
pagi itu di kediaman amasya,"hoaaammm,,,jam berapa sekarang ini?"gumam amasya dengan mata yang menyipit karena silau dengan cahaya matahari yang menerobos masuk tepat mengenai matanya.amasya langsung mengulurkan tangannya meraih jam weker yang berada di sampingnya"OH MY GOD,,,,aku kesiangan,,,sialann nih jam weker mengapa aku tidak mendengar bunyi alarmnya yah"maki amasya sambil melempar jam wekernya ke samping dan langsung bergegas beranjak dari tempat tidurnya.
amasya kemudian berlari menuju kamar mandinya,dirinya langsung mandi secepatnya tanpa melakukan ritual mandi yang biasa dia lakukan yaitu luluran dan berendam lama di bath up.rupanya amasya sudah tidak sabar ingin secepatnya bertemu dengan tunangannya sakti dan menjalankan rencana yang sudah dirinya persiapkan sebelumnya.begitu selesai mandi amasya langsun keluar dari kamar mandi tanpa memandang cermin berlama di dalam kamar mandi."sshiiittt,,,makin kesiangan aku nih,padahal aku niatnya mau nyamperin sakti di rumahnya tapi pasti jam segini dia sudah berangkat ke kantornya,kalau gitu aku langsung ke kantornya saja"gumam amasya sambil cepat cepat memakai baju tanpa kelamaan memilih yang mana harus di pakainya,pokoknya asal comot deh.amasya langsung memoleskan make up tipis di wajahnya sebelum dirinya berlari meninggalkan kamarnya menuju garasi mobil untuk segera bertemu dengan sakti.amasya sengaja tidak memberi tahu sakti kalau dirinya akan datang karena amasya ingin memberi kejutan untuk sakti.
sekitar setengah jam kemudian amasya telah sampai di kantor sakti,dan dirinya sangat yakin sekali kalau saat ini pasti sakti sudah berada di ruangannya.amasya kemudian kembali merapikan makeupnya sebelum keluar dari mobil."hhmmm,,pasti sakti akan merasa senang dengan kedatanganku,,,im coming my honey"ucap amasya sambil tersenyum menatap cermin kecil yang berada di tangannya.amasya kemudian bergegas keluar dari mobilnya dan langsung melangkah masuk ke dalam kantor sakti sambil memasang kaca mata hitamnya.
begitu amasya masuk ke dalam loby kantornya sakti beberapa karyawan kantor itu tampak berbisik bisik melihat kedatangan amasya,rupa rupanya kedatangan amasya menjadi bahan gosip karena selain amasya tunangannya bos mereka,rupanya amasya terkenal sombong di mata karyawan tuan muda sakti,makanya karyawan kantor itu banyak yang tidak suka dengan kedatangan amasya.amasya bukannya tidak tahu kalau dirinya sedang menjadi bahan perbincangan ketika dirinya lewat,tapi amasya bermasa bodoh karena baginya yang lebih penting adalah posisinya lebih tinggi dari karyawan sakti yang suka menggosipkan dirinya.
__ADS_1
amasya terus berjalan menuju ruangan tuan muda sakti dan begitu sampai di depan ruangan itu,tampak sekretaris pram sedang duduk d belakang meja dan sibuk dengan laptop yang ad di hadapannya,sedangkan tuan muda sakti tidak tampak di tempat duduknya."eehhmm,,,pram mana sakti?aku ingin berbicara empat mata dengannya,kau keluar dulu dari sini,nanti ketika aku sudah selesai baru kau boleh masuk lagi"ucap amasya tanpa basa basi kepada sekretaris pram.sekretaris pram yang langsung mengangkat wajahnya begitu mendengar suara amasya langsung berubah raut wajahya,nampak jelas rasa tidak suka sekretaris pram dengan kehadiran amasya saat ini.
"maaf nona amasya,tuan muda sakti saat ini sedang sibuk dan dia tidak bisa di ganggu"ucap sekretaris pram dengan sopan kepada amasya walaupun sebenarnya sekretaris pram tahu kata katanya itu tidak ada gunanya."aalaaaaahhh,,,pergi aja sana,,aku mau bertemu dengan tunanganku dan jangan lupa itu"ucap amasya dengan mata yang melotot ke arah sekretaris pram.
"ada apa ini?kenapa pagi pagi sudah ribut ribut?"terdengar suara tuan muda sakti yang tiba tiba dirinya sudah muncul entah dari mana."eeh sayaaangg,,ini niih,,sekretaris begomu ini aku datang ingin ketemu dengan dirimu tapi aku malah di larang bertemu"ucap amasya sambil melangkah menuju tuan muda sakti dan langsung memeluk tubuh tuan muda sakti begitu mereka berhadapan.tuan muda sakti sebenarnya ingin mendorong tubuh amasya utk melepaskan pelukannya kepada sakti namun sejenak mata sakti menatap ke arah wajah sekretaris pram yang nampak cemberut karena di katakan **** oleh amasya,tiba tiba muncul ide untuk sedikit menjahili sekretaris pram.
