Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
17. Jadi begini kelakuan kalian


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah kejadian Rico merekam saat Aris dan Anna ribut di kampus dan menganggap Aris sudah merusak hidup Anna namun nyatanya sampai hari ini Rico belum mempublikasikan berita tersebut, entah apa yang sedang terjadi dengan reporter gadungan itu hingga belum merilis gosip baru selama seminggu terakhir ini.


Hari-hari dijalani Anna dan teman-temannya dengan mengikuti kegiatan kuliah seperti biasa hingga tiba kini akhirnya malam minggu datang, yakni malam yang di nanti-nanti oleh Dewi yang akan kencan dengan pacarnya.


Dewi bahkan dengan sengaja melarang teman-teman satu kamarnya untuk pulang karena dia ingin teman-temannya membantu menilai enmapilannya, dia ingin tampil sempurna di depan pacarnya.


Dengan menggunakan gaun hasil pencariaanya dengan Rani kala itu, Dewi terliaht cantik dan anggun. Setelah Rani pergi menemui pacarnya keadaan kamar kembali sepi.


“Akhirnya udah cabut juga tuh anak, gue harap dia bahagia terus sama pacarnya.” Ucap Dita


“Ya gue harap juga gitu, gue harap kalian juga cepet-cepet punya cowok biar malam minggu ngga nganggur kaya gini.” Celetuk Dewi.


“Ya elah lu juga jomblo Ran.” Ejek Anna.


“Gue mah jomblo-jomblo juga ada usaha nyari setidaknya kita mah udah ada calon-calon yang kita incer. Ya ga Dit?” ucap Rani.


“Yoha... emangnya lu Na kerjanya adu omong terus sama Aris.” Ujar Dita.


“Males gue bahas tuh cowok sialan.” Ketus Anna.


“Gue heran lu segitu bencinya sama Aris, padahal setau gue Aris anaknya baik. Bahkan waktu gue nemenin Rani nyari baju kita ketemu Aris, Irpan dan teman-temannya di mall juga. Ternyata mereka ikutan event tanding game online gitu terus mereka menang. Dan yang bikin gue salut sama mereka ternyata mereka tuh nyumbangin hadiah yang mereka dapetin buat panti asuhan. Masa Aris sebaik itu lu bilang cowok sialan?” Dewi menceritakan dengan penuh antusias.


“Itu kan yang lu liat Dew, kalo gue kan udah ngerasaian sendiri.” Keluh Anna.


“Terus kalo gue ngga percaya sama yang gue liat gue harus percaya apa? Percaya sama gosipnya Rico yang bilang lu pacaran dan diselingkuhin sama Aris hahhaa...” ejek Rani


“Huh suka-suka lu dah Ran.”


“Udah-udah jangan diterusin ntar malah jadi ada yang ngambek!” lerai Dita yang dari tadi hanya fokus dengan ponselnya.


“Eh tuh kan beneran ngambek.” Ucap Dita saat melihat Anna beranjak akan keluar kamar.


“Gue ngga ngambek, gue mau keluar bentar.”


“Kemana?” tanya Rani

__ADS_1


“Ke Hadir mart sebelah asrama.”ucap Anna sambil membuka pintu dan meninggalkan kamar.


Anna berjalan sendiri keluar asrama menuju hadir mart yang merupakan toko serba ada yang terletak di samping asrama. Malam minggu yang sepi karena banyak mahasiswa yang pulang ke rumah masing-masing.


Anna memasuki toko kemudian membeli beberapa makanan ringan dan minuman dingin. Setelah selesai mengambil barang yang hendak ia beli kemudian berjalan menuju kasir dan membayar.


Saat ia membuka pintu toko dengan menggeser pintu itu kesamping betapa kagetnya Anna saat tiba-tiba sebuah ciuman mendarat di bibir mungilnya. Kedua insan itu kini saling diam beberapa saat sampai ada suara yang mengagetkan mereka.


“OMG jadi begini kelakuan kalian, so sweet banget”


Mendengar suara tersebut Aris dan Anna langsung memalingkan wajah mereka dan mendapati Rico yang lagi-lagi sedang merekam mereka.


“Gue yakin sekarang lu berdua udah pda baikan kan?” Ucap Rico.


“Ini ngga seperti yang lu liat.” Bantah Anna.


