
Dodi segera menelpon orang penjaga kantor atau satpam di kantor.
"Hallo Assalamu'alaikum pak" suara di seberang sana
"Walaikumussalam, maaf pak saya mau nanya, apakah Rendi masih ada disana" tanya Dodi
"Pak Rendi sudah pulang sekitar dari 2 jam yang lalu. Di dalam sudah tidak ada karyawan yang bekerja, sudah pada pulang semua pak" jawab satpam atau penjaga kantor
"Ouh begitu, Terima kasih banyak pak. saya tutup dulu telpon nya ya pak, Assalamualaikum!!!" ucap Dodi
"iya pak, silahkan. walaikumussalam" jawab satpam yang di seberang sana
Setelah itu Dodi pun menutup telpon dengan Sopan dan ramah, meskipun dengan satpam sekalipun
"Bagaimana, apakah Rendi sudah pulang atau masih disana??" tanya pak yudi
"Kata penjaga kantor, Rendi sudah pulang dari sekitar dua jam yang lalu Dad" jawab Dodi apa adanya
"kemana sih dia" gumam pak yudi
"Sekarang coba kamu telpon orang Rumah, siapa tau dia dirumah dan mungkin saja dia lupa kan" suruh pak yudi lagi
Dodi menurut saja dia pun menelpon ke salah satu pembantu di rumah.
"Hallo, Assalamu'alaikum den" suara bi ijah di seberang sana
"Walaikumussalam,
Bi mau nanya, apakah Rendi sudah pulang maksudnya ada dirumah???" tanya Dodi pada bi ijah
"Bukan nya Rendi juga ikut petting baju den?" bi ijah malah nanya balik
"Rendi dari tadi belum kesini Bi, makanya Dodi nanya ke bibi, tapi bibi malah nanya balik" ucap Dodi
"hehe... maaf Den,,, dari tadi Den Rendi memang belum datang" jawab bi ijah.
"Ouhh iya, nanti kalu Rendi sudah datang, tolong langsung suruh ke butik ya bi, bilang aja di suruh Daddy.. tungguin ini" pinta Dodi
"Siap Den..." jawab bi ijah
"ya sudah bi, Dodi tutup dulu ya telpon nya.
Asslamu'alaikum" ijin Dodi dengan sopan
__ADS_1
"iya Den,, Walaikumussalam" jawan bi ijah, lalu Dodi menutup telpon.
"Apa kata bi ijah, Rendi nya ada??" tanya pak yudi penasaran
"Gak ada juga Dad" jawab Dodi
"Jadi kemana dia, kenapa dia tidak kesini" pak yudi sudah mulai kesal.
"Dodi juga gak tau Dad" ucap Dodi
"Terus gimana Dad, apa kita harus menunggu Rendi datang" tanya bu Fitri
"Daddy gak bisa nunggu Dia datang, Daddy ada kerjaan yang harus di periksa, belum lagi besok ada pertemuan dengan klien" jawab Pak yudi
"Lebih baik kita pulang saja, nanti biar Rendi datang sendiri kesini" Oma megan memberi saran
"Ayokk sayang, kamu ganti lagi biar kita pulang aja" ajak Oma megan pada Syifa
"Iya Oma" Syifa menurut saja, padahal dia gelisah, bingung, khawatir juga, takut terjadi sesuatu pada Rendi.
"Ren... kamu dimana, kenapa kamu belum datang juga" Batin Syifa
"Atau begini saja, Oma sama mommy ikut pulang duluan sama Daddy. Nanti Serlina sama Syifa biar sama Dodi aja" Dodi mencoba memberikan saran
"Iya mommy setuju aja" ucap bu Fitri dengan tersenyum
"ibu juga setuju-setuju aja kok" Oma megan pun juga setuju.
Sekarang di butik tinggal Dodi, Serlina dan Syifa
"Fa, apa kamu tau Rendi kemana" tanya Dodi
"Gak tau kak, dari tadi Syifa hubungi juga gak bisa. pesan WhatsApp pun masih ceklis satu.
