
Setelah keluarga Pratama dan keluarga Argantara Bertemu dan kedua belah pihak sepakat agar pernikahan anak-anak mereka di percepat.
Sehingga hari ini Di sebuah Rumah mewah, dikediamanan Kluarga Pratama di adakan pesta pernikahan yang cukup meriah, disana terlihat banyak tamu undangan yang berpakaian rapi dan mewah.
Hari ini Rendi terlihat seperti pangeran, berpakaian rapi dengan baju kemeja berwarna putih di lapis jas hitam dari luar.. menambah nilai plus ketampanannya 5x lebih memancar, kali ini dia benar-benar sangat tampan, dan gagah sangat mirip dengan Lee min ho.. hehee...
Senyum di bibirnya seakan menjelaskan betapa bahagia nya dia hari ini. Hari dimana setiap orang memimpikan nya, bagaimana tidak???, menikah dengan orang yang di cintai dan yang mencintai adalah hal yang terindah. Berjodoh dengan seseorang yang ada di hati itu pasti impian dan harapan semua orang.
Ada yang bilang "Bukan karena bertemu lalu kita berjodoh. Tapi karena berjodoh lalu kita bertemu.
Sebab, Ketika Allah menginginkan dua hati untuk bersatu, maka Allah akan menggerakkan hati keduanya bukan salah satunya."
Tamu sudah mulai berdatangan, pak penghulu pun juga datang. Tak ketinggalan keluarga Alvaro juga sudah datang.
"Wahh ganteng banget ya, beruntung bangat yang jadi istrinya" ucap salah satu gadis tamu undangan
"iya. aku jadi penasaran bagaiman istrinya, apakah juga sangat cantik" ucap gadis di sebelah nya lagi
"ya pasti cantik lah, kalu gak cantik mana mau dia" jawab gadis yang lain"
ketampanan Rendi membuat para undangan terpesona, terutama para undangan yang masih gadis.
"Sekarang kita sudah ngumpul semua, akan lebih baik kita mulai acara ijab qobul nya" ucap pak penghulu
"Rendi sayang, apa kamu sudah Siap?" tanya bu Fitri pada salah satu anak kembarnya itu.
"Iya mom, Rendi sudah siap" jawab Rendi dengan tersenyum meskipun dia juga meras gugup
"Baiklah, kalu begitu siapa yang jadi wali nikah mempelai wanita nya" tanya pak penghulu
"karena wali mempelai wanitanya sudah tidak ada, maka kami meminta pak penghulu saja pak" ucap pak yudi
"Aku tidak bisa membiarkan Syifa menikah tanpa walinya, bagaimana mungkin aku membiarkan itu. Aku harus minta Dimas yang akan menjadi walinya.. bagaimanapun Dimas adalah kakak kandung nya. kakak satu ayah nya" Batin Bu lita
__ADS_1
"Baiklah, kalu begitu mari kita mulai saja" ucap pak penghulu.
"tunggu dulu pak" ucap Bu Lita
"Ada apa bu..?" tanya bu Fitri bingung
"mi.. mami kenapa" tanya Dimas
"Maaf, bukan maksud saya lancang. mempelai wanita nya masih punya wali, dan Dimas yang akan menjadi walinya.. Dimas adalah kakak nya" ucap Bu Lita jelas
"Mi, jangan bercanda.. ini hal serius, anak kita tidak mungkin bisa jadi walinya. dia hanya kakak angkat bukan kakak kandung" bisik pak Alvaro.
Para undangan pun bertanya-tanya kenapa acaranya terhenti, ada masalah apa
"Ini ada apa mom..??" tanya Rendi bingung dan cemas
"kamu tenang ya tunggu sebentar, mommy juga bingung" ucap Bu Fitri
"Maaf, ini ada apa sebenarnya, kenapa semuanya terhenti begini" pak yudi juga ikut bertanya dan menatap kearah pak Alvaro serta istrinya seakan meminta penjelasan
Lalu dia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sekitar 25 tahun yang lalu, jika dia pernah menikah dengan pak Wijaya dan memiliki anak, yaitu Dimas. Tapi karena pernikahan mereka tidak di restui, akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah. dan disaat itu pak wijaya tidak tau jika dia sedang mengandung Dimas.
