Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
29. Mengantarnya pulang


__ADS_3

Aris menunggu Anna di depan asrama, ia langsung menghampiri Anna yang terlihat


keluar dari asrama. Gadis itu terlihat menggemaskan dengan rok pink selutut di


padu kaos putih dan sweater pink serta seperti biasa sneakers putih menghiasi


kakinya.


(dari awal aku tuh sadar masa sepatu Anna putih terus, apa Cuma itu-itu aja? Entahlah mau aku ganti tapi aku suka banget sih sama sepatu putih soalnya masuk ke semua


warna. Ups malah jadi curhat. Kita lanjut lagi dah)


“Masuk!”Aris membukakan pintu mobilnya.  Anna memandang Aris dengan seksama. Lelaki dengan pakaian serba hitam dan kaca  mata hitam yang menghiasai wajahnya terlihat


begitu mempesona meskipun menggunakan warna yang begitu gelap.


“Makasih.” Anna melewati Aris dan duduk di kursi samping kemudi.


“Kita jalan sekarang.” Ucap Aris yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan asrama.


Sepanjang perjalanan keduanya saling diam.


Tak selang lama Aris berusaha membuka percakapan.


“Rumah lu dimana Na?”


“Jalan Teratai no 27.”


“Lu mau langsung pulang apa mau jalan-jalan kemana dulu gitu barangkali?” Ujar Aris


dengan tetap fokus berkendara. Sementara Anna sejak tadi sibuk menatap wajah


Aris yang terlihat begitu tampan.


Tak mendengar jawaban Aris pun menengok ke arah Anna hingga tak sengaja mereka saling


bertatapan.


Anna kalang kabut dan salah tingkah, ia langsung menengok ke arah yang berlawanan dan berpura-pura membenarkan kaca matanya. Malu rasanya saat kita sedang menatap


orang dan tiba-tiba orang kita tatap menatap kita.


“Na?”


“Hm Iya kenapa Ris?” Ucap Anna sedikit gugup.


“Lu mau langsung pulang aja apa mau ke suatu tempat dulu? Biar sekalian gue anterin.” Tawar


Aris.


“Gue langsung pulang aja.” Jawab Anna.


Aris menepikan mobilnya kemudian berhenti.


“Kok berhenti disini?” Anna heran karena jaraknya masih jauh ke rumahnya.


“Gue ngga mau lu ngga nyaman Na, Please walaupun lu benci gue lu bisa anggap gue temen


lu. Dan perlu lu tau gue ngga pernah lu.”  Aris memegang kedua pipi Anna dengan


tangannya dan membuatnya melihat ke arahnya.


“Liat gue?”


Anna pun mengikuti keinginan Aris , Ia mendongakkan wajahnya yang kala itu masih

__ADS_1


dipegang Aris dan menatap wajahnya. Terlihat tak ada kebohongan tersirat


di sana. Dan anehnya kini semakin dilihat Aris semakin mempesona, tak seperti dulu saat


melihatnya langsung membuat emosinya naik.


“Gimana kalo lu ikut gue ke panti dulu?” Ajak Aris.


“Panti?”


“Iya panti asuhan yang biasa gue sama Irpan kunjungi. Lu pasti seneng kalo ke sana. Banyak anak-anak dan mereka akan sangat senang jika kita mengunjunginya.” Ujar Aris sambil tersenyum mengingat  berapa cerianya


anak-anak panti saat terakhir ia kunjungi.


Anna pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan. Perjalanan pun dilanjutkan ke panti asuhan.


Anna jadi teringat akan cerita Dewi dan Rani yang mengatakan kebaikan Aris dan


teman-temannya yang mengikuti turnamen game demi hadiah yang akhirnya mereka


sumbangkan untuk panti asuhan. Dulu ia tak mempercayainya, tapi setelah Aris


mengajaknya ke panti kali ini, sepertinya memang benar Aris tak sejahat yang ia


kira.


“Huh tapi meskipun dia baik, tetep aja dia udah bikin gue gagal kuliah di tempat impian


gue. Gue belum bisa maafin dia.” Gumam Anna dalam hati.


Seampainya di panti mereka langsung menemui ibu panti dan meminta izin untuk menemui


anak-anak yang biasa Aris temui.