"amasya sopanlah sedikit ini di kantor,kau tidak boleh berbuat semaumu apalagi di sini ada orang lain ucap tuan muda sakti sambil menatap sekretaris pram yang saat ini masih menunjukkan wajah kesalnya."makanya usir dia keluar sayaanngg,,ada yang ingin aku katakan kepadamu dan hanya kita berdua tanpa ada orang lain"ucap amasya tanpa perduli kalau sekretaris pram akan kesal dengan ucapannya."maaf tidak bisa,kalau mau bicara,bicara saja sekretaris pram tidak akan kemana mana karena masih banyak tugas yang harus dia selesaikan saat ini,elak tuan muda sakti membuat amasya menjadi cemberut seketika.
__ADS_1
"saayyanngg,,aku ingin bermanja manja denganmu,aku ingin melepas rindu denganmu dari semalam aku kepikiran kau terus sayaaanngg,makanya usir dia dari sini biar dia tidak melihat kita berdua bermesraan,sekretaris pram kan jomblo kalau nanti dirinya jadi kepengen siapa yang akan menjadi tempat pelampiasannya?kan jadi repot nantinya"ucap amasya berusaha memancing emosional sekretaris pram agar sang sekretaris tahu diri dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan itu."HAHAHA,,aaduuhh,,sorry pram keceplosan"ucap tuan muda sakti di sela sela tawanya yang lepas begitu saja begitu mendengar kata kata yang terlontar dari mulut amasya.sekretaris pram hanya melirik sekilas kepada tuan muda sakti dan kemudian kembali lagi menatap layar laptop di hadapannya."sialan kau sakti,aku tahu kau sengaja membuatku kesal"umpat sekretaris pram di dalam hatinya.
"sayaaanngg,,,ayolaahh,,,suruh dia pergi dari sini,atau aku tidak akan memperdulikan kehadirannya di antara kita"ucap amasya kemudian langsung kembali mendekat dan memeluk tubuh tuan muda sakti."baiklah,,,baiklahh,,pram tolong keluar dulu sebentar"ucap tuan muda sakti sambil mengedipkan matanya begitu sekretaris pram menatap kepadanya.sekretaris pram yang mengerti dengan kode dari tuan mudanya kemudian langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pergi meninggalkan ruang kerjanya itu."huuhh,,dasar wanita tidak tahu malu,semoga saja tuan muda sakti segera menikahi nona aira agar wanita ****** ini berhenti membuat onar"gerutu sekretaris pram dalam hatinya.
"nah,mau bilang apa?bilang aja sekarang aku sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk bersantai"ucap tuan muda sakti berusaha melepaskan pelukan amasya dan setelah itu berjalan menuju tempat duduknya.namun dasar amasya memang niatnya ingin menggoda tuan muda sakti,dirinya langsung bergegas mengikuti tuan muda sakti dan langsung duduk di pangkuan tuan muda sakti."saayaaangg,,,aku ingin kita kembali seperti dulu,,aku sadar kalau ternyata aku sangat menyayangimu"rayu amasya sambil menempelkan bibirnya ke bibir tuan muda sakti,sebelum tuan muda sakti menjauhkan bibirnya amasya langsung ******* bibir tunangannya itu sementara tangannya mulai menjalar kebawah menuju daerah sensitif tuan muda sakti.sejenak tuan muda sakti menikmati ciuman amasya dan membiarkan amasya mencoba membangkitkan gairahnya.
"eehheemm,,maaf tuan muda,sudah saatnya untuk rapat"suara sekretaris pram langsung menghentikan aktifitas mereka berdua.tuan muda sakti yang memang menunggu kedatangan sekretaris pram langsung mendorong tubuh amasya agar segera bangkit dari pangkuannya."sialann kau pram,,,kenapa kerjamu selalu menggangu saja"maki amasya yang merasa kesal karena rencananya belum berhasil."jangan memarahinya,aku kan sudah bilang saat ini aku sedang sibuk,kau pulanglah"ucap tuan muda sakti sambil berlalu pergi."saayaaangg,,tunggu,,aku ingin mengajakmu ke apartemenku sebentar malam,ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu"kata amasya sambil menahan tangan tuan muda sakti."iyaa,,,iyaa,,pulanglah,nanti aku kesana"ucap tuan muda sakti sambil menatap gusar amasya yang menahan dirinya.
__ADS_1
amasya kemudian melepaskan tangan tuan muda sakti sambil tersenyum manis,,"hhmmm,,liat saja sebentar malam kau akan masuk dalam perangkapku sayaaangg,,dan akan ku pastikan kau akan menjadi budak cintaku"ucap amasya sambil tersenyum penuh percaya diri.amasya kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja tuan muda sakti dengan wajah yang berseri seri