
Malam hari di kediaman Irpan, nampak cowok jangkung itu sedang membantu ibunya menyiapkan makan malam.
Semua makanan sudah tersaji di meja makan. Ibu dan anak itu pun langsung menyantap makan malam mareka sambil berbincang ringan tentang kuliah yang dijalani anaknya.
Jauuh dilubuk hatinya, Ibu Irpan merasa bersalah karena dirinya yang sakit-sakitan menyebabkan anaknya tidak bisa melanjutkan kuliah ke jurusan musik yang ia inginkan padahl Irpan sudah memperoleh beasiswa untuk kuliah disana, namun karena jarak kampus yang jauh dengan rumanya sehingga tidak mungkin baginya untuk mengambil beasiswa tersebut karena takut terjadi apa-apa dengan ibunya.
“Maafkan ibu, karena ibu kamu jadi tidak bisa kuliah jurusan musik. Padal kamu sudah dapat beasiswa disana.” Ucapnya.
“Tidak apa-apa bu, lagi pula aku memang tak ingin kuliah jurusan musik. Kalo hanya main musik kan aku bisa mempelajarinya secara otodidak.” Sanggah Irpan tak ingin membuat ibunya sedih.
“Ibu tahu kamu sangat menyukai musik, tapi karena ibu kamu jadi tak bisa menggapai keinginanmu.. huk uhukkk” Ujar ibu Irpan sambil terbatuk.
Melihat ibunya terbatuk-batuk Irpan pun menyodorkan gelas berisi air putih ke ibunya.
“Minumlah Bu, Ibu jangan banyak pikiran. Aku tidak apa-apa kuliah di USX, lagipula itu bukan tempat belajar yang jelek.” Irpan beranjak menuju lemari dan mengambil obat milik ibunya namun di dapatinya ternyata obat ersebut telah habis.
“aku bahkan lupa membeli obat untuk ibu.” Gumamnya.
“Obat ibu sudah habis kenapa ibu tidak bilang padaku? Aku akan keluar sebentar untuk membeli obat.” Pamit Irpan.
Sepulang membeli obat Irpan pun memberikan obat dan segelas air pada ibunya. Melihat ibunya selesai meminum obat Irpan lantas mengingatkan kepada ibunya lagi untuk tidak mengkhawatirkan dirinya dan jangan pikiran karena tidak baik untuk kesehatan.
**
Entah mengapa hari libur terasa sangat cepat berlalu, baginya libur dua hari tidaklah cukup rasanya ingin libur tuh diperpanjang ... males banget rasanya ketemu hari senin. Begitulah kira-kira isi pikiran cewek yang masih berbaring di atas tempat tidur padahal mesin waktu sudah menunjukan pukul sebelas siang. Dia pun mengambil kaca mata yang terletak di meja kecil samping tempat tidurnya.
Dia memakai kaca matanya kedian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan siap-siap kembali ke asrama.
Setelah selesai dengan semua persiapannya Anna keluar darikamarnya dan menghampiri ayahnya di halaman rumah yang sudah siap mengantarkannya kebali ke asrama.
Lain halnya dengan Anna yang tengah dalam perjalanan menuju asrama, di suatu rumah megah nampak Aris sedang bersiap dengan steelan casualnya tak lupa kacamata hitam bertengger di matanya menghiasi wajah tampan itu.
“Aku berangkat Ma, sampai jumpa minggu depan.” Pamitnya sambil menyalami ibunya.
“Iya hati-hati di jalan.” Ucap Wina
Setelah berpamitan Aris mengendarai mobilnya menuju kampus, namun diperjalanan ia mendapat pesan dari teman yang ia temui saat makan malam untuk ikut pada acara ulang tahun pacarnya yang akan di gelar nanti malam.
Aris pun mengurungkan niatnya ke asrama, ia malah memutar kembali mobil yang ia kendarai menuju rumah Irpan untuk sekedar menyapa Ibu Irpan yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri mengingat semenjak kepulangannya dri Jogja ia belum menyapa orang tua tunggal dari sahabatnya itu.
Disebuah sebuah rumah sederhana yang nampak asri itu Aris memarkirkan mobilnya. Kemudian keluar dari mobil melepas kaca matanya dan menghampiri pintu berwarna putih itu. Ia pun mengetuknya dan keluarlah sosok wanita yang telah lama tak ia jumpai.
__ADS_1
“Cari siapa?” tanya wanita itu.
“Ibu ini aku. Apa Ibu tak mengenaliku?” Ujar Aris sambil mencium telapak tangan Ibu Irpan.
“Astaga apa kamu Aris? Aris teman SMP anakku?” Tanyanya yang sudah bisa mengingat Aris dari suara.
“Kau tumbuh jadi setampan ini. Masuklah! Irpan juga ada di rumah kok” Ajak Ibu Irpan.
Aris berjalan masuk mengikuti ibu Irpan.
“Duduklah! Jangan sungkan-sungkan. Ibu akan buatkan air dan memanggil Irpan.” Ucapnya.
Irpan keluar dari kamarnya setelah diberitahu oleh ibunya bahwa sahabatnya sedang menunggunya di ruang tamu. Ia berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Aris. Yang tak lama di susul pula oleh ibunya yang membawa dua gelas air berwarna orange.
“Tumben kesini, nyasar lu?” ledek Irpan.
“Husts!! tidak sopan kamu, masa temen datang malah dibilang nyasar.” Ucaap ibu Irpan sambil menepuk bahu anaknya.
