Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
24. Merubah penampilan


__ADS_3

Anna menyusul teman-temannya yang terlebih dahulu sudah berangkat. Setibanya di kelas ia kaget karena melihat Aris yang biasanya duduk di barisan tiga bersama Irpan kini berpindah ke barisan depan di samping ia biasa duduk.


Sebenarnya dalam kuliah tempat duduk bebas mau berpindah-pindah juga tak masalah, tapi memang jarang-jarang mahasiswa berpindah tempat duduk apalagi kalo pindahnya ke depan.


Anna berjalan hingga kursinya, ia tampak ragu sebenarnya untuk duduk di samping Aris mengingat saat awal masuk kuliah dulu ia kena semprot dosen karena kejahilan Aris.


Tapi mau bagaimana lagi untuk saat ini dia memilih untuk duduk disana karena tak ada lagi kursi kosong. Lagi pula sekarang dirinya tak lagi membenci Aris. Ralat bukan tak lagi membenci tapi mungkin kadar bencinya yang mulai menurun karena Aris sudah menolongnya kemarin.


Kegiatan belajar berjalan dengan lancar, tak ada kejahilan yang ia dapatkan dari lelaki yang duduk di sampingnya.


"Kenapa rasanya aneh saat dia tak menjahili rasanya seperti ada sesuatu yang hilang." Batin Anna.


Anna lantas menengok ke samping di dapatinya Aris sedang melihatnya, tatapan mereka bertemu dan Aris memamerkan senyumnya.


"Sial kenapa liat nih anak jadi ganteng gini. Ternyata dia ganteng kalo diem gini." Batin Anna.


"Kenapa? Gue ganteng ya?" Celoteh Aris.


"Ih baru aja dipuji dalam hati nyebelinnya udah kumat." Gumam Anna yang masih bisa didengar Aris.


"Ngomong apa lu barusan? Gue masih bisa denger loh." Ujar Irpan.


"Engga, gue cuma mah bilang makasih udah nolongin gue semalem." Ucap Anna gugup, ternyata rasanya menyenangkan berbicara normal seperti ini tidak berdebat terus seperti sebelumnya.


"Nah gitu dong. Seharusnya lu emang berterimakasih ke gue dari awal. Karena gue selalu nolong lu. Saat di Jogja bahkan sekarang pun sama." Ucap Aris.


"Hm jangan bahas masalah di Jogja gue lagi males debat sama lu." Jawab Anna.


Tak lama Anna dan teman-temannya pergi meninggalkan kelas. Sesuai rencana tadi pagi, kini mereka sudah berada di sebuah mall. Keempatnya langsung memilah-milah baju yang hendak mereka beli.


Anna mengambil beberapa baju kemudian menunjukan kepada teman-temannya seolah meminta persetujuan.


"Gimana menurut kalian?" Ucapnya sambil menunjukan celana jeans panjang dan kemeja semi formal.


Seketika ketiga temannya menggelengkan kepala melihat pakaian yang dipilih Anna.


"Lu duduk aja Na disana, biar kita yang nyariin baju yang cocok buat lu." Ucap Dewi sambil menunjuk sofa di pojok toko tersebut. Anna pun menuruti perintah Dewi.


Anna duduk di sofa ujung toko sambil memainkan ponselnya karena dari yang ia lihat nampaknya teman-temannya butuh waktu lama untuk mencari pakaian yang cocok untuknya.


Anna membuka media sosialnya yang lama tak ia periksa. Dilihatnya postingan Rico saat awal dia bertemu Aris di kampus.

__ADS_1


"Konyol, memalukan sekali." Ucap Anna sambil menahan senyumnya.


"Kenapa lu senyum-senyum sendiri?" Tanya Dita yang kini berdiri di hadapan Anna dengan beberapa pakaian di tangannya.


"Nih cobain." Perintah Dita.


Anna pun beranjak dari duduknya kemudian mengambil pakaian yang diberikan Dita.


Anna mencoba semua pakaian yang disodorkan temannya. Ia keluar dari ruang ganti dan ketiga temannya kompak mengacungkan jempol untuk pakaian yang ia kenakam kini tampak cocok ditubuh Anna.


Selesai dengan ritual mengubah style pakaian Anna kini keempat gadis itu menuju salon.


"Tolong make over temen saya." Ucap Dita pada Bu Melinda pemilik salon langganannya.