"jadi aku bukan lah anak kandung papi, dan Syifa adalah adik kandung ku.. aku tidak tau harus bahagia atau sedih.. Aku sedih papi yang menjadi idolaku, panutan ku bukan lah orangtua kandung ku. tapi aku juga bahagia bisa di pertemukan dengan Syifa anak dari ayah kandung ku." Batin Dimas lalu tak sengaja dia meneteskan Air mata
"Apa,, apa aku tak salah dengar, jadi Dimas adalah kakak kandung Syifa.. jika itu benar aku akan sangat bahagia, lebih bahagia dari hanya sekedar kakak angkat" Batin Rendi
"jadi Syifa adalah anak mantan suamimu" tanya pak varo sedikit kecewa
"maafkan mami pi, bukan maksud mami tidak jujur, mami hanya tidak ingin mengingat masa lalu lagi hikss.. hiks.. Sebelumnya papi sudah tau kan kalu mami sudah pernah menikah, dan setelah mami melahirkan Dimas, papi mau menerima dan menjadi ayahnya. sehingga mami tidak perlu lagi harus mengatakan siapa nama ayahnya sebenarnya" ucap Bu lita sedih.
"Pi, Dimas, maaf kan mami hiks... hiks.. mami tidak bisa membiarkan Syifa menikah tanpa wali, sedangkan mami tau kamu adalah kakak kandung nya hiks..." lirih bu Lita
"Sudah sayang, jangan menangis lagi, malu di lihat orang" bisik pak Alvaro, dia berusaha memahami apa yang di katakan istrinya,
__ADS_1
Pak Alvaro sudah tau semuanya hanya saja mantan suami istrinya dia tidak tau, bahkan namanya pun juga tidak tau. Dia tidak ingin bertanya tentang masa lalu Bu Lita, karena dia tulus mencintai Bu lita dan anaknya itu. baginya masa lalu adalah hal yang harus di lupakan, tidak perlu di ingat-ingat. oleh karena itu lah rasa kecewa nya hilang, dia tidak bisa menyalahkan semua yang terjadi kepada istrinya.
"Dim, kamu mau kan jadi wali syifa, adikmu" pinta Bu Lita
"Iya Dim, lebih baik kamu yang jadi wali nya. bukan kah itu lebih baik dan afdhol kan pak" ucap pak Varo dan meminta penjelasan pak penghulu.
"Iya bapak benar," ucap pak penghulu membenarkan.
"Bagaimana nak dimas, kamu mau kan?" tanya Oma megan dengan sangat berharap
"Iya, Dimas mau" ucap Dimas lantang dan tersenyum.
"Baiklah, silahkan.....mari kita mulai" ucap pak penghulu menyuruh Dimas mendekat duduk di depan Rendi
"Silahkan...." suruh pak penghulu
"Bismillahirrahmanirrahim Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Rendi hendra pratama bin muhammad yudiansyah pratama dengan adik perempuan saya yang bernama Syifa Putri ardiyanti wijaya bin Ardiansyah wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap Dimas
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Syifa putri Ardiyanti wijaya binti Ardiansyah wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap Rendi
Dimas dan Rendi mengucapkan dengan sangat lantang dan jelas saat ijab qobul
"Bagaimana saksi sah??"
"sah" saksi
"sah".. para undangan
Alhamdulilah..
Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin"
mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.
__ADS_1
"Selamat Sekarang kamu sudah resmi menjadi seorang suami" ucap pak penghulu memberi selamat kepada Rendi
"Sekarang mempelai wanitanya sudah bisa kamu jemput" ucap pak penghulu dengan tersenyum.