Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Mengejek Serlina


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, semua keluarga pratama, Duduk ngumpul bersantai di ruang tamu sambil menonton televisi.


"Sayang kamu malam ini nginap disini ya, kamu bisa tidur dengar Serlina" pinta Oma megan


"Iya Fa, kamu malam ini pokoknya nginap sini ya, pleasee.....✌️✌️" sambung Serlina


"iya sayang, kamu disini aja Dulu, besok pagi kita akan bahas tentang hari pernikahan mu, minggu depan Daddy ada acara di luar negeri jadi kita akan bahas itu akan di percepat atau menunggu kedatangan Daddy." jelas Bu Fitri


"Baiklah, malam ini Syifa nginap disini" ucap Syifa tersenyum


"Tapi apa boleh Syifa mengundang keluarga Syifa sebagai ikut handle dalam rencana pernikahan besok?" ucap Syifa


"Keluarga...!!! kamu masih punya keluarga disini atau masih di kampung?" tanya pak Yudi


Syifa pun menjelaskan keluarga Baru nya, dan bagaimana awal dari pertemuan mereka, hingga Syifa di angkat menjadi anggota keluarga atau putri dari Argantara.


"Ouhh, begitu ceritanya" ucap pak yudi


"Ya sudah, nanti kamu kabari aja sayang, suruh mereka kesini ya. kami ingin bertemu dengan keluarga baru mu" pinta Bu Fitri


"Baik mom" ucap Syifa sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum


"Tadi kamu bilang siapa nama orang tua angkat mu itu, varo... Argantara.. seperti nya Daddy tidak asing dengan nama itu" ucap pak yudi


"Pak Alvaro Argantara Dad" ucap Syifa


"Argantara, apakah Dimas Argantara adalah anak pak Alvaro Argantara,, jadi foto yang ku lihat kemarin itu hanya foto biasa bukan karena mereka ada hubungan lebih dari sekedar kakak dan adik, Astagfirullah aku sudah mengira Syifa berkhianat, untung saja kak Dodi mengingatkan ku tadi siang." Batin Rendi


"Wahh jadi sekarang kamu sudah menjadi bagian keluarga Varo.. bagus, Daddy makin merestui" ucap pak yudi sangat antusias


"kenapa kamu sangat bersemangat yud, kamu mengenal nya?" tanya Oma megan


"iya apa Daddy mengenalnya?" Bu Fitri juga bertanya


"Itu kan pemilik grup Argantara mom, oma rekan Bisnis Daddy, sudah jelas Daddy mengenal nya" ucap Rendi memberi tahu


"Tidak cuma Rekan Bisnis Daddy, tapi juga sahabat Daddy waktu kuliah hingga sekarang" ucap Pak yudi dengan semangat.

__ADS_1


"Dia juga punya seorang putra, namanya Dimas Argantara Rendi juga mengenalnya. dia anak yang pintar , bertanggung jawab, baik, bijaksana dan juga sangat tampan" puji pak yudi


"Tampan... setampan apa Dad, tampanan mana sama dokter Rino!" tanya Serlina ceplas ceplus.


"plakk,," kepala Serlina di jitak Rendi


"Auww... sakit kak Ren..." teriak Serlina


"kamu tuh, Sebenarnya sukanya sama Siapa. gak bisa liat atau dengar yang lebih tampan dikit udah kaya cacing kepanasan" ucap Rendi


"kan Serlin, cuma nanya kak.." ucap Serlin manyun


"Ouhh jadi, putri kesayangan Daddy selama ini Suka sama dr. Rino. Tuh mom anak mommy suka sama putra kesayangan mommy Rino." ucap pak Yudi


"haha.. mommy udah tau Dad, Daddy aja yang baru tau..Oma juga tau kok, Serlin suka caper kalu ada Rino" ucap Rendi


"Ya gak papa dong Ren, kalu Serlina suka, Rino nya mau juga. Oma dukung kok. bahkan kalu mau nikah barengan sama kalian nanti juga setuju Oma" timpal Oma megan


Serlina diam malu dan salah tingkah.


"Ouhh begitu, kalu Daddy Sih terserah pada Serlin nya saja. kalu dia mau Sama Rino, Daddy Restui kalu mau sama Dimas juga Daddy Restui kok., bagaimana mom?" tanya pak yudi pada istrinya.


