Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Mirip mantan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Siang harinya, Raka menjemput Ryana di rumah untuk di ajak ke rumah sakit. Kara sudah berhasil melahirkan seorang anak laki laki, dan kini keadaan keduanya sudah sangat baik. Maka dari itu, Raka meminta izin untuk pulang dan menjemput istri nya.


"Kata orang, kalau anak laki laki itu mirip mama nya. Kalau anak perempuan akan mirip papa nya. Tapi ini kenapa anak kalian sangat mirip ke papa nya?" tanya Ryana saat melihat seorang bayi mungil yang masih di bedong di dalam box bayi.


"Gak ah, dulu juga si kembar lebih banyak mirip sama kamu yank," jawab Raka yang langsung memeluk istrinya dari belakang, "Mirip mama nya atau papa nya, yang penting gak mirip sama mantan nya," imbuh Raka sambil sedikit melirik ke arah adik nya.


"Eh, tapi kalau di lihat lihat, dia juga matanya mirip Ryan!" celetuk Ryana hingga membuat sepasang suami istri yang sedang berbahagia itu langsung menatap nya tajam.


"Ryana bisa diem gak, atau gue timpuk pake ini!" cetus Kara mendengus sambil memegang sebuah bantal yang siap ia lempar jika kakak ipar nya kembali berulah.


"Kalian itu datang untuk menjenguk atau untuk jadi kompor?" sambung Angkasa ikut mendengus.


Meskipun ia tahu bahwa Ryana berbohong soal mata anak nya yang mirip mantan kekasih istrinya. Namun tetap saja Angkasa tidak terima.


"Kalau bisa dua duanya kenapa gak," jawab Ryana terkekeh.


"Na, lo lagi hamil loh. Jangan sampai nanti anak lo juga mirip sama Grace!" ucap Kara dengan tersenyum miring.


Mendengar perkataan dari Kara, kini Ryana langsung menghentikan tawa nya. Ia membalas tatapan adik ipar nya tak kalah kesal.

__ADS_1


"Siapa namanya?" tanya Raka memilih untuk mengubah topik pembicaraan sebelum ketiga manusia rusuh di ruangan itu kembali bergelut.


Mengingat, kini keadaan Kara yang baru saja melahirkan, dan Ryana yang sedang hamil. Raka tidak mau membuat dua wanita itu berdebat dan stres.


"Akan kami publish nanti, saat acara akikah. Sekarang masih di landa dilema di antara beberapa nama," jawab Kara kembali menghela napas nya berat.


Ia sudah menemukan nama yang cocok untuk anak nya. Begitupun dengan Angkasa, namun ternyata keduanya saling bertabrakan dan masih sulit menyatu.


Jadilah, untuk mengambil jalan tengah, nanti mereka akan diskusikan masalah nama anak mereka lagi.


"Hello Baby boy! Welcome di keluarga rusuh," gumam Ryana begitu pelan sambil mengusap bibir mungil milik anak Kara dan Angkasa.


"Semoga, nanti anak kalian juga cowok. Biar mereka bisa jadi teman main bareng!" ucap Kara begitu antusias dan bersemangat.


"Apapun nanti, cewek atau cowok. Asalkan dia bisa lahir dengan selamat dan sehat, itu sudah lebih dari cukup. Cup," imbuh Raka lalu ia mengecup kening istrinya.


Ryana mendongakkan kepala nya, ia tersenyum saat menatap wajah suami nya. Ia tahu, tak mudah bagi Raka untuk melewati semua nya selama ini.


Bukan hanya dirinya yang mengalami trauma, namun Ryana yakin bahwa Raka pun juga sama mengalami nya.


Bahkan, jika di pikir, kesedihan Raka berkali lipat dari dirinya. Raka harus kehilangan ketiga anak nya, mengantar kepergian mereka dan di lanjut dengan kepergian istrinya.

__ADS_1


Ryana masih ingat dengan sangat jelas, bagaimana dulu Raka membisikkan kata kata kepadanya ketika ia di bandara dan hendak pergi keluar negeri.


Saat itu, dirinya masih belum mengingat pernikahan nya dengan Raka. Yang Ryana ingat, laki laki itu hanyalah musuh bebuyutan.


Sedangkan Raka, ia pasti ingat dan selalu ingat semua rasa sakit nya karena kehilangan anak anak dan juga istrinya.


Sementara itu, Angkasa dan Kara yang melihat adegan romantis antara saudara kembar dan ipar nya yang sedang berpelukan di depan box bayi. Hanya bisa menatap nya dengan penuh haru.


"Sa, peluk aku juga dong. Biar samaan!" bisik Kara memberikan kode kepada suaminya.


"Aku takut Yank, nanti aja. Udah jangan di lihatin mereka, anggep aja setan!" balas Angkasa langsung menggelengkan kepala nya.


"Takut kenapa?" tanya Kara sedikit mengerutkan dahi nya.


"Sayang, kamu habis melahirkan. Kalau aku lama lama meluk kamu, bisa bisa aku bablas. Gak mungkin kan kalau aku langsung—"


Bug!


"Emang dasar otak kamu aja Sa yang mesuum nya gak ketulungan ah!" saut Kara dengan cepat dan langsung memukul bahu suami nya.


Bukan marah, Angkasa justru terkekeh, lalu ia juga segera memeluk istrinya, "Bercanda Sayang. Cup."

__ADS_1


"Emang mereka doang yang bisa romantis. Kita juga bisa, cup!" imbuh Angkasa yang di akhiri dengan kecupan singkat di bibir Kara.


"Ini kalian mau adu mesra di depan bayi? Gila kalian semua!" pekik mama Naura yang tiba tiba masuk ruangan dan melihat bagaimana kelakuan anak anak dan para menantu nya


__ADS_2