Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
sakit hati


__ADS_3

tuan muda sakti berusaha melepaskan pelukan amasya,namun amasya tampaknya memeluk tuan muda sakti dengan sepenuh tenaga sehingga tuan muda sakti terpaksa mendorong tubuh amasya dengan berulang ulang sampai amasya mau mengendorkan pelukannya dan kemudian melepaskan pelukannya."amasya cepat katakan apa yang ingin kau katakan,aku tidak punya banyak waktu karena aku sedang sibuk"kata tuan muda sakti sambil menatap tajam amasya,sedangkan amasya berpura pura tidak mendengarkan,dirinya malah sibuk bercermin untuk merapikan penampilannya.


"amasya!!! kau tau kan kalau aku paling tidak suka di abaikan"bentak tuan muda sakti dengan raut wajah yang saat ini mulai menunjukan kemarahannya."eehh iya,maaf sayaaanngg,,,duuh buru buru amat siiihh,,kita duduk aja dulu sayaaaangg,,aku kan rindu dengan dirimu"kata amasya dengan suara yang manja."tidak!!!,,aku saat ini lagi banyak urusan dan aku sudah membuang waktu berhargaku hanya untuk menemuimu,jadi cepat katakan apa yang ingin kau katakan"kata tuan muda sakti masih dengan nada tegasnya.sebenarnya bisa saja tuan muda sakti berlama lama di tempat itu,tapi entah mengapa hatinya tiba tiba merasa sakit ketika menatap wajah aira.


"sayaaangg,,aku ingin kita kembali bersama sama lagi,aku tau kau masih mencintaiku dan aku juga masih mencintaimu,ayo kita menikah sayang,aku kini bersedia menerima lamaranmu"kata amasya dengan tatapan manjanya kepada tuan muda sakti sambil amasya memegang tangan tuan muda sakti dan menciumnya dengan mesra.sejenak tuan muda sakti terdiam dengan kata kata amasya,ingatannya kembali ketika dirinya melamar amasya namun amasya menolaknya mentah mentah karena dia ingin mengejar karirnya lebih dahulu.

__ADS_1


sekretaris pram yang mendengar dengan jelas kata kata amasya langsung menggeleng gelengkan kepalanya dengan penuh rasa kesal,karena baginya amasya adalah wanita yang tidak tahu diri dan sangat licik,dia sangat pintar memanfaatkan perasaan tuan muda sakti yang sampai saat ini masih mencintainya.sekretaris pram kemudian langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung berjalan mendekat ke arah tuan muda sakti dan amasya,dirinya tidak mau amasya terus merecoki tuan muda sakti.


"maaf tuan muda sudah saatnya kita pergi"ucap sekretaris pram sambil sedikit membungkukkan badannya."eeh,oh iya sudah saatnya kita pergi"ucap tuan muda sakti sambil menarik tangannya dari genggaman amasya."kau saja yang pergi,dasar anjing bodoh apa kau tidak melihat sekarang ini kami sedang asyik ngobrol?"bentak amasya kepada sekretaris pram.raut wajah sekretaris pram langsung berubah memerah begitu mendengar kata kata amasya yang memakinya,namun dirinya berusaha untuk tetap tenang."maaf nona tapi tuan muda sakti harus segera pergi"kata sekretaris pram sambil melirik ke arah tuan muda sakti."baiklah,ayo kita pergi"ucap tuan muda sakti sambil berbalik dan melangkah untuk keluar dari cafe.


amasya yang sangat berharap tuan muda sakti menolak permintaan sekretarisnya itu tampak geram,dirinya lalu mengejar tuan muda sakti yang berjalan sangat cepat sehingga dalam waktu tidak begitu lama mereka sudah berada di dekat mobil yang di kendarai oleh tuan muda sakti."sayaaanng,,tunggu sebentar"teriak amasya sambil meraih tangan tuan muda sakti.begitu tuan muda sakti berbalik k arah amasnya,amasya langsung memeluk tuan muda sakti dengan erat dan kembali melumat bibir tuan muda sakti dalam dalam,kali ini amasya punya rencana lain dalam otak kotornya.amasya berusaha membangkitkan gairah kejantanan tuan muda sakti agar tuan muda sakti bisa di ajak ke apertemennya,amasya terus menciumi tuan muda sakti dan kemudian mendorong tuan muda sakti untuk masuk ke dalam mobil.begitu di dalam mobil amasya langsung menggerayangi tubuh tuan muda sakti,tangannya langsung meraih tangan tuan muda sakti dan kemudian di masukkannya ke dalam bajunya,sambil lidah amasya terus menari nari di dalam rongga mulut tuan muda sakti.

