Bukan Perjodohan

Bukan Perjodohan
49. kunjungan Industri


__ADS_3

Di kelas itu nampak semua mahasiswa sedang menyimak


informasi dari dosen yang menjadi wali kelas mereka bahwasanya akhir pekan ini


semua mahasiswa tingkat satu di wajibkan mengikuti kegiatan kunjungan industri.


Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan rutin setiap akhir semester  yang diadakan oleh


jurusan mereka. Kegiatan kunjungan industri ini bertujuan untuk mengenalkan para mahasiswa pada dunia kerja. Banyak perusahaan yang menjadi relasi USX dimana nantinya mahasiswa yang berprestasi bisa di rekrut menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut.


Setelah selesai memberikan informasi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan, berikutnya wali kelas mereka menginstruksikan mahasiswanya untuk membentuk kelompok masing-masing beranggotakan lima orang. Dimana setiap kelompok nantinya memiliki tugas untuk melaporkan hasil dari kunjungan industry yang mereka lakukan.


Anna sangat berharap bisa satu kelompok dengan Aris, Dewi, Rani dan Irpan namun karena jumlah kelompoknya dibatasi hanya lima orang maka harus ada salah satu dari mereka yang terpisah.


“Ya udah kalo gitu gue aja ke kelompok lain jadi kalian bisa berlima.” Usul Irpan.


“Ngga mau Pa. Gue maunya sekelompok sama lu.” Tolak Dita dengan cemberut.


“Ya udah deh gini aja, gue sama Aris gabung sama cowok-cowok aja kalian cari aja anggota lain dua lagi.” Irpan memberikan solusi yang


sebenarnya kurang disetujui oleh Aris. Mengingat dia baru saja jadian jadi


rasanya pengen bareng aja sama doi.


“Gimana?” Tanya Irpan sambil menyenggol lengan Aris karena sedari tadi hanya diam saja.


“Gue gimana Anna aja.” Ucap Aris.


“Ya udah ngga apa-apa gitu juga boleh. Ntar gue cari anggota dua orang lagi.” Ujar Anna.


Lisa dan Maya yang memang belum menemukan kelompok mendengar


obrolan  Anna dan teman-temannya yang


masih kekurangan anggota.


“Kalo gue sama Maya gabung sama kelompok lu boleh ga?” tanya Lisa.


Anna menoleh ke Dita seolah meminta persetujuan, tapi gadis itu malah menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan.


“Boleh.” Jawab Anna. Seketika Dita dan lainnya melirik ke arah Anna dengan tatapan tajam setelah kepergian Lisa dan Maya.


Anna pun paham teman-temannya ini tak sependapat dengan keputusannya. “Yah habisnya mau gimana lagi kita juga lagi kekurangan anggota.”


***


Mereka kini sedang menunggu bus yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Setelah bus tiba semua memasuki bus. Anna duduk bersebelahan dengan Aris. Bahkan gadis itu kini tak lagi sungkan untuk


menyandarkan kepala di bahu kekasihnya.


“Gini yah enaknya punya pacar satu kelas. Bisa bareng-bareng terus.” Gumam Anna.Aris mengacak gemas rambut Anna kemudian ikut menyandarkan kepalanya pada kepala Anna. “Tidur aja perjalan masih jauh ntar gue bangunin kalo udah sampe.” Ucap Aris.

__ADS_1


“Pacaran aja terus.” Sindir Dita yang duduk di seberang kursi mereka.


Mendengar celotehan sahabatnya Anna mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Dita. “Sirik aja. Makanya tembak jangan ngode mulu.”


“Nembak udah berulang kali tapi mental mulu nih, kayaknya yang sebelah gue pake tameng anti peluru jadi peluru cinta gue tuh selalu


mental.” Jawab Dita sekalian menyindir lelaki yang duduk di sampingnya.


Irpan tak tahan lagi mendengar ocehan Dita, dia pun menoyor kepala Dita supaya diam tak terus-terusan ngobrol dengan Anna yang posisinya berjauhan. “Udah diem ntar gue lepasin tameng anti pelurunya.”


Mendengar ucapan itu Dita langsung memegang lengan Irpan


dan menyandarkan kepalanya di bahu Irpan. “Beneran yah. Kalo udah di lepas


bilang yah ntar gue tembak lagi.”


“Tembak tinggal tembak aja kali Ta.”


“Takut pelurunya abis Pan. Tinggal satu soalnya. Kalo lu


nolak gue mesti siap-siap cari cadangan.”


Irpan hanya menahan senyumannya mendengar ocehan Dita yang tak


tahu malu terus saja menggodanya.


