
...~Happy Reading~...
“Aaaarrrrrkkkhhhhhh!” Suara teriakan yang begitu melengking di pagi hari berhasil membangunkan seluruh penghuni rumah.
Enam remaja yang masih tertidur pulas di sofa ruang keluarga itu, seketika langsung bangun dan saling menatap bingung satu sama lain.
Farhan dan Gilang yang tidur di karpet dengan memeluk stik ps nya. Sedangkan Grace dan Audi juga tidur sambil berpelukan di sofa.
Sedangkan Raka dan Ryana tidur masih dengan posisi duduk bersandar karena Raka terus memeluk Ryana sepanjang malam sambil mengusap perut nya.
“Suara siapa sih?” tanya Farhan yang masih menguap karena ngantuk.
“Rakaaaa!” suara papa Kenzo yang berteriak dengan terus memanggil anak sulung nya, “Siapin mobil!”
Deg!
Seketika itu juga, Raka langsung membuka matanya dengan lebar dan bangkit dari tempat duduk nya, “Kara!” pekik Raka dan Ryana bersamaan.
Raka berlari keluar untuk menyiapkan mobil, sedangkan Ryana berlari menghampiri papa Kenzo yang terlihat tengah berlari dari kamar Kara sambil menggendong Kara yang tengah menangis kesakitan.
__ADS_1
“Papa, Kara kenapa?” tanya Ryana sambil terus mengekor di belakang papa mertua nya.
“Kepleset di kamar mandi!” jawab papa Kenzo terburu buru.
“Angkasa kemana?” tanya Ryana lagi.
“Papa gak tahu, pas Papa masuk kamar Cuma ada Kara doang! Kamu di rumah aja ya, biar Papa dan Raka yang ke rumah sakit!” kata papa Kenzo setelah memasukkan putri nya ke dalam mobil.
“Iya, hati hati Pa. Kara, bertahan,” ucap Ryana memberikan semangat kepada adik ipar nya.
“Kalian jagain istri gue, awas kalau sampai kenapa kenapa!” ancam Raka sebelum menjalankan mobil nya sambil menatap tajam pada keempat manusia di belakang Ryana.
Sementara itu, Ryana yang melihat kepergian mobil suami nya, hanya bisa menghela napas nya dengan berat. Ia berharap Kara dan anak nya akan baik baik saja.
“Om Kenzo makin ganteng banget kalau lagi panik begitu. Mana Cuma pakai kolor doang lagi, ya Allah Na, kenapa dia harus jadi mertua lo sih,” celetuk Grace yang sejak tadi hanya fokus terhadap mertua Ryana saja.
“Astaga Grace, lo dari tadi ngelihatin kolor bokap gue doang?” tanya Ryana menatap tak percaya kepada sahabat nya.
Di saat semua orang panik karena keadaan yang begitu genting dan fokus pada kesakitan Kara. Justru Grace malah gagal fokus karena penampilan papa kenzo di pagi hari.
__ADS_1
Ya, memang, pagi itu papa Kenzo hanya mengenakan celana pendek di atas lutut dengan kaos putih polos yang begitu tipis tanpa singlet dalam.
Hingga membuat siapa saja yang melihat nya pasti akan tergoda, terlebih dengan gaya rambut acak acakan khas bangun tidur, membuat Grace semakin kagum dan jatuh cinta kepada ayah dari mantan pacar nya.
Salah? Grace tau itu, bahwa perasaan nya salah. Namun, biarlah ia mengagumi saja, tanpa bisa memiliki. Setidaknya, sampai dirinya menemukan belahan jiwa yang mirip seperti om Kenzo.
Walaupun tidak akan pernah ada yang benar benar mirip seperti itu. Namun setidaknya, hampir mirip juga tidak apa, yang penting dia tampan, dewasa dan kaya, begitulah kriteria Grace. Jangan lupa dewasa yang di maksud Grace itu yang umur nya minimal sepuluh tahun di atas nya.
"Vitamin pagi Na," jawab Grace terkekeh lalu ia segera merangkul Ryana untuk masuk ke dalam rumah.
"Temen lo bener bener ajaib Na, otak nya udah terkontaminasi sama om om!" cibir Audi menggelengkan kepala nya, "Mana om om nya punya istri. Gue tawarin om om di belakang salon gue gak mau! Dia om om single," imbuh Audi terkekeh.
"Anjirr Audi, gue masih normal. Ya kali gue kawin sama kucing!" cetus Grace dengan kesal, "Lagian mana berasa, mungil begitu!"
"Apanya woy!" pekik Ryana dan Audi bersamaan dan langsung menghentikan langkah kaki nya.
Keduanya kompak menatap tajam pada Grace, yang mana justru membuat gadis itu semakin tergelak.
‘Kalau aja istri nya om Kenzo bukan tante Naura. Beneran deh, udah gue tikung, gak perduli dia bokap mantan juga. Tapi sayang, yang jadi istri dia, tante Naura. Jelas aja gue bakal kalah sebelum menikung.’ Gumam Grace dalam hatinya sambil memanyunkan bibi.
__ADS_1
...~To be continue .......