“Diminum airnya Ris.”Ucap Ibu Irpan.
“Tau nih bu anak ibu.” Balas Aris seraya mengambil gelas dan meneguk air berwarna orange itu.
“Ibu senang kamu mau main kesini, sudah lama sekali tidak main kesini.” Ujar Ibu Irpan.
Obrolan mereka bertiga pun berlanjut hingga petang sampai akhirnya Aris berpamitan untuk undur diri pada ibu Irpan. Irpan mengantarkan Aris sampai ke halaman rumahnya.
“Lu mau langsung ke asrama Ris? Kenapa ngga besok aja kan besok kita masuk siang?” Tanya Irpan.
“Engga, gue mau ada acara dulu. Ini mau ke acara ulang tahun temen. Gue duluan yah.” Pamit Aris yang langsung menancap gas mobilnya.
Butuh waktu satu jam untuk Aris sampai di tempat pesta ulang tahun pacar Bayu di adakan.
Sebenarnya dia malas mengikuti acara-acara seperti ini hanya saja demi kelancaran usaha orang tuanya ia mengikutinya.
Aris memasuki ruangan tempat ulang tahun yang ternyata di gelar di apartemen pacar Bayu. Ia mengira tadinya acara ulang tahunnya biasa saja namun ternyata acaranya sangat ramai dan disana juga tersedia minuman dengan kadar alkohol tinggi, malah nyaris semua minumannya beralkohol.
Demi menghargai temannya ia pun meneguk satu gelas air yang baginya sangat tidak enak itu. Tak selang lama ia merasa kepalanya berat dan pusing hingga ia memilih berpamitan pulang pada temannya.
Karena konsidisinya yang mabuk tidak memungkinkan baginya untuk membawa kendaraan, Aris pun memesan taksi online.
“Tuan saya ulangi yah bahwa tujuan kita adalah asrama kampus USX?” Ujar sopir taksi.
__ADS_1
“Iya pak jalan.” Jawab Aris.
Mobilpun melaju menuju asrama kampus USX hingga akhirnya tiba di depan gerbang asrama. Melihat penumpang yang ia bawa tak sadarkan diri sang supir pun binggung harus berbuat apa, rasaya tidak tega kalau harus menurunkannya begitu saja. Ia pun menghampiri pos penjaga yang berada di sisi gerbang.
“Maaf Pak saya membawa seorang mahasiswa yang tinggal di asrama kampus ini tapi dia tidak sadarkan diri, bisakah saya mengatarkannya hingga ke lobby?” tanya si supir .
“Tidak bisa Pak ini sudah lewat dari jadwal kunjungan. Demi keamanan asrama kalau sudah lewat jam kunjungan dan gerbang sudah di tutup tidak ada yang boleh masuk.” Jawab Pak satpam.
Si supir jadi makin bingung harus diapakan penumpangnya itu, setelah berpikir cukup lama si supir pun mengelurkan ponselnya dan menelpon.
“Nak bisa tolong bantu ayah?” Ucapnya saat mendengar kata halo dari puterinya.
“Ayah sedang ada di depan asramamu membawa penumpang tapi ia tak sadarkan diri sepertinya dia mabuk dan pak satpam tak mengijinkan ayah masuk karena sudah diluar jam kunjungan.” Ujar Permadi.
Anna yang saat itu sedang sendirian di kamarnya pun segera keluar dari kamar dan berjalan menuju gerbang asrama.
“Siapa yang malem-malem begini mabuk dan kembali ke asrama huh merepotkan saja.” Gerutunya sambil terus berjalan ke arah pos satpam samping gerbang.
“Malam Pak.” Sapa Anna.
“Teman saya ada di taksi itu Pak dan saya akan membantunya kembali ke kamar. Dia usai ada acara keluarga jadi kembali kesini telat.” Ucap Anna membohongi satpam padahal dia saja tidak tahu siapa yang ada di mobil Ayahnya.
“Baiklah.” Jawab sang satpam yang kemudian keluar dari posnya dan membuka gerbang.
Setelah gerbang terbuka Anna langsung berjalan keluar menghampiri ayahnya yang sedang berdiri di samping mobil.
“Maafkan ayah merepotkanmu malam-malam.” Ujar Permadi.
“Tidak apa-apa Yah, lagi pula Anna belum tidur.” Jawab Anna sambil mengintip ke dalam mobil ayahnya.
“Mana yah orang yang mabuk itu. Aku takut tidak kenal dengannya dan tidak tahu kamarnya juga.” Tanya Anna.
“Ya kalo kamu tidak kenal cukup kamu bawa sampai loby saja, biarkan dia tidur di lobi karena tadi dia bilang ke asrama. Ayah yakin dia mahasiswa disini.” Jawab permadi sambil membuka pintu mobilnya.
Betapa terkejutnya Anna saat melihat penumpang yang tak sadarkan diri itu ternyata Aris.
“Huh dia lagi, Bagun heh... bangun!!!” Teriak Anna sambil menggoyang-goyangkan tangan Aris namun cowok itu tak bangun sama sekali. Permadi dan Anna pun memapah Aris hingga pos satpam saja karena Permadi di larang masuk ke wilayah asrama mengingat jam kunjungan sudah habis sejak lama.
Permadi berpamitan pada anaknya setelah berhasil medudukan Aris pada sofa di pos satpam.
Anna kemudian menyuruh kalian untuk like, komen dan share!
__ADS_1
Jangan lupa like. KUDU!! WAJIB!!