Setalah dua jam perjalanan akhirnya bus yang membawa mereka berhenti di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. PT Margajaya Abadi. Semua menatap kagum pada perusahaan yang gedungnya menjulang tinggi itu. Perusahan yang bergerak di bidang manufaktur itu memproduksi makanan-makanan ringan masa kini yang di sukai anak muda. Salah satu produk mereka yang paling hits adalah


keripik singkong aneka rasa dan minuman kopi dengan berbagai varian yang kini


Mereka berkumpul di loby untuk mendapat pengarahan dari karyawan perusahaan yang akan memandu mereka keliling perusahaan. Selesai dengan pengarahan, karyawan itu mengajak para mahasiswa untuk melihat-lihat


perusahaan dari mulai office hingga tempat produksi mereka.


Semua dibuat takjub kala memasuki ruang produksi. Tak menyangka kalo mesin produksi keripik singkong bisa sebesar ini  dan terlihat sangat canggih.


Kini mereka sedang melakukan wawancara kepada pada staf yang memang sudah disiapkan untuk menjawab keingintahuan para mahasiswa. Setelah selesai dengan observasi, kini mereka diajak ke aula untuk mengikuti pemaparan yang akan di sampaikan oleh ceo perusahaan. Setelah sampai dia aula mereka


bebas memilih tempat duduk.


Seperti biasa Anna mengajak teman-temannya untuk duduk paling depan supaya fokus katanya. Dita dan teman-temannya tak terkecuali Irpan dan Aris juga mengikuti mereka.


“Keren banget nih yang punya perusahaan sultan banget ya.” Ujar Dita setelah duduk dan melihat ke aula yang cukup luas dan megah.


“Eh tapi temen kita kan juga sultan.” Dita melirik Aris. “tapi gue ngga yakin Aris lebih sultan dari yang punya perusahaan ini.” Lanjutnya.


 Aris dan Irpan hanya tertawa geli mendengar ocehan Dita. “Dia ngga tau aja kalo ni perusahaan punya Ayah gue.” Ucap Aris pelan


“Na kalo ceo nya masih muda kita sikat yuk.” Coloteh Dita lagi yang kemudian di pelototi Aris.


 “Mana ada ceo muda. Kebanyakan baca novel ceo ceo an lu Dit.” Ujar Aris.

__ADS_1


Cek.. cek satu dua tiga ucap staf yang menjadi pemandu mereka, memeriksa mikrofon yang akan digunakan oleh atasannya kemudian


mempersilahkan Iwan yang merupakan Ceo PT Margajaya Abadi.


Iwan menaiki podium kemudian menyapa para mahasiswa yang hadir di sana. Ia tersenyum mendapati putranya ada di barisan paling depan. Kemudian sedikit menatap penuh selidik pada gadis yang duduk di samping


putranya. Ia merasa wajah gadis itu begitu familiar. Iwan memaparkan tentang


perusahaan yang ia pimpin tak lupa memberikan motivasi pada anak-anak muda


dihadapannya.


“Tuh Ceo muda Ta.” Ledek Aris.


“Apaan sih nyebelin.”


Aris beralih menatap gadisnya yang terlihat begitu fokus memperhatikan pemaparan Iwan. Lelaki itu kemudian memilih untuk menyandarkan kepalanya di bahu Anna, “bosan di rumah harus mendengar ocehan ayahnya eh disini juga. “ Batin Aris.


Setelah Acara selesai semua mahasiswa berkumpul di lobi


sebelum pulang. Mereka di beri bingkisan berupa sample produk perusahaan yang


akan louching bulan depan. Sebelum meninggalkan perusahaan Anna berpamitan


untuk ke toilet. Tak lama terlihat juga Lisa mengikuti Anna ke toilet. Aris


yang khawatir kekasihnya akan mendapat perlakuan buruk seperti sebelumnya pun


akhirnya mengikuti Lisa dan memutuskan untuk menunggu di depan toilet.


Anna terkejut begitu keluar dari toilet mendapati Lisa ada


di sana. Anna hendak keluar namun Lisa memanggilnya. “Na tunggu bentar. Gue


pengen ngomong.”


“apa?”


“Gue mau minta maaf atas semua perlakuan gue ke lu selama ini. Gue sadar ngga seharusnya gue kaya gitu.” Ucap Lisa penuh sesal.


Anna berjalan menghampiri Lisa dan memeluk gadis itu. “Gue udah maafin lu sebelum lu minta maaf.”


“Makasih.” Lisa beranjak meninggalkan Anna.


Tak lama Anna juga keluar dari toilet dan mendapati Aris ada di sana. “Ngapain?”


“Nungguin kesayangan.” Ucapannya membuat Anna tertunduk malu mendengar di panggil sayang.


“Ayo nanti ketinggalan bus.” Aris menarik lengan gadisnya yang masih tentunduk malu.


Anna pun berjalan dengan tangan yang masih digenggam Aris. Ia melirik tangannya kemudian kembali menatap ke depan sambil tersenyum.

__ADS_1


“sebucin ini gue. Pegangan tangan aja bahagia banget.” Batinnya.


LIKE DAN KOMENTARNYA JANGAN KETINGGALAN!


__ADS_2