Sekitar tiga puluh menit Anna selesai dengan segala urusannya di salon.


Tak lama, karena memang gadis itu hanya merombak rambutnya saja.


Rambut yang biasa ia kepang dua kini di potong ujungnya saja dan kini tampak di cepol satu, dengan poni barunya gadis itu terlihat imut dan manis.


Anna berjalan menghampiri teman-temannya di ruang tunggu.


"Good job Na lu jadi manis dan imut banget." Puji Dita.


"Hadap sini gue ambil gambar dulu." Ucap Rani sambil mengarahkan ponselnya ke Anna.


Cekrek cekrek....


Kemudian Rani mengunggah foto tersebut ke akun media sosialnya yang tak lama kemudian banjir pujian disana.


"liat nih Na semua pada muji penampilan baru lu." Ucap Rani sambil memperlihatkan ponselnya.


"Masa sih?" seolah tak percaya Anna mengambil ponsel Rani dan ternyata benar banyak pujian untuk penampilan barunya.


"Coba dari dulu lu penampilannya kaya gini Na pasti sekarang udah laku hehehe." Ledek Rani.


"Kaya yang ngomong udah laku aja." Sindir Dewi yang memang hanya dia diantara mereka yang sudah memiliki pacar.


Setelah dirasa semua rencana sudah terealisasikan kini empat gadis itu menuju sebuah foodcourt untuk mengisi perut mereka yang kosong.


Mereka duduk disalah satu kursi tak lama pelayan datang dan menanyakan menu yang hendak mereka pesan.

__ADS_1


"Paket ayam geprek pedesnya empat Mba, minumnya jus jambu aja." Ucap Dita.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Anna menghamati tempat duduk di sekitar mereka. Terlihat Lisa, Maha dan Fira juga ada di tempat itu. Mereka terlihat serius membahas suatu hal.


Entah kenapa ada rasa curiga pada Lisa. mungkinkah Lisa yang mengunci dirinya di toilet asrama, karena selama ini hanya Lisa yang ia ketahui tak menyukainya selain Aris tentunya. Tapi karena Aris yang menolongnya mana mungkin Aris yang menguncinya.


Melihat temannya benggong Dewi yang saat itu duduk di samping Anna menyikut tangannya.


"Bengong mulu kesambet lu." Ujar Dewi.


"Kenapa sih?" Tanya Dita.


"Itu ada lisa dan teman-temannya juga disini." Ucap Anna sambil menunjuk meja kedua dari mereka.


"Terus kenapa?" kali ini Rani yang bertanya.


"Ngga tau kenapa tapi kok gue ngerasa mereka yang ngunci gue di toilet. Soalnya kan selama ini cuma Lisa yang benci sama gue." Keluh Anna sambil meminum jus jambu yang baru diantarkan pelayan.


"Bukan cuma Lisa yang ngga suka sama lu Na, tapi mungkin penggemar-penggemar Aris juga ngga suka sama lu. Apa lu lupa berita tentang lu yang pacaran sama Aris?" Ucap Dita mengingatkan.


"Hm iya juga yah." Jawab Anna.


"Udah jangan mikirin itu dulu mending kita makan aja sekarang entar keburu dingin kaga enak nih." Ajak Dewi.


Anna baru saja mau memasukan suapan pertamanya tapi tiba-tiba tangannya ada yang menyenggol hingga jus jambunya tumbah dan mengenai bajunya.


Anna menengok dan mendapati Lisa yang berdiri disampingnya.


"Ups sorry gue ngga sengaja." Ucap Lisa dengan tatapan mengejek.


"Lu bener-bener keterlaluan yah."Bentak Dita.


"Gue kan udah bilang gue ngga sengaja. lagian gue kan udah minta maaf. Aneh gue yang ketumpahan biasa aja kok lu yang ngegas" Ucap lisa.


"Udah-udah gue ngga apa-apa. Kalian jangan ribut malu tuh diliatin banyak orang." Ucap Anna melerai temannya yang sedang berdebat.


"Tuh dengerin si cupu ngomong." Ucap Lisa yang kemudian meninggalkan Anna dan teman-temannya.


Maafnya sedikit lagi ngga enak badan gara-gara kurang tidur. Makasih buat kalian yang masih setia ngikutin cerita ini.


Jangan lupa like sama komen yah biar aku makin semangat. Sedih readers nambah tapi like n komennya dikit.

__ADS_1


__ADS_2