
"jelek ah,, dari pada kamu manyun gitu, lebih baik kamu panggil Rendi dan Syifa ajak mereka pulang" Suruh Dodi
Serlina pun berhenti manyun terus dia keluar dari mobil dan menuruti apa yang di suruh Dodi untuk memanggil Syifa dan Rendi
Belum jauh Serlina melangkah, Syifa dan Rendi sudah keluar dari gubuk dengan berjalan sambil tersenyum
"Nah itu mereka, belum di panggil sudah datang sendiri" gumam Serlina
"Dan sepertinya mereka sudah baikan" batin Serlina
"Benarkan kata kakak mereka akan baik-baik saja, kamu tidak perlu terlalu khawatir pada sahabatmu itu" ucap Dodi dengan suara berbisik di samping serlina yang entah sejak kapan dia berada di belakang serlina
"Kalian mau kemana?" tanya Rendi
"tadinya kami mau nyusul kalian, ngajak pulang udah di telpon mommy soalnya" jawab Dodi
"ya sudah, kita pulang sekarang" ajak Rendi
"Ayokk,,," ucap Serlina lalu dia menarik pelan tangan kiri Syifa
"Eitsss, kali ini Syifa pulang sama aku" cegah Rendi yang juga menarik pelan tangan Sebelah kanan Syifa
"Gak boleh, Syifa sama aku dan kak Dodi aja, aku gak mau ya kalu Syifa di bikin nangis sama kakak lagi" ucap Serlina
"ya gak lah, pokonya Syifa kamu pulang sama aku ya, kita sudah janji kan akan selalu bersama apapun yang terjadi" Rendi meminta Syifa mengikuti nya
"Lin, kali ini aku pulang sama Rendi, maaf ya" izin Syifa pada Serlina
"kamu yakin Fa???" tanya Serlina memastikan
"Iya Lin, kamu tenang aja Rendi gak akan nyakitin aku kok" Syifa menyakinkan Serlina
"Ya udahlah gak papa, kalu gitu aku pulang sama kak Dodi, ayokk kak kita pulang" ajak Serlina yang beralih menarik tangan kakak sulungnya
"Sebentar Lin" ucap Dodi
"Ada apa lagi sih" Serlina bingung
"Ren, kalian mau ikut pulang langsung atau mau jalan berdua dulu nih" tanya Dodi yang sepertinya sudah bisa menebak-nebak.
"Kami gak jalan ka, naik mobil kok hehe" Rendi malah bercanda
__ADS_1
"Hemmm.... terserah kamu aja, aku cuma mau bilang nanti malam kata mommy kita makan bersama ajak Syifa sekalian" ucap Dodi lalu dia berpaling dan melangkah menuju mobil
"iya kak, kami mau kebutik sebentar ya, nanti aku segera pulang bersama Syifa" Teriak Rendi
Akhirnya Mereka ber'empat pun pulang dengan mobil yang ber'iringan
Mereka berpisah di simpang empat lampu merah yang cukup jauh dari tempat itu. Rendi mengarah jalan menuju butik, sedangkan mobil yang di bawa Dodi mengarah pulang menuju Rumah
**********
Sekarang Syifa dan Rendi berada di butik, Rendi memakai baju jas pengantin
Syifa terpukau kagum tak berkedip saat melihat Rendi keluar dari ruang ganti dengan memakai baju putih berlapis jas hitam di luar, serta tak ketinggalan dasi hitam yang menambah nilai plus, ketampanannya 5x lebih terpancar. Kali ini dia benar-benar sangat tampan dan gagah. jika saja saat ini di samping nya ada Lee min ho. mungkin orang mengira mereka kembar.
"Gimana Fa, bagus gak" tanya Rendi tersenyum
"MasyaAllah kamu ganteng bangat Ren, benar benar mirip Lee min ho. bahkan lebih gagah menurutku hehe" batin Syifa lalu dia tersenyum
"Heyyy Fa, kamu dengar aku kan" ucap Rendi sambil melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah Syifa.
