Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Menyembunyikan masalah besar dari Oma megan


__ADS_3

Oma megan dan pak yudi serta bu Fitri berjalan barengan untuk pergi kekamar


"yud, kamu kekamar ibu sebentar ya, ibu mau bicara padamu" ucap Oma megan


"baik bu" jawab pak yudi


"Sayang, kamu duluan aja kekamar, istirahat nanti Daddy nyusul" suruh pak yudi pada istrinya yang di jawab hanya dengan anggukan tanda setuju


Pak yudi mengikuti ibunya kekamar.


"Ada apa bu" tanya pak Yudi saat dia sudah berada di dalam kamar ibunya


"Yud, apa kamu sudah mengabari adikmu Helmi tentang pernikahan Rendi?" tanya Oma megan


"Yudi sudah memberitahu nya bu" jawab Pak yudi


"Lalu, apa katanya apa dia bisa datang?" tanya Oma megan lagi


"Belum tau bu, sepertinya tidak bisa, karena ada banyak pekerjaan yang harus di selesaikan dalam waktu dekat, karena itu yudi juga ingin menyusul ke jepang membantunya" jawab Pak yudi


"Kamu itu yud, apa gak kasian sama adikmu kenapa tidak kamu suruh yang lain saja yang mengerjakan nya." ucap Oma megan kesal


"Tidak bisa bu, yang lain tidak bisa menghandle pekerjaan itu sebaik Helmi. Sampai saat ini tidak ada staf atau karyawan yang dapat menandingi keahlian Helmi dalam menyelidiki masalah seperti ini" pak Yudi mencoba memberikan pengertian pada ibu nya.


"Memang nya ada masalah apa, sebanyak apa masalah perusahaan sampai harus melibatkan Helmi dalam menyelidiki nya?" tanya bu Megan masih belum bisa mengerti


"Aduh bagaimana ini, tidak mungkin aku bilang ada mata-mata musuh yang bekerja di perusahaan untuk menghancurkan dari dalam bahkan mereka ingin mengambil alih perusahaan yang sudah di bangun dengan kerja keras oleh keluarga pratama, Apalagi dengar-dengar musuh saat ini adalah MAFIA yang cukup berbahaya yang ingin memiliki kekuasaan dengan cara licik. jika aku katakan yang sebenarnya, ibu pasti kepikiran atau bisa saja serangan jantung nya kumat lagi. ini sangat berbahaya untuk kesehatan ibu. lebih baik aku tidak berkata yang sebenarnya." Batin pak yudi


"yud.... yudi...!!" ucap Oma megan membuyarkan pikiran nya


"Iy..iyaa.. Bu ada apa" tanya pak yudi dengan sedikit gagap


"Kenapa kamu diam, ibu bertanya ada masalah apa sehingga harus Helmi yang turun tangan" ulang Oma megan.


"Iya Ada masalah perusahaan, perusahaan keluarga kita kan banyak bu. Makanya Yudi kirim Helmi ikut ambil handle" bohong pak yudi


"Kamu yakin hanya Masalah perusahaan saja, tidak ada Masalah lain?" tanya Oma megan seperti tak percaya


"iya bu" jawab pak yudi


"Kamu tidak berusaha membohongi ibu kan, atau kalian sedang menyembunyikan sesuatu dari ibu" ucap Oma megan sambil menatap anak sulung nya itu dengan tatapan Selidik

__ADS_1


"ya Allah gimana ini. apa aku harus jujur atau bohong. Sangat sulit untuk berbohong pada ibu. Apakah aku harus katakan sebenarnya. karena cepat atau lambat ibu pasti akan tau. tidak..., aku tetap tidak akan memberitahukannya sekarang. tunggu sampai masalah kami selesaikan baru aku kasih tau.." Batin pak yudi


"yud.. yudi..." ucap Oma megan dengan nada sedikit lebih keras


"Iya bu, ada apa" tanya pak yudi


"kamu kenapa diam lagi, ini sudah pasti kamu menyembunyikan sesuatu dari ibu, cepat kamu jujur saja, katakan sebenarnya apa yang terjadi." tegas Oma megan


"Ibu kenapa sih gak percayaan sama aku, kalu sama anak sendiri tidak percaya, terus ibu mau percaya sama siapa lagi" pak Yudi berdalih


"pokoknya ibu gak mau tau, kamu suruh Helmi pulang, ibu tidak mau tau alasan kalian apa, pekerjaan bisa di selesaikan nanti, atau utus orang lain yang mengantikan nya" suruh Oma megan


"Tapi bu...)


