Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Grace & Wira 5


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Bagaimana kalau Paris? London? Atauโ€”"


"Gak usah!" Potong Grace dengan cepat, "Aku mau tidur aja!" imbuh nya lalu segera menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.


Wira hanya mampu menghela napas nya dengan berat. Inilah yang sulit untuk ia Terima, menikahi dengan gadis yang umur nya jauh di bawah nya. Karena masih labil dan sulit untuk di mengerti, sama seperti putri nya.


Sebenarnya, bukan maksud Wira tidak bisa ke Jepang. Hanya saja, baginya di sana membuatnya takut. Takut jika nanti dirinya menyakiti Grace.


Salah satu alasan Baby memilih kuliah di Jepang, karena di sana adalah tempat lahir nya. Sejak awal menikah dan bisa di katakan, Wira dan istrinya melakukan honeymoon di Jepang. Sampai Baby lahir, itulah sebab nya Wira menolak ajakan Grace ke Jepang.


Karena baginya, itu akan membuatnya mengingat masa lalu kembali. Yang mana, ia takut jika akan melukai hati Grace.


"Selamat malam, cup!" Wira mengecup lembut kepala Grace sebelum akhirnya memeluk gadis itu erat dari belakang.


'Susah banget bujukan nya!' gumam Grace menggerutu dalam hatinya begitu kesal.


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...

__ADS_1


Pagi hari nya, saat sarapan. Ternyata papa Samto sudah tidak ada di rumah. Ia berangkat pagi pagi sekali karena akan pergi ke luar kota. Membuat Grace kini hanya berduaan menikmati sarapan dengan suami nya.


"Mau kemana hari ini? Aku libur," ucap Wira membuka suara saat di meja makan.


"Gak kemana mana, mau tidur!" jawab Grace masih sedikit ketus tanpa menatap suami nya.


"Grace... "


"Gak bisa ya, manggil nya Sayang gitu?" ucap Grace mencibir semakin kesal.


Rasanya sedikit iri mengingat keromantisan para sahabat nya. Rakaat, Ryana, Audy juga Angga. Tapi dirinya? Astaga, jangankan romantis, terlihat mesra saja sangat jarang.


Menghela napas berat, Wira pun meletakkan sendok nya ke piring dan mengusap mulut nya dengan sapu tangan nya, "Baiklah, kita ke Jepang. Tapi jangan salahkan aku jika kamu nanti akan terluka di sana."


Deg!


Seketika itu, Grace langsung mendongak dan membalas tatapan suami nya. Terluka? Mengapa harus terluka? pikir nya.


Apakah di Jepang akan ada gangster yang akan menyerang nya? Atau akan ada hal lain yang akan membuatnya terluka? apa? batin Grace bertanya tanya.

__ADS_1


"Selesaikan sarapan kamu, setelah itu kita berangkat!" Ekspresi wajah Wira terlihat begitu dingin dan datar, laki laki itu segera beranjak dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan Grace begitu saja.


'Kok jadi dia yang marah sih?' gumam Grace dalam hati nya sedikit bingung.


Grace tidak menghabiskan sarapan nya, gadis itu segera bangkit dan berlari untuk mengejar sang suami ke dalam kamar.


Di dalam kamar, Grace bisa melihat suami nya tengah membereskan beberapa pakaian untuk di masukkan ke dalam koper. Tentu saja hal itu membuat Grace semakin di landa kebingungan.


"Mau kemana sih?" tanya Grace langsung menghentikan aktifitas tangan Wira.


"Bukankah kamu yang ingin ke Jepang? Baiklah kita berangkat sekarang!" jawab Wira masih dengan nada suara yang begitu dingin.


"Kamu kenapa sih Mas. Aku emang mau ke sana, tapi ya gak sekarang juga. Kan aku udah bilang, aku masih bulanan. Kenapaโ€”"


Brakkkk!


Ucapan Grace langsung terhenti saat dengan tiba tiba Wira melemparkan koper nya ke lantai. Sontak Grace merasa sangat terkejut, terlebih saat ini wajah Wira terlihat sangat marah pada nya.


...~To be continue......

__ADS_1


__ADS_2