“Lu kebiasaan tiap kepergok gue bilangnya ngga seperti yang gue liat, lah seperti yang gue liat juga ngga papa kali Na, gue mah turut bahagia karena kalian udah baikan.” Ujar Rico


Anna nampak emosi sementara Aris terlihat biasa saja bahkan senyuman tertahan menghiasi wajah tampannya.


Setiap akhir pekan Ibu Aris mengharuskan anak semata wayangnya itu untuk pulang ke rumah, namun Aris kali ini enggan pulang pulang ke rumah sehingga ia membohongi ibunya kalo minggu ini sangat sibuk dengan tugas kuliah yang menumpuk sehingga dia tidak bisa kembali ke rumah berhubung besok harus mengerjakan tugas secara berkelompok. Ibu Aris pun menerima alasan putranya walaupun sebenarnya ia enggan.


Karena bosan di dalam kamar Aris memutuskan untuk mendatangi kamar Irpan namun sayang ternyata kamarnya terkunci, mungkin Irpan sedang pulang berhubung ibunya sakit-sakitan jadi ia tak bisa jika tak pulang ke rumah kecuali ada urusan yang sangat penting.


Aris memutuskan untuk jalan-jalan disekitar asrama, saat di depan sebuah toko serba ada Hadir mart Aris melihat dirinya dipantulan pintu toko tersebut, seketika jiwa narsisnya meningkat.


“Ternyata gue emang nganteng.” Ucapnya sambil mendekat ke pintu kaca menundukan kepalanya sambil merapikan rambutnya. Namun tiba-tiba pintu itu terbuka dan cewek cupu itu keluar hingga waah mereka bertabrakan dan bibir mereka bertemu.


Flashback Off


“Udah ya gue cabut aja, takut nganggu kalian.” Ucap Rico lalu pergi meninggalkan mereka.


Anna memandang kesal pada Aris yang hanya diam saja dari tadi saat dirinya mencoba memberikan penjelasan pada Rico ya walaupun penjelasannya ditolak mentah-mentah oleh Rico.


“Lu lagi lu lagi, kenapa sih gue harus ketemu lu terus. Dan tiap ketemu lu selalu gue sial,” kesal Anna berbicara dengan nada sedikit membentak pada Aris.

__ADS_1


“Udah ngocehnya? Ngoceh-ngoceh terus lu ngeluh kalo ketemu gue bikin sial padahal gue ini penyelamat lu.” Jawab Aris.


“Kalo lu tau yang sebenernya lu pasti suka sama gue!” Ucap Aris.


“Terserah lu, yang jelas gue benci sama lu.” Ketus Anna


“Benci terus awas ntar cinta, belum apa-apa aja lu udah nyosor gue.” Ledek Aris


“Apa lu bilang? Gue nyosor? Ngga ya sorry itu kecelakaan.” Jawab Anna


“Ya kecelakaan yang menyenangkan kan? Kapan lagi lu bisa nyium cowok ganteng kaya gue” Ucap Aris.


Anna tak menanggapi ucapan Aris dia pergi meninggalkan cowok itu.


“Kecelakaan yang menyenangkan? Beruntung nyium cowok ganteng? Cih... rugi gue udah dua kali bibir gue ini ternodai sama cowok yang gue benci.” Gerutu Anna sambil berjalalan kembali ke asrama.


“Dasar cewek cupu aneh. Kalo aja lu tau gue tuh yang nyelamatin dan bawa dia ke rumah sakit. Tuh anak harus terimakasih ke gue bukan malah benci-benci kaya gini. Dasar!!” Gumam Aris yang kemudian melanjutkan jalannya keluar asrama untuk membeli sate kesukaannya.


Dita dan Rani menatap heran pada temannya yang baru saja kembali karena wajah Anna nampak kesal.


“Kenapa non PMS? Balik-balik kok muka ditekuk gitu?” tanya Dita


Anna meletakan kresek hasil belanjaanya ke ranjang Rani yang langsung disambut Rani dengan mengambil beberapa cemilan dari dalamnya.


“Gue ketemu dia lagi barusan.” Jawab Anna.


“siapa?” ujar Rani


“Aris.”


“Terus kenapa muka lu jadi asem gitu? Tanya Dita.


Tadi gue ketemu dia di depan toko terus dia bilang para readers jangan lupa like dan komen, katanya komentar-komentar dari para reader sangat membantu novel ini untuk bekembang.


INGAT LIKEE LIKE LIKE

__ADS_1


__ADS_2