"Gak ada tapi-tapian, ibu tidak suka di bantah" ucap Oma megan


"Bu tolong lah mengerti, kami tidak bisa membiarkan perusahaan dalam bahaya. kami tidak ingin kerja keras papah dalam membangun perusahaan itu hancur begitu saja" ucap pak yudi kecuplusan.


"Astagfirullah, ya tuhan, aku bilang apa tadi apa aku kecuplusan.." batin pak yudi


"Hancur, jadi benar ada yang kalian tutupi dari ibu" ucap Oma megan


"Lalu tadi kamu bilang hancur, apa?" selidik Oma megan


"Iya maksud Yudi, kalu perusahaan ada masalah meskipun masalah kecil kalu di biarkan jadi besar dan akan menghancurkan perusahaan kita, kita akan bangkrut bu" pak yudi berusaha menjelaskan lagi


"Hemmmm" Oma megan hanya berdeham


"Begini saja bu, Yudi akan suruh Helmi menyelesaikan masalah itu secepatnya dan yudi janji dia akan tetap pulang sebelum acara pernikahan Rendi sekalipun masalah disana belum selesai, dan Yudi akan mengirim para staf terbaik yang mampu menggantikan nya" pak yudi terpaksa mengalah demi memenuhi keinginan ibu nya


"kamu janji, kamu tidak berusaha membuat ibu senang kan?" tanya Oma megan lagi


"Iya Bu yudi janji, sekarang ibu tidur dan istirahat dulu, nanti kalu ibu sakit gimana" jawab pak yudi


Oma megan tersenyum, mendengar penuturan dan perhatian dari anak sulung nya itu


"ya sudah, sekarang kamu bisa keluar, istirahat lah susul istrimu" suruh Oma megan


"Baik Bu" jawab pak yudi lalu dia keluar dari kamar ibunya dan berjalan menuju kamar nya sendiri.


Sedangkan di Ruang tamu Rendi dan Dodi, masih menonton televisi, dan setelah mulai bosen mereka akhirnya mematikan tv. lalu naik ke lantai dua pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

__ADS_1


"Kakak tadi keluar janjian sama siapa, cewe ya?" tanya Rendi sambil berjalan menuju tangga bersama Dodi


"ya gak lah." jawab Dodi


"Ouh iya ya, kakak kan jomlo hehe.. makanya ka. cari cewe" ucap Rendi yang memang gak bisa diam


"Iya nanti, aku mau lanjut S3 dulu setelah itu baru Nikah, kalu jodohku udah ketemu" jawab Dodi


"Terus tadi janjian sama siapa malam-malam,... klien?? tanya Rendi


"Sama Dimas" jawab Dodi singkat


"Dimas, ngapain?" Rendi belum paham


"Iya Dimas, aku bertanya tentang hubungannya dan Syifa" jawab Dodi


"Terus, Dimas bilang apa kak?" tanya Rendi penasaran


"Ya Dimas bilang, dia gak ada hubungan apa-apa dengan Syifa" jawab Dodi


"Terus kak?" Rendi bertanya lagi


"Ya aku bilang kalu Syifa


sudah tunangan dengan mu" jawab Dodi


Dodi pun menjelaskan panjang kali lebar pada Rendi bagaimana dan apa yang di bahas dengan Dimas


"Terus kak...??" lagi-lagi dia bertanya padahal sudah di ceritakan panjang kali lebar.


"Terus-terus ya nabrak o'on..." ucap Dodi "plakkk" kepala Rendi di jitak oleh Dodi


"Hehe sorry kak" ucap Rendi


"Udah lah, aku mau istirahat" ucap Dodi lalu dia membuka pintu kamar


"kakak baik banget Sih, makasih kak" ucap Rendi lalu dia mencium pipi kanan Dodi yang sedang berjalan memasuki kamar


"Eh, apa,apaan... Rendi jijik gue" umpat Dodi


"Hahaaaaa" Rendi tertawa setelah itu dia juga masuk kedalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2