__ADS_1


"maaf nona,kali ini kami harus benar benar pergi silahkan nona keluar dari mobil"kata sekretaris pram penuh penekanan kepada amasya begitu dirinya masuk ke dalam mobil.amasya yang saat inu sedang merusaha menaikkan gairah tuan muda sakti nampak kaget dan langsung menarik tangannya yang sedang berusaha melepaskan kancing baju tuan muda sakti.tuan muda saktipun seakan langsung tersadar dengan apa yang di lakukannya,dirinya langsung merapikan pakaiannya dan langsung menyuruh amasya turun dari mobil.


"huuhh,,dasar sekretaris brengsek,selalu saja menghalangi kemauanku"maki amasya dalam hati."sayaaanng,,bagaimana kalau malam ini setelah selesai urusanmu aku jemput kau,dan kita ngobrol sampai puas di apertemenku"goda amasya sambil mengerling manja ke arah tuan muda sakti."aku masih rindu padamu sayang,aku masih ingin bermanja manja denganmu"ucap amasya sambil mengelus bibir tuan muda sakti yang seksi."maaf nona turunlah dari mobil karena kami akan segera pergi"ucap sekretaris pram kembali mengingatkan amasya"."huuhh,,iyaa,,iyaa,,aku akan segera turun,kenapa sih kau selalu ikut campur dengan masalah pribadi tuanmu"rutuk amasya dengan kesalnya kepada sekretaris pram."makanya sekali kali pergilah berkencan agar hidupmu tidak menyedihkan"ucap amasya dengan kesal."sayaangg,,kasih tau kepada pembantumu ini jangan terlalu mencampuri urusan pribadimu karena aku tidak suka"kata amasya dengan berapi api kepada tuan muda sakti yang sedari tadi hanya terdiam melihat sekretarisnya berbantah bantahan dengan mantan tunangannya.


"hhmmm,,sekretaris pram tidak salah amasya,itu sudah tugas dan tanggung jawabnya sebagai sekretarisku untuk mengingatkan dan melindungiku dari hal hal yang tidak di inginkan"ucap tuan muda sakti dengan tegas."iiihh,,kok malah sekretarismu itu yang kau bela bukan diriku sih sayaangg"kata amasya dengan merajuk sambil kembali menempelkan tubuhnya ke tubuh tuan muda sakti,rupanya amasya masih mencoba menggoda tuan muda sakti dengan sengaja menempelkan dadanya dan menggesek gesekkannya perlahan di tubuh tuan muda sakti.namun tuan muda sakti kemudian mendorong tubuh amasya agar menjauh darinya,sehingga amasya langsung cemberut dengan perlakuan tuan muda sakti kepadanya.terlebih lagi sekretaris pram langsung membukakan pintu mobil dan kemudian memberi isyarat kepada amasya untuk segera turun.

__ADS_1


amasya yang sudah tidak bisa mengelak kemudian turun dengan wajah cemberut,dia kemudian memberi isyarat kepada tuan muda sakti bahwa dirinya akan menelpon tuan muda sakti,dan isyarat itu tidak di balas oleh tuan muda sakti."huuh,ini semua karena kau sekretaris sialan,akan ku pastikan ketika tuan muda sakti kembali kepelukanku kau orang pertama yang akan aku tendang dari kehidupan tuan muda sakti"ucap amasya dengan nada penuh amarah kepada sekretaris pram."silahkan saja nona,dan ku rasa itu tidak akan pernah terjadi karena aku akan melindungi tuan muda sakti dari wanita licik seperti dirimu"ucap sekretaris pram dengan senyum tipis dan langsung berbalik melangkah masuk kedalam mobil.amasya yang tampak kaget mendengar jawaban sekretaris pram hanya bisa terdiam sejenak dan membiarkan mobil yang di bawa sekretaris pram bergerak meninggalkan dirinya sendiri,namun setelah itu amasya kemudian mencak mencak sendiri karena amarah memenuhi rongga dadanya."sialan,kau bilang aku wanita licik.tunggulah pembalasanku,aku akan segera membujuk tuan muda sakti membuangmu di jalanan dasar sekretaris sialan"maki amasya dengan amarah dan sakit hati karena rencananya gagal total malam ini.


__ADS_2