Kedatangan keduanya langsung disambut dengan riang gembira oleh anak-anak. Mereka langsung berhampur memeluk Aris, setelah itu mereka memperhatikan gadis di samping Aris


hingga akhirnya Anna berkenalan satu-persatu dengan mereka.


Tak butuh waktu lama bagi Anna untuk mengakrabkan diri dengan anak-anak seusia anak TK itu. Anna dan Aris membantu anak-anak menggambar bahkan mewarnai gambar


tersebut.


Kini Anna sedang duduk dengan seorang  anak di depannya yang terus saja menempel padanya sejak tadi. Anak itu melarang Anna bergerak. Ya saat ini Anna sedang menjadi model untuk anak yang ada dihadapannya.


Anna melihat Aris yang tak jauh berada di hadapannya nampak tulus bermain dengan anak-anak itu. Kini dimata Anna sudah tak ada lagi kebencian saat melihat Aris. Yang ada hanya rasa kagum dan semakin kagum saja.


Waktu terasa begitu cepat berlalu, kini tiba saatnya keduanya untuk meninggalkan panti. Tak lupa berpamitan pada anak-anak dan ibu panti tentunya.


Sepanjang perjaanan pulang Anna terlihat begitu antusian menceritakan betapa senangnya bisa bermain dengan anak-anak. Mereka begitu polos dan penuh kebahagian. Rasanya saat bersama mereka semua dukaku seolah hilang.


“Lain kali kalo gue ajak lagi lu mau kan?” ucap Aris.


“Mau banget.” Jawab Anna dengan antusias. Begitu sepajang perjalanan mereka berbagi cerita saat bermain dengan anak-anak tadi.


Aneh padahal tadi mereka main bareng


anak-anaknya bersama lah ngapa sekarang pake dibahas lagi berdua? Bodo amat


yang lagi jatuh cinta mah bebas.


“Kita udah sampai?” Ucap Aris setelah mengentikan mobilnya di depan rumah Anna.


Anna gelagapan, rencananya untuk turun di jalan dekat rumahnya saja supaya  tak ketahuan Ayahnya pulang diantar lelaki,


tapi apa? Gara-gara keasikan cerita dia sampe gagal fokus dan tak sadar telah

__ADS_1


sampai di rumahnya.


“Oh ya udah gue turun, makasih ya udah nganterin gue.” Ucap Anna sambil membuka pintu mobil hendak turun. Namun tiba-tiba tangannya di tarik oleh Aris.


“Gue ngga disuruh mampir dulu?”


“Hm ya udah ayo.”


Keduanya turun dari mobil. Rumah Anna tampak sepi dan tak ada mobil ayahnya terparkir berati ayahnya belum pulang. Begitulah isi pikiran Anna.


Anna mengambil kunci di tasnya, tapi saat iya memasukan kunci ternya pitunya tak


dikunci. Anna langsung masuk.


“HM kebiasan deh Ayah lupa ngunci pintu.” Gerutunya.


“Gue ngga diajak masuk nih?” Ucap Aris.


Mendengar suara itu Anna langsung menepuk keningnya.


“Astaga bisa-bisanya gue lupa, derita jomblo sejak lahir jadi gini deh.” Gumamnya. Kemudian  mengajak Aris masuk dan


mempersilahkannya duduk.


“Bentar gue ambilin lu minum dulu.” Anna meletakan tasnya di sofa kemudian meninggalkan Aris ke dapur untuk mengambil air.


Tak lama Anna kembali dengan dua gelas jus jambu.


“Nih minum dulu Ris.” Ucapnya sambil meletakan jus jambu dihadapan Aris.


“Makasih.” Aris langsung meneguk jus itu hingga tersisa setengahnya.


Anna juga meminum jusnya.


“Eh ada tamu.”


Mendengar suara itu Anna yang sedang minum kaget dan tersedak.


.


.


.


LIKE


LIKE


LIKE


AKU UCAPKAN


TERIMAKASIH BANYAK UNTUK Kalian Yang TETAP SETIA MEMBACA KISAH INI.


AJAK TEMAN,


PACAR, SODARA, Selingkuhan Buat BACA CERITA INI YAH.


LIKE DAN


KOMEN HUKUMNYA WAJIB BIAR AKU SEMANGAT.


KALIAN KOMEN


NEXT AJA AKU UDAH SENENG BANGET

__ADS_1


__ADS_2