"ehh i.. iy. iya Ren ada apa" ucap Syifa tergagap-gagap
"Gimana, bagus gak, udah pas atau belum" tanya Rendi sambil bercermin dan memutar-mutar tubuhnya.
"cuma bagus aja, kamu yakin" tanya Rendi
"Iya bagus, yakin" ucap Syifa
"Aduh Fa, jadi cewek gengsi bangat sih, bilang aja kalu aku tuh tampan dan gagah memakai jas ini" batin Rendi dengan percaya diri
"ouhh begitu ya, jadi cuma bagus aja nih, kalu gitu aku pakai baju biasa aja nanti" ucap Rendi
"Lah kok baju biasa sih Ren" tanya Syifa dengan polusnya
"Lah iya, ngapain aku pakai baju mahal-mahal kalu aku masih terlihat biasa-biasa aja." ucap Rendi, yang sengaja ingin memancing Syifa
"Ehh, jangan Ren, baju ini lebih baik kamu terlihat tampan dan.....) syifa terhenti
"Dan....) Rendi penasaran dengan sambungan yang mau di ucapkan Syifa
"iya terlihat tampan dan sangat gagah" ucap Syifa pelan, lalu dia menunduk menyembunyikan pipi nya yang sudah memerah karena salah tingkah
__ADS_1
"Yes..... berhasil, tu kan sudah ku bilang, dia itu sebenarnya terpesona dengan ketampanan ku ini, gengsinya aja yang tinggi hehehe" batin Rendi yang kesenangan
"Sekarang giliran kamu Fa" ucap Rendi
"Aku, ngapain...?"tanya Syifa
"Iya pakai baju pengantinnya, aku mau lihat" jawab Rendi
"Kan tadi aku udah nyoba, dan pas aja kok" ucap Syifa
"Kan tadi, aku gak lihat.. dan sekarang aku mau lihat kamu pakai di depan ku" ucap Rendi meminta
"Gak ah, aku malu" tolak Syifa
"malu sama siapa Sih,, ayolah.. sekali aja..aku mau liat pleaseeee...." bujuk Rendi
Akhirnya Syifa mau mencoba, dan dia mengambil baju pengantin yang di berikan oleh pelayan butik, lalu dia masuk keruang ganti untuk memakai nya.
Tak lama kemudian Syifa keluar dengan memakai baju pengantin berwarna putih bersih di tambah dengan riasan tempelan bunga-bunga cantik, baju nya di buat sedikit longgar, Meskipun begitu tidak mengurangi kecantikannya, di tambah juga Syifa memakai hijab berwarna putih, yang membuatnya semakin anggun dan menambah aura kecantikannya terpancar.
"Cantik bangat kamu Fa......!!!" batin Rendi
Syifa menatap ke arah Rendi meminta penilaian Rendi tanpa berucap.
Rendi tersenyum dia paham dan mengerti dengan tatapan Syifa, tapi Rendi membalas dengan sengaja tidak mau memuji Syifa
"Bagus, cuma kayanya ada yang kurang" ucap Rendi
"masa sih, kata oma, mommy, dan yang lain nya bagus kok, udah pas" ucap Syifa gak terima
"iya bagus, gaunnya memang bagus dan cantik. tapi kurang pas saat kamu pakai" ucap Rendi sambil menunggu reaksi Syifa
"tapi apa yang kurang Ren..?" Syifa mulai percaya
"Apa ya,, tunggu ya.. aku mikir dulu" ucap Rendi meminta waktu pura-pura berpikir
"hahaha memang enak Fa di kerjai.. wajahmu lucu dan mengemaskan kalu kaya gitu...aduh pengen bangat aku cium tapi belum halal hehehe" batin Rendi
"Wahh mbak cantik bangat, seperti bak bidadari. bajunya sangat pas dan cocok di kenakan mbak" ucap salah satu pelayan butik yang baru saja datang untuk ganti ship kerja, dia melihat Syifa lalu memujinya.
"Astaga, ini anak ngapain muji Syifa sih, kan aku mau ngerjainya dulu" batin Syifa
__ADS_1
"mending kamu pergi sana, ganti seragam" suruh Rendi pada karyawannya itu.