"Itu bocah sebenarnya kemana sih, bikin orang khawatir aja" gumam Dodi
"Fa, maaf ya kalu boleh tau, apa kalian ada masalah atau apa gitu??" tanya Serlina
"Setau aku gak ada masalah sih, tapi aku juga gak tau apa aku membuat kesalahan ya.??" Syifa malah bingung dan bertanya-tanya.
"Hemm, di tanya malah tanya balik" ucap Serlina heran
"Iya lin, aku juga bingung gak tau juga kenapa" jawab Syifa seadanya.
__ADS_1
"Maaf ya Fa, bukan nya kami menyalahkan kamu. Tapi biasanya kalu Rendi menghilang gini pasti ada sesuatu. tapi belum tentu sih masalah nya dengan kamu, kalu kamu gak merasa ada masalah berarti dia lagi kesal sama salah satu di antara kita yang ada di sini" jelas Dodi yang sangat kenal watak adik kembarnya itu.
"Sekarang kita jangan menyalahkan satu sama lain, lebih baik kita cari dia" ucap Dodi
"Kita harus cari kemana kak?" Tanya Serlina
"Sekarang, kalian ikut kakak. kita cari ke apartemen nya dulu" Ajak Dodi
Serlina dan Syifa menurut saja, mereka berdua mengikuti Dodi yang berjalan menuju mobil dan masuk.
"Apa ini ada hubungan nya dengan minggu kemarin ya" gumam Syifa saat sudah berada dalam mobil
"Memang minggu kemarin kenapa" tanya Serlina yang mendengar ucapan Syifa meski sangat pelan.
"iya Fa, coba kamu ceritakan ada apa?" Dodi juga ikut bertanya
"Jadi kan minggu kemarin Rendi kerumah ngajak keluar, tapi karena dia bawa motor aku menolak untuk berboncengan dengan nya. aku merasa gak enak aja jika naik motor berdua dempetan, takut ada yang liat kan malu juga, apalagi status kami belum Resmi menikah" jelas Syifa
"Setelah itu apakah Rendi keberatan dan marah" tanya Dodi lagi
"Tapi dia saat itu, gak marah kok ka, dia mengerti saja dan mau jalan keluar menemani Syifa ke minimarket juga dengan naik motor masing-masing" jelas Syifa lagi
"Setelah pulang kerumah, apa kalian masih chattan, dan masih berhubungan baik sampai hari ini??" Serlina bertanya lagi
"Iya, setelah itu kami masih chattan aja kok, gak ada masalah. bahkan malam tadi dengan semangat dia mengingatkan jika hari ini ada petting baju" Syifa menjawab pertanyaan dengan sangat yakin
"Berarti masalah nya bukan padamu Fa" ucap Dodi menyimpulkan
"Lalu dengan siapa kak, kalu sama aku juga gak ada" ucap Serlina
"Apa jangan-jangan dia marah sama kak Dodi" Serlina menebak-nebak
"Jangan ngawur kamu... orang tadi pagi di kantor baik-baik aja kok, gak ada masalah sama sekali" Dodi membela diri
"ya kan gak tau kak, siapa tau masalah pekerjaan, orang dia kan memang gak suka ikut ngurus kerjaan kantor" ucap Serlina
"iya juga ya... mungkin saja sih," ucap Dodi setelah berpikir
"tapi kan tetap dia gak harus marah sama kakak. Klu mau marah ya ke Daddy yang nyuruh" Sambung Dodi lagi, dan tetap saja dia membela diri
"Udah, kita gak perlu berdebat, sebelum kita gak tau masalah sebenarnya apa" Syifa mencoba menengahi perdebatan antara kakak adik itu.
"Iya Syifa benar, kita temukan Rendi dulu, baru kita tanyakan apa sebenarnya yang terjadi. dan ku harap dia tidak kabur-kaburan jauh seperti dulu lagi, itu Bocah memang gak berubah sepenuhnya" ucap Dodi sambil melajukan mobil menuju apartemen yang biasanya di tempati Rendi
__ADS_1