
sekretaris pram yang nampak terkejut melihat tingkah tuan muda sakti, hanya bisa menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal,matanya melotot seakan tidak percaya dengan apa yang barusan di lihatnya.tuan muda sakti begitu mengkhawatirkan aira sehingga tuan muda sakti langsung merangkul tubuh aira dan menenangkannya di dalam pelukan hangat.sementara perawat yang memegang kursi roda yang membawa aira hanya bisa terperanjat sejenak namun segera menundukkan kepalanya dengan wajah yang bersemu merah, perawat itu menjadi salah tingkah dengan pemandangan yang terpampang di depan matanya.
begitu pintu lift terbuka tuan muda sakti segera keluar dengan terburu buru di ikuti oleh sekretaris pram dan juga sang perawat, tuan muda sakti nampaknya tidak menghiraukan banyaknya tatapan yang tertuju kepadanya, dirinya terus berjalan sambil sesekali mengecup dahi aira."tuan muda mungkin sebaiknya aira di taruh kembali di kursi roda,kita kan sudah keluar dari lift"ucap sekretaris pram yang merasa jengah dengan tatapan dan bisik bisik orang orang yang mereka lewati.
tuan muda sakti berhenti sejenak, lalu menatap wajah aira sebelum mengangguk setuju dengan kata kata sekretaris pram, dengan perlahan tuan muda sakti menurunkan tubuh aira untuk di letakkan kembali ke kursi roda, namun tubuh aira belum juga sampai di kursi roda, seketika aira menggeliatkan badannya dan kemudian merangkulkan tangannya ke tubuh tuan muda sakti."tuan muda tolong jangan tinggalkan aku sendiri, aku sangat takut"ucap aira dengan terisak dan mata masih terpejam.
__ADS_1
tuan muda sakti seketika mengangkat kembali tubuh aira dan kembali membopongnya,"maaf tuan muda nona aira hanya mengigau saja, mungkin dirinya sedang mimpi buruk,nona aira sudah baik baik saja dan dirinya masih di bawah pengaruh obat tidurnya,silahkan nona aira di letakkan kembali di kursi roda tuan biar saya yang mendorongnya sepertinya tuan muda sudah lelah"ucap si perawat sambil menundukkan pandangannya.
"benar kata perawat itu tuan muda,sebaiknya tuan muda meletakkan kembali nona aira di kursi rodanya,atau biar aku saja yang menggantikan dirimu membopong nona aira karena sepertinya dirimu sudah kelelahan"ucap sekretaris pram dengan tatapan penuh arti kepada tuan muda sakti sambil tangannya terjulur ke depan menggapai tubuh aira."sudah,hentikan!!!,biar aku saja"seru tuan muda sakti dengan cepat dan dengan tatapan mata yang sangat menakutkan ke arah sekretaris pram."kau pergilah kembali ke klinik,terima kasih atas bantuanmu"ucap tuan muda sakti mengusir secara halus kepada perawat yang masih memegang kursi roda aira.si perawat kemudian membungkuk sejenak sebelum berbalik meninggalkan tuan muda sakti, tinggallah kini sekretaris pram yang berusaha mengambil kesempatan untuk bertanya kepada tuan muda sakti.
sepanjang perjalanan pulang sekretaris pram tidak berani bertanya kepada tuan muda sakti,dirinya hanya berani mencuri curi pandang ke arah tuan muda sakti yang nampak menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan posisi setengah tidur dan di pangkuannya nampak aira masih tertidur pulas."dasar manusia aneh mungkinkah sakti benar benar jatuh hati kepada aira? tapi dalam waktu yang sesingkat ini? ataukah aira sudah memelet tuan muda sakti dengan ilmu kampungnya tapiiii,,, hari giniii masih aja percaya pelet iihh dasar otak bodoh "umpat sekretaris pram dalam hati sambil menarik narik rambutnya sendiri."mungkin aku harus menunggu waktu yang tepat untuk menanyakan hal ini kepada tuan muda sakti, kalau tidak aku akan insomnia berat akibat kelakuan manusia aneh ini, selalu paling pintar membuat orang penasaran di kiranya ga dosa bikin orang capek berpikir"ucap sekretaris pram berbicara dalam hati.
__ADS_1
sekretaris pram, jangan lupa kau hubungi kepala pelayan agar menyiapkan kamar untuk aira di samping kamarku, atau kau hubungi kepala pelayan sekarang juga sebelum kau jadi amnesia karena dari tadi ku perhatikan kau sibuk menarik narik rambutmu dan menjitak jitak kepalamu sendiri,kau sudah mulai kehilangan akal sehatmu yaa"?tanya tuan muda sakti kepada sekretaris pram sambil menyeringai dan masih dengan tatapan matanya yang tajam.
"yah aku memang sepertinya sudah mulai kehilangan akal sehatku,dan itu karena dirimu tuan muda sakti yang terhormat,sebenarnya apa yang sedang kau lakukan sekarang ini, tolong jelaskan kepadaku"ucap sekretaris pram dengan nada memelas."aku sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan diriku saat ini"jawab tuan muda sakti sambil menghela napas panjang."entah mengapa aku langsung luluh melihat ketidak berdayaan aira ketika dirinya sangat ketakutan di dalam lift tadi,aku langsung merasa ingin melindungi dirinya, entahlah aku sendiri merasa heran di satu sisi aku ingin membuat aira tersiksa dengan segala hukuman yang ku berikan kepadanya karena aku ingin dirinya memohon kepadaku, meminta pertolongan dariku karena itu semua tidak pernah aku jumpai terlontar dari mulut kekasihku amasya, dirinya terlalu sombong untuk melakukan itu semua,dan kepada aira aku ingin melampiaskan semua kekesalanku dan aku ingin aira menggantikan amasya untuk memohon kepadaku.namun ketika tadi aira memohon kepadaku dengan tatapan mata yang begitu memelas hatiku seketika mencair dan aku sekarang sudah tidak mengerti dengan perasaanku saat ini kepadanya"ucap tuan muda sakti sambil mengusap mukanya perlahan."sekretaris pram, bisakah kau menjelaskan padaku apa sebenarnya yang terjadi kepadaku"keluh tuan muda sakti sambil menutup matanya dan menarik narik rambut di kepalanya.
"maaf tuan muda aku belum berani menyimpulkan apa yang sedang terjadi, karena hal ini begitu tiba tiba.mungkin saja kau hanya sekedar terbawa suasana saja,mungkin perasaanmu akan kembali normal setelah satu atau dua hari kedepannya jadi kau tidak perlu pusing pusing memikirkan perasaan apa yang saat ini sedang singgah di hatimu,bisa saja ini hanya sekedar cinta sesaat yang besoknya akan hilang tak berbekas jadi tidak usah kau terlalu merisaukan perasaan sesaatmu ini dan tidak usahlah kau mengekspresikan perasaanmu dengan sepenuh hati"ucap sekretaris pram sambil berusaha menahan tawanya dengan kata kata terakhirnya itu."aah sialan kau"maki tuan muda sakti sambil menendang kursi supir yang diduduki oleh sekretaris pram.tuan muda sakti menutup matanya di sepanjang perjalanan pulang ke rumah, dirinya kembali mengingat ingat apa yang barusan di lakukan dirinya kepada aira sepanjang aira pingsan dan sampai dengan saat ini."huuh sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan diriku?apakah aku mulai menyukai aira? ooh tidak,, tidakk,,pikiran bodoh apa ini"?rutuk tuan muda sakti dalam hatinya.
__ADS_1