"Gimana Lin, kamu mau nikah muda atau mau selesaikan kuliah dulu" tanya pak Yudi


"Serlina masih pengen kuliah dulu Dad, belum siap buat nikah" jawab Serlina jujur


"Wahh mending nikah aja Lin, mompong dapat lampu hijau kamu Lin, sekarang kamu tinggal pilih aja Dimas atau Rino. Dua duanya tampan dan baik" sambung Dodi, yang ternyata mendengar percakapan semua orang yang ada di ruang keluarga.


"Heyy kak, Sudah datang ternyata." ucap Rendi saat menyadari keberadaan Dodi yang Entah sejak kapan berdiri di belakang mereka


"Tuh Lin sekarang kami semua mendukungmu, kamu mau sama siapa aja terserah" ucap Rendi


"Tapi tunggu dulu Ren, kita memberikan pilihan pada Serlin, memangnya Dimas dan Rino mau sama gadis manja, galak dan jelek sepertinya, hahha" ucap Dodi


"Hahaaaa..hahaaa" mereka tertawa bersamaan kecuali Serlina manyunnnn


"Hahaa. kalu aku sih jadi mereka, ya gak mau kak" ucap Rendi

__ADS_1


"Sama aku juga Ren,,,, hahaa" Dodi makin tertawa


"Oma kakak jahat bangat, masa Serlin di bilang jelek sih hiks.. hiks.." adu Serlina pada Oma megan pura-pura menangis


"Sudah sudah jangan manyun gitu, kamu itu cucu kesayangan Oma yang paling cantik" ucap Oma Megan.


"tapi kak Dodi bilang serlina manja, galak terus yang lebih menyakitkan disini tuh, dia bilang jelek hiks.. kak Rendi juga ikut-ikutan mereka jahat Oma.." ucap Serlin sambil menunjuk ke arah hatinya.


"Ngadu, dikit-dikit ngadu dasar manja haha.." ucap Dodi dengan masih tertawa


"Memang Bocah Lebay" ucap Rendi lalu dia mencubit pipi Serlin


"Kak Renn" teriak Serlina


"Hahaha..." Dodi dan Rendi tertawa


Sedangkan Syifa hanya tersenyum dan dia ikut bahagia melihat Tingkah kakak beradik itu, meskipun bertengkar dan saling mengejek tapi mereka saling menyayangi.


"Ya Allah terima kasih kau telah mengirim orang-orang baik padaku, terutama kau telah memberikan lelaki baik ini pada ku, yang sebentar lagi menjadi halal untukku. sekarang aku percaya apa pun yang terjadi padaku, adalah yang terbaik, dan jodoh itu tak pernah salah". Batin Syifa


"Oma..." adu Serlina


"Sudah sudah, kalian bisa gak jangan ngusilin adik kalian" Oma megan membela Serlina


Pak yudi dan Bu Fitri tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anaknya yang sudah pada besar dan dewasa tapi tidak dengan kelakuan mereka yang seperti anak kecil yang tak pernah dewasa.


"Dodi, Rendi Serlina sudah ya, kalian sudah besar ngapain bertengkar saling ngejek gitu" ucap Bu Fitri


"Kalian gak malu sama Syifa," sambung Bu Fitri lagi


"Sudah lah Mom, kita kekamar aja Istirahat, mereka sudah besar, gak usah di pikirin" Ajak pak Yudi


"Bu, ibu biarkan aja mereka, ibu lebih baik istirahat, nanti ibu bisa sakit kurang tidur dan kamu serlin, tinggalkan saja mereka berdua." ucap pak yudi


"ya udah, Sayang kamu kekamar aja sama Syifa tinggalkan kakak-kakakmu, biarkan saja mereka" Suruh Oma megan


"iya Oma,, ayokk Fa kita kekamar aja..." ajak serlina pada Syifa

__ADS_1


"Belekkk" sempat-sempat nya Serlina membalikkan badan nya lalu menjulurkan ilatnya pada kedua kakak kembar nya itu, seperti mendapatkan kemenangan karena di bela Oma nya.


__ADS_2