menuju meja yang berisi jajaran makanan dari mulai makanan pembuka hingga desert tersaji disana. Katanya alakadarnya tapi semuanya serba ada.
Melihat Wina yang sedang mengambil kue, Leni yang ada di acara itu bersama ibunya langsung menghampiri Wina.
"Tante udah datang." sapa Leni sambil melihat ke sekitar Wina mencari sosok Aris yang ternyata tidak ada.
"Iya." jawab Wina.
__ADS_1
"Tante, Mana kok Aris ngga ada? kata Tante tadi las aku telpon katanya Aris mah ikut?" tanya Leni.
"Aris ikut kok sayang, dia masih di luar tadi Tante duluan. Mungkin bentar lagi juga Aris masuk."
"Oh gitu. Oke Tan."
"Len dimana ibu mu? Tante belum ketemu ibu mu."
"Ada Tan, disebelah sana." Leni menunjuk sekelompok ibu-ibu yang sedang duduk melingkar mengelilingi meja bundar. "Ayo Leni anterin ke sana Tan." ucapnya lalu membawa Wina menemui ibunya.
Wina menyapa satu-persatu teman-teman arisannya dengan ramah.
"Jeng Wina katanya mau datang sama putranya mana nih kita penasaran sama si ganteng sekarang udah makin ganteng kayaknya." ucap salah satu teman Wina.
"Tadi sih masih di parkiran Jeng. Harusnya sekarang udah masuk tapi mana yah kok ngga keliatan." Wina mengedarkan pandangannya. Tak lama ia melihat Anna dan Aris sedang menyalami pengantin.
"Itu mereka bentar yah saya panggilin." ucap Wina kemudian berjalan mendekat ke pelaminan. Setelah itu ia mengajak Aris dan Anna untuk menemui teman-temannya. Aris dan Anna menyalami satu persatu teman Wina.
Leni nampak geram melihat Anna berdiri di samping Aris. Ia bahkan tanpa sadar sampai mencubit lengan ibunya yang duduk disampingnya. "sakit, kamu apa-apaan sih Len." ucap Siska lirih.
"Makin ganteng aja Jeng. Ngomong-ngomong itu gadis manis yang di samping Aris siapa?" tanya salah satu teman Wina.
"Oh ini" Wina memegang bahu Anna dengan kedua tangganya. "Ini calon mantu saya. cantik kan?" ucap Wina.
"Calon mantu?" ucap Leni yang tampak terkejut dengan jawaban Wina. Ia mengira Wina akan menjawab Anna adalah pacar Aris, tapi apa ini? dia malah sudah menganggap Anna sebagai calon mantunya?
Leni sungguh tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dikatakan Wina. Ia memilih untuk segera pergi dari tempat itu dari pada berlama-lama disana membuat hatinya semakin sakit. Semua sikap baik yang ia tunjukan ke Wina bahkan saat Aris sedang menjalani pendidikannya di Jogja semua berasa hilang begitu saja. Tak berbekas, terganti oleh Anna sosok yang baru saja di kenal Wina.
"Semuanya, aku pamit mau ke toilet dulu." Leni beranjak dari duduknya.
ini yang kecapean abis nemenin calon mertua kondangan
.
.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA