
aira berlari sekencang kencangnya ke arah rumah, wajahnya pucat pasi nampak jelas aira sangat ketakutan. tolong,,,, tolong,,, tolooooonnggg,,, aira berteriak teriak seperti orang yang kesurupan. aira tidak perduli beberapa orang pelayan yang sedang bekerja menghentikan pekerjaan mereka dan menatap aira dengan tatapan penuh keheranan.
tuan muda sakti dan sekretaris pram yang baru masuk ke dalam rumah segera berbalik lagi keluar rumah setelah mendengarkan teriakan aira," heii ada apa dengan cewek gila itu? kenapa dirinya berteriak teriak seperti orang kesurupan"? ucap tuan muda sakti sambil menatap wajah sekretaris pram seolah meminta jawaban dari pertanyaannya. sekretaris pram hanya mengangkat bahunya tanda dirinya juga tidak tahu apa yang. sedang terjadi.
"heii mengapa kau berteriak teriak seperti orang gila pagi pagi begini"?sekretaris pram membentak aira yang saat ini telah berada di hadapan mereka, aira langsung jatuh terduduk di lantai, kakinya serasa lemas dan tidak mampu untuk menopang berat badannya, wajah aira masih pucat pasi, bibirnya bergetar ingin berbicara tapi tampaknya susah sekali bagi aira untuk mengeluarkan kata katanya.
"eeh,,, eehh,, anu tuan,, eeh di,,di kebun belakang itu ada penunggunya,ada hantunya. tadi saya barusan di ganggunya" ucap aira terbata bata."apa katamu barusan?? kebun itu ada hantunya? memangnya kau itu dukun sampai bisa tau kalau di kebun belakang itu ada hantunya hah? wanita gila ini kalau berbicara seenaknya saja, emang apa buktinya"?ucap tuan muda sakti sambil menatap wajah aira dengan tajam
__ADS_1
"eeh, iya tuan saya yakin kalau di belakang itu ada penunggunya, karena tadi saya barusan di ganggu, mungkin mereka tidak ingin tempat tinggal mereka di rusak"ucap aira tanpa ragu."tadi waktu saya membersihkan kebun belakang itu, saya mendengar suara orang lagi berbicara di sebelah pohon besar, tapi ketika saya memeriksanya ternyata tidak ada satu orangpun di situ, hiiii pokoknya seram deeh,saya langsung merinding tuan, mungkin setannya saat itu sedang berada dekat dengan saya"ucap aira tanpa titik koma.
tuan muda sakti dan sekretaris pram langsung berpandang pandangan lalu serentak mereka berdua langsung tertawa terbahak bahak, tiba tiba tuan muda sakti langsung menghentikan tawanya dia lalu membentak aira. "heii kau cewek gila, saat ini gilamu lagi kambuh yaa? makanya bicaramu ngelantur begitu"? ucap tuan muda sakti dengan tatapan matanya seperti ingin8 menelan aira hidup hidup."makanya kalau di kasih pekerjaan itu harus di kerjakan dengan baik dan benar bukannya malah bermain main tidak jelas, atau kau mau hukumanmu di tambah hah"?
aira yang sejak dari tadi terheran heran karena sekretaris pram dan tuan muda sakti hanya tertawa terbahak bahak mendengar ceritanya, kini merasa heran kenapa tuan muda sakti malah memarahinya,"jadi heran deh dengan orang ini, ngatain orang gila taunya dirinya sendiri yang gila.aku sudah bekerja keras sampai tanganku ini lecet lecet malah di bilang hanya main main saja, dasar manusia aneh bin ajaib"ucap aira dalam hati sambil menatap tuan muda sakti yang ada di hadapannya.
"kenapa? kau tidak terima kalau kerjamu ku katakan hanya main main saja"??? tuan muda sakti bertanya kepada aira sambil melototkan matanya."tidak tuan, saya tidak berpikiran seperti itu" ucap aira sambil menundukkan pandangannya."sudah,, sana pergi selesaikan tugasmu dan jangan berharap aku akan membebaskan pekerjaannmu hanya karena mendengarkan ceritamu yang sangat tidak masuk akal itu"ucap tuan sakti sambil mengibaskan tangannya ke arah aira sebagai tanda menyuruh aira segera pergi dari hadapannya.
__ADS_1
sektertaris pram dan tuan muda sakti lalu kembali berpandang pandangan dan kemudian mereka berdua serempak tertawa terbahak bahak karena mereka berdualah penyebab aira menjadi ketakutan seperti itu."dasar cewek gila,berani beraninya dirinya mengatakan kalau kita berdua ini hantu"kata tuan muda di sela sela ketawanya."seandainya dia tahu yang terjadi sebenarnya,mungkin dia tidak akan berani menatap muka kita berdua"sambung sektertaris pram sambil tertawa tawa memegang perutnya." ayo kita berangkat sekarang ke kantor sekretaris pram" ucap tuan muda sakti menghentikan tawanya seketika,"bisa bisa kita ikutan gila karena tingkah laku cewek gila itu"sambung tuan muda sakti.
aira yang telah berada di kebun belakang saat ini, masih berdiri mematung mengingat ingat kejadian yang barusan terjadi,dirinya merasa keheranan dengan sikap tuan muda sakti dan sekretaris pram ketika dirinya menceritakan kejadian aneh yang barusan menimpanya.sebenarnya aira berharap ceritanya di tanggapi dengan serius oleh tuan muda sakti dan sekretaris pram bukannya malah ketawa ketawa tidak jelas kayak tadi.
aira mendengus jengkel, mengingat dirinya di katai gila dan mengarang cerita yang tidak masuk akal agar di bebaskan dari tugasnya membersihkan kebun belakang. "huuh sebel,,,sebel,, sebel memangnya aku kelihatannya sedang mengarang cerita?dasar bodoh ngatain orang gila padahal dirinya yang gila,ngatain orang bodoh padahal dirinya yang bodoh tidak bisa membedakan mana yang bercerita sungguh sungguh, mana yang hanya mengarang cerita"ucap aira berbicara seorang diri.
"eeh tapi tunggu dulu, mungkinkah mereka sudah tau kalau kebun belakang itu memang ada penunggunya tapi mereka berpura pura tidak tau.buktinya mereka tidak kaget mendengar ceritaku, mereka hanya tertawa tawa seperti orang gila.hhmmm mungkinkah aku akan di jadikan tumbal untuk penunggu pohon besar kebun belakang itu, makanya aku sengaja di berikan hukuman untuk membersihkan kebun belakang padahal maksud utamanya adalah menjadikan diriku tumbal untuk pesugihan tuan muda sakti"
__ADS_1
"ciihh, tidak ku sangka rumah semewah ini ternyata bukan dari hasil kerja kerasnya tuan muda sakti, melainkan hasil dari pesugihan. sepertinya ketampanan wajahnya juga dari hasil pesugihan, dirinya akan menjebak wanita wanita yang terpesona dengan dirinya, kemudian menjadikan wanita itu tumbal.tidak ku sangka dirimu manusia serendah itu tuan muda sakti, harusnya aku dari awal sudah menaruh curiga kepadamua, karena memang tidak mungkin seorang kaya seperti tuan muda sakti mau dengan mudahnya mengganti hukumanku dengan hukuman paling ringan.
aira terus saja berdiri mematung sambil. berpikir keras,pikirannya bergulir kesana kemari.aira mulai memilkirkan hal hal yang rumit yang tidak mampu di cerna oleh pikirannya,tanpa sadar waktu terus berlalu dan aira masih saja tenggelam dengan pikirannya yang aneh aneh,dan tanpa disadarinya juga ada sepasang mata yang terus mengawasi gerak geriknya.